
Carletto Hotel
Mobil yang membawa Devan dan juga Bryna berhenti di depan pintu loby hotel.
Rio membuka kan pintu untuk mereka,
Bryna merasa aneh dengan semua ini..seumur hidup nya baru kali ini dia pergi ke pesta semegah ini. Bahkan dia datang bersama pria terkaya di negara ini.
Bryna bingung kenapa pria ini lebih memilih datang bersama diri nya yang hanya wanita miskin dan tidak sederajat dengan nya. Bahkan mungkin tunangan pria ini bisa datang menemani nya.
"Ingat kau harus tetap bersama ku." bisik Devan
"hmm"
mereka berdua masuk ke dalam hotel dan menuju tempat pesta rekan bisnis Devan. seperti nya para tamu undangan sudah berdatangan sejak tadi. Bryna menggandeng lengan Devan.
ketika pintu dibuka para tamu lain nya langsung tertuju pada dua sosok pasangan yang baru saja datang.
"Bukan kah itu tuan Devan.?"
"Iya benar itu tuan Devan."
"tapi, siapa wanita itu?"
"Bukankah tuan Devan sudah memiliki calon Tunangan."
"Aku dengar tunangan nya Nona Nova Desainer terkenal dari DM Company."
"Lihat Gadis itu sungguh tidak cocok dengan tuan Devan.. seharusnya nona Nova yang berada di sana."
Para tamu team gosip masih kurang jika tidak bergosip dimana pun mereka(hmm).
Simon Arga selaku tuan rumah menyambut kedatangan Devan bersama gadis yang di bawa nya.
"Selamat datang Tuan Devan..suatu kehormatan bagi saya karena anda menyempatkan waktu berharga anda untuk datang ke pesta saya." ucap Simon
"Hmmm" jawaban singkat membuat Bryna merasa tidak habis pikir dengan manusia es ini.
"wow kau membawa gadis..apakah dia calon istri mu atau simpanan mu.?" ucap Simon menyindir
kata simpanan membuat Bryna merasa dia menjadi wanita hina di depan Simon dan Devan. dia meremas kuat lengan jas Devan dan Devan pun merasakan nya.
"Perkenalkan saya Simon Arga kau bisa memanggilku Simon." ucap Simon lagi sambil mengulur kan tangan nya ke arah Bryna
Pria ini sungguh tidak memiliki kesopanan sebagai tuan rumah.
ketika Bryna akan menerima salam dari Simon. Devan langsung meraih tangan Bryna.
"Maaf tuan Simon aku tidak mengizinkan pria lain menyentuh wanita ku dari kepala sampai ujung kaki walaupun itu hanya akan berjabat tangan." ucap Devan
Simon yang merasa salam nya di tolak dan di permalukan oleh Devan membuat diri nya menggeram kesal.
Sial kenapa aku yang di permalukan Seperti ini.
Bryna hanya diam..lalu mengikuti langkah Devan meninggal kan Simon..Devan masih menggenggam erat tangan nya.
Devan menemui beberapa rekan bisnis nya satu persatu dan mengobrol tentang bisnis mereka. membuat Bryna merasa bosan.
Kenapa sangat membosankan..kenapa aku harus ikut dengan pria ini..sungguh aku membenci pria kaya seperti mereka.
karena merasa lapar dan lelah Bryna berinisiatif untuk pergi mengambil minum dan cake yang lucu-lucu yang di hidangkan di sana.
Bryna melepas pelan genggaman devan.. Pria ini yang masih mengobrol dengan rekan bisnis nya merasakan jika Bryna melepaskan genggaman nya dia melirik sekilas ketika Bryna berjalan menjauh dari nya. Tapi dia membiarkan Bryna karena dia tahu Bryna pasti lelah.
Bryna berjalan menyusuri ruang pesta yang megah itu dia merasa kagum dengan nuansa pesta ini.
seperti ini ternyata kehidupan orang-orang kaya. gumam Bryna
Dia sampai meja makanan berbagai makanan ringan ada di sana yang pasti mahal-mahal. Namun bagi Bryna karena ini Gratis dia pun mengambil setiap cake untuk di coba nya.
hmm aku suka jika seperti ini.
tiba-tiba ada yang memberikan jus jeruk pada Bryna.
Bryna pun menerima nya.
"Terimakasih."
Ketika Bryna masih menikmati makanan yang berada di sana tiba-tiba datang wanita cantik sambil membawa jus di tangan nya menghampiri Bryna.
"Oh ini yang tadi sempat menjadi pusat perhatian." ucap wanita itu
Bryna melihat ke arah sumber suara..dan iya dia bertemu dengan wanita yang pernah melabrak nya di restoran waktu itu. siapa lagi kalo bukan Nova.
"Hai." sapa Bryna dengan senyum mengembang
Nova yang di sapa seperti itu oleh Bryna merasa jengkel.
"Aku baru tahu wanita miskin pun bisa datang ke pesta formal seperti ini."
"Bukan kah beda dari yang lain Nona.. kebanyakan yang datang ke pesta seperti ini orang-orang terpandang bukan..bahkan tidak sembarang orang yang datang..tapi saya yang hanya wanita miskin bisa datang ke sini." jawab bryna
jawaban Bryna ini membuat Nova semakin kesal. Nova tidak habis pikir kenapa wanita ini sungguh berani pada nya.
