
Setelah Pak Choi benar-benar meninggalkan kelas, Ye Joon menghampiriku. Dengan setengah mengantuk Ia menyeret bangkunya agar berjejer denganku.
“Soo Yeong, kamu marah padaku karena aku tidur dikelas?” tanya Ye Joon.
“Tidak. Aku tidak marah padamu. Kenapa tanya begitu?” Soo Yeong balik bertanya.
“Tapi rasanya kamu terlihat sedikit berbeda. Apa ada masalah ?” Ye Joon melihat Soo Yeong tampaknya sedang dalam kondisi hati yang buruk. Pandangannya suram, terlihat kesal.
“ Sudah, aku tidak apa-apa. Kembali saja ketempatmu sekarang. Sudah waktunya pelajaran. Kita bahas lagi nanti istirahat.” Soo Yeong mencoba mengelak. Dia memang sedang kesal dengan sikap Tae Hi tadi pagi. Anak kecil itu menyebalkan sekali.
“Tapi.....” belum sempat Ye Joon melanjutkan kata-katanya, Jae Min sudah menegur agar Dia kembali ketempatnya.
“Ye Joon jangan mengganggu Soo Yeong. Lebih baik kembali saja ketempatmu.” Ucap Jae Min tegas.
Ye Joon tidak menjawab dan memilih kembali kebangkunya. Ia memang sedikit kesal, tapi harus Dia tahan.
Guru mapel yang dijadwalkan mengajar sudah masuk dan memulai pelajaran.
-
Skip
-
“ Soo Yeong, ayo kekantin. Sudah waktunya makan siang.” Ajak Ye Joon pada Soo Yeong.
Soo Yeong mengangguk lalu mereka berjalan bersama menuju kantin. Bisa ditebak, belum jauh mereka keluar dari kelas, Tae Hi sudah menunggu bersama teman-temannya.
“Apa sih yang mereka inginkan?” gerutu Ye Joon pelan tapi bisa terdengar oleh Soo Yeong yang berada disampingnya. Tapi Soo Yeong hanya mentapnya datar. Ia sudah tahu, pasti Tae Hi dan kawan-kawan hanya akan membuatnya naik darah.
Melihat Ye Joon yang sudah keluar dari kelasnya, Tae Hi dan yang lain bergerak menghampiri mereka berdua.
“Kak Ye Joon mau kekantin ya? Bagaimana kalau kita kesana bersama?” ajak Tae Hi.
Soo Yeong memutar bola matanya kesal. Ia lalu menggandeng lengan Ye Joon yakin dan menariknya agar cepat pergi dari sana.
“Ayo cepat, Aku lapar !!!!!” ajaknya dengan intonasi kesal.
Tapi Tae Hi tak kalah sigap dan menghentikan mereka.
“Bukannya tadi pagi aku sudah memperingatimu agar tidak dekat-dekat dengan Kak Ye Joon? Masih saja ganjen begitu.” Ucap Tae Hi sinis. Mimik mukanya sangat menyebalkan sekarang. Rasanya Soo Yeong ingin sekali mendaratkan tamparan dipipi wanita itu saking kesalnya.
Entah datang dari mana sifat pemarahnya itu, pasalnya kini Ia terlihat sangat berbeda dengan dulu. Masih teringat jelas bagaimana pemalunya Ia dulu. Sampai-sampai Ye Joon kesulitan mendekatinya. Tapi sekarang Dia berbeda. Mungkinkah kini Ia sudah benar-benar sembuh dari penyakitnya? .
“APA ????? Apa yang kamu katakan padanya?” bentak Ye Joon pada Tae Hi.
“Kenapa Kak Ye Joon bersikap begitu padaku ? Apa kesalahanku? “ tanya Tae Hi sedikit terbata-bata. Terlihat jelas Ia takut dengan sikap Ye Joon yang seperti ini. Sekarang mereka semua sedang menjadi tontonan para siswa lain yang juga sedang istirahat.
“Huufh.” Soo Yeong menghela nafas kasar.
Ye Joon terdiam Ia tidak bisa berbuat apapun. Ia ingin sekali memberi tahu semua orang kalau Soo Yeong adalah kekasihnya, agar hal seperti ini tak terjadi lagi. Tapi Ia selalu mengingat komitmen yang Ia sepakati dengan Soo Yeong.
