ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.26 bisa saja aku melakukan nya sekarang


Setelah selesai membersihkan diri Bryna keluar dari kamar mandi dia menyapu penglihatan nya ke seluruh kamar namun tidak menemukan sosok Devan.


dimana Devan?


Bryna keluar dan jalan pelan-pelan siapa tahu Devan ada di salah satu ruangan kamar ini.


aman Devan tidak ada di sini..sebaik nya aku mengering kan rambut ku.setelah itu tidur.


Bryna menuju meja rias yang tadi nya hanya perlengkapan Devan saja sekarang penuh dengan perlengkapan wanita..Bryna tersenyum melihat ke arah meja rias.


kapan Devan menyiapkan ini semua..hmm pria kaya memang seperti itu bisa melakukan dalam sekejap.


Bryna sedang duduk mengeringkan rambut nya tiba-tiba Devan muncul dari pantulan cermin besar di depan bryna. Bryna terkejut dengan muncul nya Devan tiba-tiba.


tanpa bicara Devan langsung merebut hairdryer dari tangan Bryna dan langsung mengering rambut panjang istri nya dengan lembut.


"Tidak perlu tuan..aku bisa melakukan nya sendiri." tolak Bryna


"Tuan?"


Bryna bingung


"Iya tuan aku bisa..."


"Aku suami mu sekarang bukan tuan muda mu, dan juga aku sudah mengatakan jika butuh bantuan bilang padaku." ucap Devan


"Lalu aku harus memanggil mu apa?" tanya Bryna dengan polos nya


"Terserah selain tuan."


"Mas, Papa, Abi, ayah, emm.."


"Aku bukan kakak mu atau ayah mu kenapa kau berniat memanggil ku begitu."


"lalu aku harus memanggil apa tuan muda Devan.?" jawab kesal Bryna


"terserah kau selain semua yang tadi kau sebutkan."


"sa..sayang atau suami ku." ucap Bryna


"Iya." jawab singkat Devan


"Huft..bilang saja kau sejak tadi sudah ingin di panggil dengan sebutan itu..kenapa bertele-tele sekali Devan." jawab kesal Bryna lagi


"Kenapa kau terlihat kesal sekali hah?, apa yang salah dengan ku?"


"Kan aku sudah bilang pada mu aku sangat membenci mu sangat membenci mu sampai ingin.."


"Baiklah-baiklah terserah Nona muda Bryna saja." jawab Devan dan langsung meletakkan Hairdryer dan pergi masuk ke kamar mandi begitu saja


Bryna hanya diam dan langsung merebahkan tubuh nya di atas sofa yang berada di kamar devan. Bryna langsung memejam kan mata nya karena dia sudah sangat lelah hari ini.


Aku harus tidur awal..karena mulai detik ini aku sudah resmi menjadi istri dari seseorang pria yang menyebalkan..dan aku harus bangun pagi besok untuk menyiapkan keperluan nya.


Beberapa menit kemudian Devan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan jubah mandi dan iya dada bidang nya mengintip di balik jubah mandi nya rambut nya yang masih setengah basah membuat ketampanan nya semakin terpancar.


mata Devan langsung tertuju ke arah ranjang king size nya tapi tidak menemukan sosok Bryna. Dan dia langsung melihat ke arah sofa benara saja Bryna sudah tertidur pulas di atas sofa.


apa-apaan Gadis itu tidur di sofa apa dia sangat membenciku sampai-sampai tidak ingin tidur satu ranjang bersama ku.


Devan berjalan ke arah sofa dan melihat Bryna seperti putri tidur yang harus di beri ciuman agar terbangun dari tidur pulas nya.


entah sejak kapan Devan sudah berada di atas tubuh Bryna dengan masih memakai jubah mandi nya.


"Istri ku apa kau tidak ingin tidur bersama ku di ranjang.?" bisik Devan di telinga Bryna


Bryna sedikit terganggu dengan bisikan Devan barusan dan hembusan nafas Devan sudah membuat leher jenjang nya merasa geli . Devan masih bertahan di posisi nya dan menatap lekat wajah istri nya yang polos itu.


Bryna membuka mata nya pelan dia mengabaikan pria yang di atas tubuh nya itu dan memejamkan mata nya lagi namun beberapa detik kemudian Bryna tersadar jika dia sedang tidak bermimpi dia membuka mata nya lebar-lebar.


