
5 hari ini devan di sibukkan dengan mengurus keperluan Bryna..dia selalu berjaga tengah malam karena tiba-tiba Bryna selalu meminta hal-hal yang aneh, itu membuat Devan merasa frustasi. Bryna sekarang sifat nya cepat berubah-ubah dengan cepat.
Nyonya Rina sampai menginap di mansion Devan hanya untuk menjaga menantu yang sedang mengandung cucu pertama nya itu.
sedangkan Bryna merasa tidak enak dengan Devan suami nya karena sudah merepotkan nya. dia yang selalu meminta hal-hal aneh untuk di penuhi. malam ini tiba-tiba Bryna ingin buah durian yang membuat Devan membelalakkan mata nya tidak percaya. Bagaimana bisa seorang ibu yang hamil muda menginginkan durian.
"Kau bercanda Bryna." jawab Devan
"Tidak Devan aku menginginkan nya sekarang..tunggu bukan aku tapi dia." jawab bryna sambil menunjuk ke arah perut rata nya
Devan pun mau tidak mau menyuruh pengawal untuk mencari beberapa durian untuk Bryna namun Bryna menolak nya.
"Tidak aku tidak mau jika mereka yang membeli nya." rengek Bryna
Devan lalu mendekat ke arah istri nya itu
"Apakah aku yang harus membeli untuk mu sayang."
"Tidak juga kau harus tetap di sini."
"Aku ingin Kak Ray yang membeli kan nya untuk ku." jawab bryna
"Apa?, Kak Ray..sayang kau tahu kak Ray di mana kan dia ada di China ." jawab Devan dengan nada lembut
"Tapi aku menginginkan kak Ray yang membeli kan nya untuk ku." jawab bryna sedikit cemberut dan membuang muka ke arah lain
Devan mengacak-acak rambut nya frustasi dia pun langsung menghubungi Ray
"*Halo, Ray Bisakah kau belikan durian untuk adik mu ini, dia merengek minta kau yang membelikan durian." ucap Devan to the point
"Hei kau sopan dikit aku ini kakak ipar mu,"
"iya aku tahu itu kau tidak perlu memberitahu nya."
"Kau bilang Bryna meminta aku membeli kan durian untuk nya."
"Hmm, bisakah kau Indonesia malem ini juga."
"Hahahahh.."
Terdengar gelak tawa di seberang telepon membuat Devan sedikit kesal..karena ini bukan bercanda.
"Kau bisakah serius Bryna benar-benar membutuhkan mu sekarang aku harap kau segera datang membawa durian ke mansion ku." ucap Devan dan langsung memutuskan panggilan secara sepihak
"Tunggu*..."
Ray yang Melihat telepon di matikan membuat dia mengumpat nama Devan.
"Awas kau Devan..jika adik ku kenapa-napa." ucap Ray
dia pun mau tidak mau langsung mengambil kunci mobil nya dan Langsung menyusuri jalanan ibu kota yang indah jika malam hari Terlihat lebih indah karena juga ini sudah larut malam membuat jalanan sediit tenang.
Ray terus mendatangi setiap supermarket yang ada di ibu kota untuk mencari durian tapi nihil tidak ada satu pun durian yang mereka jual. Ray sedikit frustasi kemana dia harus mencari buah durian itu..dan kenapa Bryna sangat menginginkan nya. padahal ini malam hari apa tidak bisa ditunda besok saja.
"Devan apa tidak bisa besok saja mencari durian nya.?" keluh Ray di telepon
"tidak bisa Ray, harus sekarang malam ini."
"Kenapa harus aku yang mencari nya, kau suami nya."
"Di sedang ngidam istri ku sedang hamil Ray." jawab Devan memberitahu yang membuat Ray di seberang telepon terdiam sejenak
"Apa aku tidak salah dengar."
"telinga mu masih berfungsi kan, jika iya kau tidak salah dengar dan kau bisa terbang ke Indonesia malam ini bukan."
tanpa memberitahu Devan sambungan sudah di putuskan oleh ray, dia langsung berkeliling menyusuri jalanan malam yang tampak dingin karena habis hujan. dia mencari di pasar yang buka 24 jam di pinggiran kota.
~~
"Sayang apakah kak Ray masih lama.?" tanya Bryna yang masih setia menunggu kedatangan Ray
Devan yang duduk di sofa tidak merespon pertanyaan istri nya yang sejak tadi mondar mandir di kamar nya.
"Devan kau tidak mendengar ku." bentak Bryna sambil berjalan menuju sofa namun ketika dia sampai di sofa dia melihat pria tampan yang sudah terlelap tidur dengan damai membuat Bryna tidak tega membangunkannya.
Bryna duduk di samping Devan tertidur lalu merebahkan kepala Devan ke pangkuan nya.
