ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab 31. Pantai (Flashback off)


Mobil yang membawa Devan dan Bryna menyusuri padat nya jalan kota A menuju tempat yang Devan tuju entah kemana itu. Bryna pun tidak mengetahui nya. Bryna hanya diam seribu bahasa di dalam mobil dengan menatap ke luar jendela tatapan nya kosong.


Devan juga hanya fokus menyetir tapi dia juga memperhatikan Bryna yang duduk di samping nya.


Siapa sebenarnya kedua orang tua ku.. bagaimana bisa ayah dan ibu bukan kedua orang tua kandung ku..lalu di mana papa dan mama kandung ku.. kenapa aku tidak mengetahui semua ini..bahkan nama marga ku di gantikan..kenapa mereka tidak mengatakan yang sebenarnya pada ku. Yang sedang di pikirkan oleh Bryna saat ini.


1 jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di pantai yang ternyata di mana Bryna belum pernah mendatangi nya sekali pun.


Devan memarkirkan mobilnya


"Wow." ucap Bryna takjub


"Devan bagaimana bisa kamu menemukan pantai seindah dan tenang ini.?" tanya Bryna


"Rahasia." jawab Devan


Bryna pun langsung berlarian menyusuri pinggir pantai dengan tawa yang mengemban Ng di bibir nya. Bryna merasa beban yang dipikul nya terhempas terbawa angin pantai di sini.


Devan berjalan santai mengikuti Bryna dari belakang. Bibir nya sedikit menyunggingkan senyum tipis melihat Bryna sebahagia ini.


Ternyata kau sangat menyukai pantai..Bryna


Bryna berdiri terdiam di sana menatap luas nya Laut yang mungkin tidak ada ujung nya.


Devan berhenti sedikit jauh dari tempat berdiri nya Bryna.


Ayah ibu aku tidak tahu keberadaan kalian di mana sekarang..tapi aku hanya ingin memberi tahu kalian.. Aku Bryna Sinaga atau apapun itu Aku putri kalian sudah menikah dengan pria yang aku benci tidak tahu kenapa aku sangat membenci nya. Namun dia selalu membuat ku tiba-tiba nyaman tapi juga tiba-tiba Membuat ku semakin membenci nya. Lihat ayah ibu aku Sekarang sedang bersama nya dia yang membawa ku ke sini.


Devan mendekati Bryna karena dia Melihat Bryna menangis.


"Bee." panggil Devan


Bryna diam sambil menghapus air mata nya


"Aku sudah bilang bukan, menangis lah jika ingin menangis." ucap devan tanpa melihat ke arah Bryna


Bryna hanya diam tidak menanggapi perkataan lelaki di samping nya yang status nya adalah suami nya.


"Bagaimana kamu mengetahui semua nya?" tanya Bryna tiba-tiba


"Hal apapun tentang diri mu aku tahu bahkan kedua orang tua kandung mu..kecuali hal yang kau sukai dan tidak kau sukai." jawab Devan


"Kau tahu kedua orang tua kandung ku?"


"Hmm"


"di mana mereka sekarang.. bawa aku menemui mereka aku ingin melihat mereka."


"Tidak untuk sekarang..sebaik sekarang kau fokus ke wisuda mu.."


"Tapi aku ingin sekarang juga."


"TURUTI PERINTAH KU.!" bentak Devan


seketika Bryna mundur beberapa langkah menjauh dari Devan..tapi devan menyadari hal itu..dia pun langsung menarik lengan bryna.


"Jangan berani kau melangkah kan kaki mu lagi..jika kau masih ingin berjalan."


"Lepaskan Dev..kau menyakiti ku."


Tanpa aba-aba Devan langsung mengangkat tubuh Bryna di bahu nya.. seperti membawa karung beras.


Kenapa pria ini sifat nya berubah hanya dalam hitungan detik..aku takut jika diri nya kembali ke sifat dingin nya.


Devan memasukan Bryna ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman. lalu dia duduk di kursi pengemudi lalu membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi. Membuat Bryna memejamkan kan mata nya karena dia ketakutan.


"Devan apa kau ingin mengajak ku mati." teriak Bryna di sela-sela ketakutan nya


Devan hanya diam dan tetap fokus menyetir mobil nya. Hingga 40 menit kemudian mobil sudah sampai di halaman mansion milik Devan.


"Turun." ucap Devan dingin


Devan menyeret Bryna masuk ke dalam mansion..dia memegang lengan Bryna erat.


"Devan kau menyakiti ku." Ucap Bryna sedikit keras


yang membuat Devan lebih murka lagi.


"Sejak awal bertemu dengan ku..kau suka sekali membentak ku Bryna..bahkan kekasih ku tidak pernah membentak ku." ucap Devan suara bariton nya membuat Bryna semakin takut


"Kekasih?" tanya Bryna


Namun Devan hanya diam.


Tanpa mereka sadari Tuan besar dan nyonya besar berada di ruang keluarga sedang menunggu mereka.


Bryna menepis tangan Devan yang memegang erat lengan nya.


Bryna langsung berjalan menuju lantai atas meninggalkan Devan yang masih terdiam.


Namun belum sempat Bryna menginjak anak tangga pertama Devan sudah menahan nya lagi.


"Hei Berani sekali kau meninggal kan ku yang sedang bicara dengan mu."


"LEPASKAN.!"


"Kau semakin berani iya sekarang..aku harus memberi hukuman pada mu malam ini." ucap Devan


Entah sejak kapan Bryna sudah berada di bahu Devan.


