ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.45 Gagal memberikan kejutan


Bagaimana jika mimpi buruk itu benar-benar terjadi di kehidupan nyata mu, apa yang akan kau lakukan.


Bahkan jika mimpi itu benar-benar terjadi aku tidak ingin bangun dari mimpi itu, aku hanya ingin merasakan itu semua di mimpi buruk itu tidak untuk di dunia nyata ku.Aku tidak sanggup untuk hal itu.


Bryna sudah tertidur kembali setelah Devan memanggil dokter Cindy untuk datang ke mansion nya.


Devan masih setia duduk di samping ranjang melihat istri nya yang tertidur terlihat damai.


"Bagaimana keadaan nya cin?" tanya Devan dengan ekspresi datar nya tapi masih tetap dengan nada khawatir nya


"Devan apakah istri mu ini tidak mengalami hal-hal tidak biasa selama 1 Minggu ini?" bukan nya menjawab pertanyaan Devan Cindy palah mempertanyakan hal yang tidak di mengerti oleh Devan


"apa yang kau maksud Cindy?"


"Tuan muda Devan yang terhormat kau sangat tampan dan juga pintar tapi kenapa tentang hal seperti ini kau terlihat bodoh sekali." omel Cindy tanpa rasa takut padahal sekarang ini Devan sudah menatap nya tajam sangat tajam


"Bodoh?" ulang Devan


"Iya kau bodoh karena tidak mengetahui jika istri mu itu hamil." jelas Cindy


Devan yang tadi nya ingin marah ke Cindy dia urungkan ekspresi nya berubah mata nya berbinar dan terharu karena akhirnya istri nya mengandung anak nya.


"Jadi aku harap kau selalu ada di samping nya Devan, jangan buat dia stres karena bisa mempengaruhi kandungan nya..oh iya kandungan nya sudah berusia 1 Minggu mungkin gejala-gejala ibu hamil akan muncul dan itu akan sangat merepotkan mu." jelas Cindy lagi dengan senyum mengembang di bibir nya


"Maksudnya gejala-gejala ibu hamil apa itu?" tanya Devan


"Kau akan tahu sendiri Devan..dan juga Nona Bryna akan segera membaik dia hanya syok dengan mimpi buruk nya."


"Cindy kenapa tadi kau bisa mengatakan ku bodoh karena tidak mengetahui jika istri ku hamil, lihat istri ku saja pasti tidak mengetahui nya jika dia hamil apalagi diri ku yang tidak merasakan hamil itu seperti apa." omel Devan merasa tidak terima dengan perkataan Cindy tadi


"Devan wanita biasa nya menyembunyikan dahulu jika dia sudah mengetahui jika dia hamil dan akan memberikan kejutan untuk suami nya..tapi ku rasa istri mu ini gagal ingin memberikan kejutan untuk mu..aku harap kau akan pura-pura terkejut jika nanti istri mu memberi tahu mu." saran Cindy dan langsung membungkukkan badan nya dan langsung melengos pergi dari mansion Devan


***


"huft aku sungguh rasa nya akan mati berdiri jika Devan sudah menatap seperti ingin membunuh." gumam Cindy ketika sudah di luar mansion


Devan masih berpikir keras jika nanti Bryna memberi tahu nya jika dirinya hamil ekspresi seperti apa yang akan dia tunjukan dia tidak pandai untuk hal akting.


ketika dia sedang bergulat dengan pikiran nya tiba-tiba di kejutkan dengan sadar nya Bryna.


"Devan apa yang kau pikirkan?" suara parau itu Devan dengar membuat Devan terkejut


"Ah..sa sayang kau sudah sadar." jawba Devan gelagapan


"kenapa kau gugup seperti itu.?" tanya Bryna


"ah tidak sayang aku hanya khawatir dengan keadaan mu dan bayi kita." jawab Devan tanpa sadar dia keceplosan berbicara kebenaran nya


Bryna sedikit terkejut mendengar kata "bayi kita"


"Apa kau sudah mengetahui nya.?" tanya Bryna pelan


"Maaf seharusnya aku pura-pura belum mengetahui nya." jawab Devan


"Hahah apa yang kau katakan Devan aku senang kau sudah mengetahui nya."


"Sejak kau tahu jika kau hamil?" tanya Devan


"Sejak 1 Minggu yang lalu,aku merasa diri ku tidak seperti biasa jadi aku mencoba tespack yang diberikan oleh Lucy pada ku." jelas Bryna dengan mata berbinar


"apa kau akan memberikan ku kejutan tentang kehamilan mu.?" tanya Devan


"Hmm..tapi kau ternyata sudah mengetahui nya apakah dokter Cindy datang?" ucap Bryna


"Iya karena aku mengkhawatirkan mu sayang..aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu lagi."