"Terimakasih sudah berada di samping ku manusia es." gumam Bryna lagi dengan kekehan kecil
sedangkan makhluk yang tidur lelap di pangkuan nya hanya pura-pura tidur dia ingin mendengar istri nya mengatakan apapun ketika dia sedang tidur.
"Kau tahu aku sangat bosan di dalam mansion setiap hari, kenapa kau mengurung ku apa kau kira aku ini kelinci yang harus di kurung di dalam sangkar..huft menyebalkan." dumel Bryna dengan wajah cemberut
"Dasar tuan es, kau itu sangat datar kaku dan manusia terdingin yang aku temui bahkan aku nikahi astaga Bryna kenapa bisa kau menikahi pria sedingin dia." celoteh Bryna terus terusan
"aku harap Devan junior tidak memiliki sifat seperti Daddy nya ini..oh iya kau harus berjanji Dev selalu ada di samping ku, aku tahu kau memiliki cinta pertama yang pergi meninggalkan mu..suatu hari nanti jika dia kembali jangan tinggalkan aku apalagi jika kau pergi bersama nya..kau tahu aku membayangkan nya saja tidak sanggup..hiks hiks.." ucap Bryna panjang lebar hingga tanpa dia sadari air mata nya sudah membasahi kedua pipi gembul nya dan air mata nya jatuh tepat mengenai wajah devan.
Devan yang mendengar celotehan Bryna sejak tadi pun merasa bersalah karena tidak memberi tahu istri nya bahkan mungkin sekarang istri nya sudah mengetahui nya. ketika air mata Bryna jatuh tepat di wajah nya Devan membuka mata nya dan menatap Bryna yang sedang menangis.
"Apa aku sudah membuat mu terluka selama ini.?" tanya Devan tiba-tiba dia masih dengan posisi yang sama
"Hmm..hiks hiks kau jahat Devan kau sangat jahat kenapa kau begitu kejam dengan ku..apa kau sengaja menyembunyikan wanita itu lalu suatu hari nanti jika kau sudah bosan dengan ku kau akan pergi bersama nya dan meninggalkan ku sendiri."
devan sudah duduk di samping bryna lalu menghadap kan tubuh Bryna ke arah nya Devan memegang bahu nya erat.
"Sayang lihat mata ku." ucap Devan
Bryna pun menurut dia menatap lekat mata tajam Devan, Bryna mencoba mencari kebohongan di dalam sana tapi tidak menemukan nya.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu sayang..aku sudah berjanji pada mu..kau pegang janji ku bee." ucap Devan lembut dan langsung menarik tubuh Bryna ke dalam dekapan nya Devan sangat sakit ketika melihat wanita nya menangis di depan nya seperti ini.
Tiba-tiba suara ketukan pintu kamar terdengar membuat Bryna Langsung menyeka air mata nya cepat.
Devan ingin beranjak dari duduk nya namun sebelum beranjak pintu sudah terbuka dan menampilkan Ray yang membawa 2 durian di kedua tangan nya. membuat Bryan yang Melihat nya langsung berbinar.
"Kakak kenapa kau cepat sekali datang ke Indonesia.?" tanya Bryna yang sudah menghampiri kakak nya ini
"Aku sudah berada di Indonesia beberapa hari ini, tapi maaf karena belum sempat datang mengunjungi kalian." jelas Ray
"Kau jahat sekali." jawab bryna
"Sudah itu tidak penting lihat aku membawakan durian untuk mu." ucap Ray
"Dia tidak menyukai durian tapi kenapa memesan durian.?" tanya Ray pada Devan
"Bukan Bryna yang menginginkan tapi bayi kita." ucap Devan
"bukan aku yang memakan nya tapi suami ku kak." jawab bryna dengan Semangat
Ray pun langsung memberikan durian itu ke Devan namun Devan tidak ingin menerima nya..bau nya saja membuat dia mual.
"Sayang kau tahu aku tidak menyukai durian..kenapa kau menyuruh ku memakan nya." protes Devan
"Bukan aku, tapi bayi kita suami ku."
"Tidak, aku tidak akan memakan nya." tolak Devan
Ray bingung melihat sepasang suami istri di depan nya sedang berdebat soal durian.
"Apa kau ingin anak mu nanto iluran.?" tanya Bryna
"Tidak."
"Iya sudah turuti saja kemauan nya." jawab bryna
mau tidak mau Devan membawa kedua durian itu ke dapur di ikuti Bryna dan juga Ray di belakang nya. Bryna merasa senang ketika Devan menuruti keinginan nya.
**HAPPY READING 🍉🍓
Aku update lagi☺️ semoga suka iya jangan lupa di komen dan vote nya**.