
Di gedung pencakar langit ini sosok Devan Nuraga membuat kerajaan bisnis nya selalu menjadi nomor 1. Di Asia.
NRG Corp perusahaan yang sangat ketat dalam setiap perekrutan Pegawai-pegawai perusahaan nya bahkan kebanyakan lulusan universitas terbaik dalam negeri atau luar negeri, Semua pegawai kantor sangat disiplin dalam hal waktu dan mereka semua sangat-sangat teliti dan berhati-hati jika mengerjakan tugas perusahaan yang di serahkan pada mereka.
Devan sangat benci dalam kesalahan sekecil pun, jika ada yang membuat kesalahan mungkin akan berkahir keluar dari perusahaan ini secara tidak baik. bahkan akan susah mencari pekerjaan lagi.
Walaupun seperti itu banyak lulusan terbaik ingin bekerja di perusahaan NRG Corp walaupun sudah tahu sifat Presedir perusahaan. mereka tetap ingin mencoba karena selain Gaji nya besar bonus nya juga sangat besar dan masih banyak lagi asal mereka semua memiliki kinerja kerja nya bagus dan baik memiliki attitude yang baik. yang membuat Devan menyukai pegawai seperti itu untuk bekerja dengan nya, bukan hanya karena gaji di perusahaan besar. Devan juga memberikan gaji sesuai dengan kinerja mereka.
Ruangan Presedir
Devan duduk di kursi singgasana nya dengan tangan masih berkutat pada dokumen-dokumen penting yang perlu tanda tangan nya.
Rio mengetuk pintu
tok tok
"Masuk" suara berat Devan menggema di seluruh ruangan besar itu
Rio masuk sambil membawa berkas-berkas penting
"Tuan..10 menit lagi anda menemui Nona Nova Damanik di restoran Gardenia." ucap Rio
"Baik, siap kan mobil sekarang."
"baik tuan."
Rio pun keluar dari ruangan besar Presedir dan langsung memberi tahu pengawal untuk menyiapkan mobil Presedir.
***
Di kampus
"Bee aku akan mentraktir mu makan siang hari ini." ucap Jesi
"let's go.!" jawab bryna langsung masuk ke dalam mobil Jesi
"Dasar kau ini giliran traktir makanan jalan nya cepat huft.." umpat kesal Jesi namun dia sangat menyukai Bryna karena Bryna tidak pernah menolak pemberian nya asal pemberian itu tidak mahal dan memiliki alasan kenapa Jesi memberikan hadiah itu maka Bryna akan menerima hadiah itu tapi jika Bryna tidak melakukan apapun untuk nya dan tiba-tiba Jesi memberikan hadiah jangan harap hadiah itu di terima oleh nya.
Jesica dan Bryna memang selalu berangkat bersama jika Jesi membawa mobil sendiri. karena Jesi sangat di larang membawa mobil sendiri dia selalu di antar oleh mobil pribadi keluarga nya. jika dia membawa mobil sendiri dia akan berangkat pagi-pagi sekali dan diam-diam pergi ke kost Bryna tanpa sepengetahuan orang tua nya.
"Aku sangat ingin makan enak sekarang." gumam Bryna
"baiklah-baiklah putri kecil ku..aku juga akan membelikan strawberry favorit mu." jawab Jesi
"tidak perlu aku akan membeli nya sendiri." tolak Bryna
"tidak aku akan membelikan nya untuk mu." Jesi tetep kekeh ingin membelikan Bryna
"tidak Jesica..kau bisa tidak, buang sikap pemaksa mu itu." jawab bryna lagi
"iya baiklah terserah kau bee."
mereka berdua selalu seperti itu berdebat tentang hal sepele namun pada akhirnya ada yang mengalah salah satu nya. itu lah mereka
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah Restoran mewah sebenarnya Bryna menolak untuk makan siang di sini karena pasti semua menu nya sangat mahal bisa saja gaji kerja part time nya tidak cukup untuk sekali makan di sini. Namun sih ratu pemaksa tidak bisa di tolak jika di tolak lagi itu akan membuat nya marah. Lagian Jesi yang mentraktir nya jadi fine-fine saja, Bryna tidak ingin berdebat lagi dengan Jesi.
mereka pun masuk di sambut hangat oleh pelayan restoran.
mereka memilih tempat di dekat jendela yang lebih nyaman.