Devan Langsung memeluk istri nya erat rasa nya dia tidak ingin kehilangan istri tercinta nya ini.


"Devan jangan terlalu erat Devan junior akan sesak." ucap Bryna


Devan langsung melepaskan pelukan nya dan mencium kening istri nya itu. menatap dalam ke arah mata indah istri nya itu. Dia berjanji akan menjaga dan melindungi istri dan bayi nya.


"Jangan pikirkan hal-hal yang menggangu pikiran mu, aku tidak mau kau stres dan bisa mempengaruhi kandungan mu." jelas Devan


"Hmm." jawab bryna dengan anggukan


tak lama Lucy datang membawa nampan berisi bubur segelas susu dan segelas air putih untuk Bryna . Namun baru saja di letakkan di nakas dekat ranjang Bryna mengalami mual dan Langsung turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Devan mengejar nya dan melihat Bryna memuntahkan cairan putih dari perut nya.


"Sayang apa kau baik-baik saja.?" tanya Devan khawatir


Hoek Hoek


"Tuan muda ini adalah gejala ketika sedang hamil muda, nona akan sering mengalami morning sickness selama kehamilan pertama nya." ucap Lucy


"Kenapa kau bisa tahu.?" tanya Devan


"Karena saya mempelajari tentang materi dokter kandungan tuan."


"Hmm baiklah..kau boleh pergi." jawab Devan datar


Bryna keluar dari kamar mandi dengan ekspresi wajah yang sedikit pucat


"Sayang aku pucat."


"Tidak apa-apa sayang aku hanya mengalami morning sickness...oh iya tolong bawa pergi bubur itu rasa mual ku akan kembali datang jika bubur itu masih berada di kamar ini."


Lucy yang baru ingin melangkah kan kaki nya keluar dia langsung mengambil nampan itu kembali.


"Aku ingin buah-buahan segar Dev." ucap Bryna ketika sudah kembali duduk di ranjang


Devan menekan tombol Otomatis yang akan menuju ke dapur tapi belum sempat menekan nya Bryna sudah menghentikan nya.


"Aku ingin kamu yang mengupas nya untuk ku, bukan orang lain." mohon Bryna


"Apakah ini keinginan bayi kita.?" tanya Devan yang mulai mengerti gejala-gejala yang sudah timbul yang muncul


Bryna mengangguk dengan ekspresi imut yang membuat Devan terkekeh dengan tingkah istri nya ini.


"Baiklah-baiklah aku akan mengupaskan untuk mu sayang dan jagaon Daddy." ucap Devan sambil mengelus perut rata Bryna.


Bryna mendengar kata "jagoan Daddy" hati menghangat dia semakin tidak sabar menunggu kelahiran bayi nya yang baru 1 Minggu ini.


"Lihat Daddy mu terlihat seperti pria bodoh ketika bersama mommy sayang..tapi kau tahu Daddy mu jika sudah di dunia bisnis nya dia terlihat sangat keren dan berkarisma." ucap Bryna sambil tersenyum mengembang di bibir nya



Ray dan tuan Aryo ayah tiri Bryna sebut saja sekarang seperti itu sekarang. Tapi memang benar kenyataan nya seperti itu.



Sudah sampai di Indonesia tanpa sepengetahuan Bryna dan juga devan.



"Ray jangan beri tahu Bryna jika kita berada di Indonesia." ucap tuan Aryo



"Baiklah ayah."



"Papa aku ingin mengunjungi aunty Bryna ayo kita ke sana." rengek anak laki-laki usia Tampan yang memiliki kemiripan dengan Ray walaupun mata nya ikut dengan mama nya mata orang China dan kulit putih nya turun dari mama nya. Namun ketampanannya diturunkan dari Ray papa nya.



Zhang Yifan anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun sedang menarik-narik baju Ray sambil memasang wajah imut nya.



"Yifan kita baru saja sampai, kita akan mengunjungi Aunty Bryna besok."



"Benar sayang lihat dirimu seharusnya tidur sekarang kau terlihat lelah." ucap wanita cantik yang menghampiri kedua nya dia adalah Han Xiao Yi istri Ray.



Yifan akhirnya menurut dan langsung di gendong oleh Mama nya, anak laki-laki yang berpipi gembul itu sangat menggemaskan.



Ray hanya geleng-geleng melihat tingkah putra pertama nya itu.



**HAPPY READING 🍉🍓


Halo readers author ngaret kembali lagi :(


maaf banget udah buat para readers nunggu lama, Makasih juga yang pada nunggu kelanjutan nya mungkin juga udah ada yang pindah baca cerita yang lebih menarik dari ini heheh nggak papa..☺️☺️jika ada typo harap maklumi, oh iya karena cerita ini udah sampai 45 bab, minta pendapat kalian dong? di kolom komentar** :(