"Tidak aku mohon jangan lakukan itu." ucap Bryna


"Bryna aku suami mu..aku berhak melakukan apapun pada mu."


"Baik baik aku akan menuruti perintah mu..tapi tolong lepaskan aku dari hukuman ini." ucap Bryna sedikit memelas


Devan tersenyum tipis melihat ketakutan Bryna.


***


Sungguh pasangan suami istri yang rumit Di sisi lain Bryna sangat membenci Devan. sedangkan Devan tidak tahu apa yang dia ingin kan dari Bryna..(Author juga tidak tahu hanya tuhan dan Devan yang tahu wkwk)


3 bulan Pernikahan Devan & Bryna


Bryna mulai luluh dengan sifat devan yang setiap hari nya lembut pada nya. Bahkan di wisuda nya Devan sempat datang namun mereka masih menyembunyikan pernikahan mereka di publik. Itu yang Bryna inginkan.


"Aku mencintaimu Bryna." ucap Devan di sela-sela tidur nya


Bryna mendengar itu dengan jelas namun hati nya masih ragu dengan itu. Dia takut jika Devan hanya sekedar berucap karena baru pertama kali ini sejak pernikahan nya yang sudah menginjak 3 bulan Devan mengatakan bahwa dia mencintai diri nya.


Devan membuka mata nya karena tidak ada respon dari Bryna. saat ini Devan tidur di pangkuan Bryna sedangkan Bryna duduk dan bersandar di kepala ranjang.


"Kenapa kau tidak menjawab?" tanya Devan


"..."


"Aku membenci mu, bukan kah kau tahu itu." jawab bryna sedikit gugup karena di tatap seperti itu oleh Devan


"Tapi aku mencintaimu Bryna..apa kau tidak melihat dengan jelas mata ku..apa aku terlihat bercanda.."


"Tapi bukan kah kau menikahi ku ada tujuan tertentu?" tanya Bryna


"kau sudah mengetahui nya ternyata."


"Maaf aku tidak sengaja mendengar obrolan mu bersama kak Ray waktu itu."


flashback on


Devan dan Ray berada di ruang kerja milik Devan.


"Devan aku tahu kau menikahi Bryna ..hanya untuk membalas dendam mu pada ku bukan."


"Jika iya apa kau akan mengambil Bryna dari ku.?"


"Tentu saja..aku tidak akan membiarkan pria brengsek seperti kau menyakiti adik ku."


"Pria brengsek..itu cocok untuk mu bukan untuk ku..kau yang mencampakkan Sivia dulu..jika kau tidak menolak nya pasti Sivia sekarang masih bersama kita."


"Devan sudah berapa kali aku menjelaskan pada mu..Aku tidak mungkin Menerima cinta nya sedangkan di hati ku sudah ada wanita lain..bukan kah jika aku tetap menerima akan lebih menyakiti hati nya..karena jika aku menerima nya aku akan lebih bersalah lagi pada nya.."


"Jadi aku harap kau tidak membalas dendam mu pada Bryna." Ray langsung berjalan mendekati Devan dan berbisik ke telinga Devan.


"Kali ini aku tidak akan mengambil Bryna dari mu..tapi jika aku tahu kau menyakiti nya.. jangan harap untuk bisa menahan nya untuk tetap di sisi mu." bisik Ray dan langsung pergi berjalan keluar menuju pintu.


Di sisi lain Bryna lewat ruang kerja Devan dia akan menuju lantai 3 karena di sana tempat ruang baca milik Devan berada. namun ketika melewati ruang kerja Devan tidak sengaja Bryna mendengar percakapan antara Devan dan juga Ray. ketika mendengar suara langkah kaki Bryna langsung bersembunyi di dekat lemari kaca yang berada di lorong itu.


Ray keluar dengan sedikit emosi.


Devan tersenyum dingin di tangan kanan nya memegang gelas yang berisi wine di putar-putar.


***


Flashback off


Devan memejamkan mata nya lalu berkata


"Aku memang berniat seperti itu dulu, namun aku tanpa sadar sudah mencintai mu sejak 2 bulan yang lalu."


"Jadi?"


"Aku tidak mungkin menyakiti wanita yang aku cintai."


"Tapi aku.." Bryna


"Aku tahu kau membenciku..tapi di hati mu yang paling dalam kau merasakan kenyamanan jika bersama ku." devan


"Jika kau benar-benar membenci ku..kau mungkin sudah berusaha keras untuk pergi dari ku..tapi nyata nya sampai sekarang kau masih berada di sisi ku..apa kau yakin kau benar-benar membenci ku istri ku.?" devan


Bryna terdiam iya dia juga menyadari itu semua..


"Karena kau diam saja..jadi tebakan ku benar..kau tidak benar-benar membenci ku."


"Aku akan tidur Sekarang." ucap Devan lagi Devan sudah memejamkan mata nya sedangkan Bryna membiarkan Devan tidur di pangkuan nya.


10 menit kemudian Bryna mengatakan


"Aku juga seperti nya mencintai mu..kau benar aku tidak benar-benar membenci mu" ucap Bryna pelan


Namun ternyata Devan masih mendengar nya dia hanya berpura-pura tidur di pangkuan Bryna.


Kenapa susah sekali bee untuk mengakui kau mencintaiku juga.


***


**HAPPY READING 🍉🍭🍓


Akhirnya mereka mengakui bahwa mereka saling mencintai..yeee😍btw jangan lupa like dan vote nya iya Terimakasih ☺️oh iya maaf juga kalo sampai sini cerita nya nggak nyambung**