"Ahhkkkk..apa yang kau lakukan." teriak Bryna


hampir saja gendang telinga Devan meledak


"Kenapa kau berteriak seperti itu malam-malam jika semua penghuni mansion ini dengar bisa-bisa mereka semua berpikir aku membuat mu takut malam ini."


"Kenapa kau tidak memakai pakaian mu, dan juga bisa tidak kau pindah dari posisi mu sekarang."


"Bagaimana aku bisa memakai pakaian ku, jika istri ku saja tidak menyiapkan nya untuk ku."


Bryna menghela nafas berat tidak habis pikir ternyata Devan begitu manja.


"Aku ingin istri ku ini yang menyiapkan nya untuk ku..dan kenapa aku di sini aku hanya ingin menggoda istri ku yang dengan lancang nya tidur di sofa."


"Baiklah-baiklah..dan apa..kenapa lancang aku hanya tidak ingin tidur satu ranjang dengan mu..bahkan sofa ini lebih nyaman dari ranjang king size mu itu tuan." jawab bryna ketus


Devan beranjak dari posisi nya dan langsung duduk di sebelah Bryna berbaring.


Bryna berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian ganti untuk Devan .


"Ini sebaiknya cepat pakai baju mu.."


"Keringkan rambut ku dulu."


tuhan berikan aku kesabaran untuk mengurusi bayi besar ini.


Devan berjalan menuju meja rias dan langsung duduk di depan cermin Bryna langsung mengering rambut Devan dengan lembut seperti tadi Devan melakukan nya untuk nya. Devan memperhatikan kegiatan Bryna dari pantulan cermin.


"Suami ku kau tidak perlu memperhatikan ku seperti itu."


Devan tersenyum senang mendengar kata suami ku dari mulut Bryna barusan .


"Aku ingin memperhatikan kegiatan istri ku..kenapa kau melarang nya."


"Terserah kau saja..aku tidak ingin berdebat dengan mu lagi."


Bryna meletakkan Hairdryer nya di tempat semula dan langsung pergi meninggalkan Devan namun Devan menahan nya dia memegang lengan Bryna dan langsung menarik nya hingga Bryna duduk di pangkuan devan.


"Terimakasih istri ku."


kenapa hanya mengucapkan terimakasih harus seperti ini..Devan sudah membuat pipi ku merah padam.


"Kenapa pipi mu merah sekali?" tanya Devan pura-pura bodoh


"Ahhh kau yang membuat ku seperti ini Devan." ucap Bryna dan langsung berlari menuju sofa


Namun


"Jangan berani-berani nya tidur di sofa lagi cepat kembali." bentak Devan


Bryna menghentikan langkahnya namun dia tetap tidur di sofa dan mengabaikan Devan barusan yang sudah membentak nya.


"Bryna Sinaga!"


"Bryna menutup telinga nya tidak ingin mendengar kan Devan."


"Bryna Sinaga!"


"Aku bisa saja melakukan nya sekarang juga."


deg


apa melakukan apa hah tidak mungkin kenapa secepat itu aku belum siap tidak. teriak batin Bryna


Bryna langsung beranjak dari posisi nya dan langsung merebahkan tubuh nya di ranjang king size itu.


"Gadis pintar.. walaupun seperti itu aku akan tetap melakukan nya." ucap Devan


"Melakukan apa?" tanya Bryna yang langsung Melihat ke arah Devan yang saat ini Devan sedang memakai pakaian nya


"Ahhh Devan kenapa kau mengganti baju mu di sini."


"Kenapa di sini tidak ada orang lain selain kita berdua..kita sudah resmi menjadi suami istri bee.."


"Tapi..Devan kenapa.."


"tenang saja istri ku..aset berharga yang ada di tubuhku ini milik mu dan tidak akan ada orang lain yang melihat nya bahkan menyentuh nya selain diri mu." jawab Devan


yang membuat wajah Bryna merah padam


"Dasar otak mesum." ucap Bryna kesal


Bryna sudah masuk ke dalam selimut tebal agar Devan tidak Melihat Rona merah di pipi nya lagi.


Devan hanya tersenyum senang karena berhasil menggoda istri polos nya ini.


***


HAPPY READING 🍓🍉🍭