Hyeon Ju yang juga sedang istirahat dan kebetulan keluar dari kelas, melihat kerumunan itu Ia lalu berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi. Hyeon Ju menggeleng-gelengkan kepalanya saat mengetahui apa penyebab hal itu. Walaupun hanya melihatnya dari jauh, namun Ia paham betul jika menyangkut Soo Yeong , Ye Joon, dan Tae Hi. Pasti tidak jauh berbeda dengan masalah kemarin.
“ Soo Yeong !!!! “ teriak Hyeon Ju dari kejauhan untuk memberi isyarat pada Soo Yeong untuk segera menyelesaikan masalah itu. Tapi tanpa Ia sadari, teriakannya cukup keras hingga mambuat semua orang menatap heran padanya. Karena Ia merasa canggung dengan hal tersebut, Hyeon Ju memberikan bahasa isyarat yang lain dengan tangannya lalu beranjak pergi.
Soo Yeong yang menyadari apa maksud Hyeon Ju akhirnya buka suara.
“ Kim Tae Hi, dengarkan ucapanku baik-baik. Jangan sampai ada yang terlewat, karena aku sangat malas mengulangi kata-kata ku. “ ucap Soo Yeong tegas.
Ye Joon yang tidak tahu apa yang sebenarnya akan Soo Yeong lakukan hanya memandangnya khawatir. Takut Dia bicara yang tidak-tidak, atau sesuatu yang bisa menimbulkan masalah baru. Sama halnya dengan Tae Hi, Ia menatap Soo Yeong dengan wajah juteknya. Seperti memandang rendah kearahnya.
“Aku adalah kekasih Ye Joon. Jadi kalau kamu adalah gadis baik-baik berhentilah mengganggu pria yang sudah menjadi milik orang lain.” Soo Yeong berjalan meninggalkan kerumunan itu. Rasanya puas sekali setelah bisa membuat Tae Hi tak berkutik. Bisa dilihat wajah Tae Hi yang sudah memerah karena malu bercampur marah. Tapi walaupun begitu, Soo Yeong tidak terlalu terpengaruh. Ia tidak peduli.
Mendengar pengakuan Soo Yeong yang terkesan tiba-tiba, Ye Joon terkejut bukan main. Ia bingung harus bereaksi bagaimana sekarang. Sampai tidak sadar kalau Soo Yeong sudah berjalan cukup jauh.
“Kak Ye Joon, apa itu benar?” tanya salah seorang teman Tae Hi. Ia menjadi juru bicara dadakannya karena Tae Hi sedang terpaku tidak bisa berkata apapun.
“Ohh? Apa ?” ucap Ye Joon yang baru sadar dari lamunannya.
“APA BENAR JIKA WANITA TADI ADALAH KEKASIHMU ???” Tae Hi memperjelas dengan intonasi yang mirip dengan teriakan. Suasana menjadi memanas karena kemarahannya. Hingga semua orang mulai bubar karena tidak ingin mendapat masalah.
Tapi bebeda dengan Jae Min, Ia masih setia mendengarkan bahkan sejak dari tadi. Ia ingin tahu kejelasannya.
“Iya. Benar. Soo Yeong adalah kekasihku. Jadi berhenti mendekatiku. Banyak lelaki yang lebih menyukaimu lebih dari aku. “ ujar Ye Joon lalu pergi menyusul Soo Yeong yang sudah jauh sekali meninggalkannya.
Tae Hi benar-benar tak habis fikir dengan dua orang itu. Bagaimana bisa mereka melakukan ini padanya. Ia adalah Kim Tae Hi, apapun yang Dia inginkan harus terwujud. Entah apapun itu.
“ Ayo !! “ ajakk Tae Hi pada teman-temannya untuk meninggalkan tempat itu. Kepalanya sedang dipenuhi dengan rasa marah. Ia harus menenangkan fikirannya dulu. Mereka semua akhirnya pergi. Dan suasana menjadi sunyi lagi seperti biasa.
“Jae Min ?” terdengar suara perempuan memanggilnya dari belakang.
Jae Min pun menoleh dan setelah tahu siapa yang memanggilnya, Ia langsung berbalik dan berjalan pergi. Entah kemana. Mungkin akan kekantin.
Tapi baru beberapa langkah Ia berjalan, orang itu memanggilnya lagi.
“Jae Min, kamu............” ucapnya tapi dipotong langsung oleh Jae Min.
“Ra Yun, kamu juga. Berhentilah mendekatiku. Pasti ada orang yang lebih menyukaimu ketimbang aku.” Ucap Jae Min datar.