"Kau bisa datang ke sini karena Tunangan ku..jika bukan karena dia pasti kau tidak bisa datang.. menyedihkan." jawab Nova
"Maksud anda Tuan Devan! ucap Bryna "menurut Nona siapa di sini yang paling menyedihkan? bukan kah nona tunangan nya tapi tunangan anda palah mengajak wanita miskin seperti saya datang ke pesta ini." ucapan bryna membuat Nova semakin jengkel
Tamu-tamu yang lain melihat percekcokan 2 wanita itu.
Di sisi lain Seorang pria memperhatikan kedua wanita itu sejak tadi. Dia merasa wanita miskin itu sungguh berbeda dengan wanita di luaran sana..bahkan berbeda dengan beberapa wanita yang di dalam pesta ini.
"Menarik.!" ucap nya
"iya? tuan apa yang menarik.?" tanya Kevin
karena tidak ada jawaban Kevin melihat kearah yang sedang di lihat tuan nya ini.
"Bukan kah itu Nona restoran itu tuan.?" tanya Kevin
"Hmm..dan wanita yang di lawan nya Nona muda dari keluarga Damanik rekan bisnis kita."
"seperti nya nona restoran tidak gampang di tindas."
Lay tersenyum senang melihat gadis itu.. tiba-tiba dia teringat adik perempuan nya yang terpisah beberapa tahun yang lalu.
Mungkin kau sudah dewasa seperti gadis itu. Aku harap kau tumbuh dengan baik..dan aku segera menemukan keberadaan mu.
***
"Bukankah kau yang lebih menyedihkan kau tahu kau hanya di jadikan simpanan tunangan ku..jadi jangan berbangga diri pada diri mu sekarang."
"Maaf nona saya pun tidak merasa senang berada di dekat orang-orang kaya seperti kalian.. apalagi pria-pria kaya itu membuat ku muak."
"Benar kah.?" tanya Nova
Nova mendekat ke arah Bryna
"Jika kau merasa tidak senang menjauh lah dari Devan dan pergi sejauh mungkin agar Devan tidak menemukan mu.."
"Sejauh apapun dia pergi dari ku..aku akan tetap menemukan nya." Suara berat Devan tiba-tiba muncul di sela-sela percakapan mereka
Bryna sungguh takut jika Devan mendengar perkataan nya tadi.
"Devan.!" ucap Nova
Devan sudah meraih tubuh mungil Bryna masuk ke dalam pelukan nya.
"Nyali mu sungguh berani karena telah mengganggu wanita ku." ucap Devan
"Devan aku tunangan mu..kenapa kau memilih wanita miskin ini..bahkan dia lebih rendah dari sampah." ucap Nova
Deg
ucapan Nova membuat Bryna merasa menjadi wanita rendah di dunia ini.
Ketika Devan akan melayangkan tamparan nya ke arah Nova tiba-tiba tangan nya di tahan oleh tangan pria.
"Berani sekali kau akan memukul Adik ku." ucap Gabriel kakak dari Nova
Devan tersenyum sinis
"Ajari adik mu sopan santun tuan Gabriel Damanik..Bukan kah dia bersekolah tinggi-tinggi di luar negeri tapi mulut nya seperti sampah...Heh! apakah dia cocok untuk berdampingan dengan ku." ucapan Devan ini membuat Nova merasa di permalukan secara terang-terangan oleh calon tunangan nya sendiri.
"Kau.."
Bug
pukulan dari Gabriel melayang di wajah Devan dan di sudut bibir Devan mengeluarkan darah segar.
Semua tamu panik melihat perkelahian Tuan muda dari keluarga Nuraga dan Damanik.
Rio yang melihat kejadian itu langsung bergegas berlari menuju keberadaan mereka untuk melerai kedua nya.
sedangkan Bryna berusaha melerai mereka berdua ketika Bryna berdiri di tengah-tengah mereka agar mereka berhenti namun Gabriel sebelum itu sudah melayangkan tinju nya ke arah Devan lagi namun tinjuan itu bukan melayang ke arah Devan melainkan ke wajah mulus Bryna .
Bug
"Ahkkkk" teriak Bryna sebelum akhirnya langsung tak sadarkan diri
Dia jatuh ke pelukan devan.
Gabriel yang merasa bersalah dia pun terdiam sejenak melihat siapa yang terkena pukulan keras nya. Dia merasa bahwa dia bukan lelaki.
bagaimana bisa dia meninju seorang wanita.
semua orang terkejut..Devan pun langsung menggendong tubuh Bryna ala bridal keluar dari ruang pesta dan langsung menuju lobi hotel.
"De..devan aku tidak sengaja." teriak Gabriel
Lay yang melihat itu pun merasa khawatir pada Bryna .
Tunggu kenapa aku mengkhawatirkan gadis itu..bahkan aku tidak mengenal nya. Lay lihat gadis itu sudah ada pria yang akan melindungi nya.
***
**HAPPY READING 🍭🍓
Maaf jika cerita nya tidak nyambung..jika tidak menyukai jangan lanjut kan membaca.
jika para readers menyukai cerita ini jangan lupa like di setiap bab nya dan juga vote nya untuk novel ini. terimakasih 😍**