***
Devan sudah keluar dari ruangan nya
"Ayo kita berangkat." ucap nya
"baik tuan."
Rio berjalan di samping Devan mereka memasuki lift eksklusif.
tidak semua pegawai kantor melihat wajah tampan dan dingin Devan karena di setiap lantai itu lah divisi-divisi perusahaan berada di lantai paling tinggi tempat Presedir dan orang-orang kepercayaan Devan.
"berapa lama aku makan bersama nya?" tanya Devan
"Itu tergantung tuan muda dan Nona Nova tuan." jawab Rio
"Kenapa wanita itu kembali sih merepotkan saja."
"karena sebentar lagi pesta pertunangan tuan dan diri nya, jadi nona Nova kembali lebih awal." jawab Rio
"Apa anda berencana akan menggagalkan rencana tunangan anda sendiri.?" tanya Rio lagi
"lihat saja nanti, karena aku sudah mendapatkan seseorang untuk menggagalkan pesta pertunangan ku." jawab Devan dengan senyum devil nya
Entah apa lagi yang di rencanakan tuan muda..aku sudah pusing memikirkan nya. belum Omelan Nyonya besar. Tuan muda ini selalu membuat posisi ku dalam keadaan buntu. Rio
Restoran Gardenia
Rio membukakan pintu mobil lalu mempersilahkan devan. "Kau ikut dengan ku.!" ucap Devan
"Apa tuan?"
"apa aku harus mengulangi nya lagi Rio." jawab Devan dingin
"tidak perlu tuan." jawab Rio
apa-apaan tuan ini jelas-jelas mereka akan makan berdua dengan calon tunangan nya tapi kenapa masih saja mengajak ku untuk ikut masuk. apa kah tuan sengaja hah membuat ku sebagai obat nyamuk. Gumam kesal Rio di belakang Devan
Semua pelayan menyambut kedatangan Devan.
Rio menunjuk keberadaan Nova Damanik yang duduk sendirian menunggu kedatangan Devan.
Devan langsung duduk begitu saja tanpa ada niatan menanyakan kabar Nova.
semua makanan yang sudah di pesan oleh Nova berdatangan berbagi menu ada di atas meja mereka. Rio berdiri di belakang Devan sambil memperhatikan kecantikan Nova bak putri bangsawan, bagaimana bisa tuan muda nya menolak untuk menikah dengan wanita karir seperti Nova. kurang apa lagi nona Nova ini di mata Devan, Desainer terkenal, elegan, sangat cantik, body bak model papan atas.
yang begini saja di tolak mentah-mentah oleh tuan muda.lalu selera tuan muda seperti apa tinggi nya..apakah seperti artis-artis wanita papan atas, putri kerajaan, atau putri duyung, hah entahlah memikirkan nya saja pusing. Rio
"Hai devan." sapa Nova dengan senyum manis nya
"hmm."
Nova berdiri ingin memeluk Devan namun Devan langsung duduk.
"Aku dengar perusahaan mu selalu menjadi nomor satu." ucap Nova
"hmm."
"Aku sangat merindukanmu Dev..kau tidak lupa kan sebentar lagi acara pertunangan kita."
"hahaha.." tawa Devan membuat Nova mengkerut kan kening nya bingung
apakah ada yang lucu. gumam Nova
"apa kau yakin akan menjadi istri ku?" tanya Devan yang sudah berubah ekspresi
"iya ampun Devan, pertanyaan macam apa ini.. jelas-jelas kita akan segera bertunangan dan melaksanakan pesta pernikahan kita..apa kau masih tidak percaya." jawab Nova tangan elegan nya memotong steak perlahan
"Tapi sayang mungkin kau tidak akan pernah menikah dengan ku..jadi jangan terlalu berbangga diri untuk mendapatkan gelar Nuraga di nama mu." jawab Devan yang duduk santai tanpa menyentuh makanan di depan nya
Nova yang mendengar itu menghentikan kegiatan tangan nya lalu menatap Devan lekat.
"Jadi di antara kita tidak akan ada yang nama nya makan siang, makan malam lagi..KAU MENGERTI." ucap Devan lagi suara nya terdengar keren tapi juga menakutkan seolah-olah menekan kan di setiap kata yang keluar dari mulut nya.
**HAPPY READING 🍭🍓
Jangan lupa dukungan nya iya ☺️
Vote,like dan komen itu akan membantu perkembangan author hehe☺️🍭**