
Devan turun ke lantai bawah dan mengatakan ke Kepala pelayan bahwa Bryna sudah tidur.
"Bi Ani..siapkan saja untuk ku..tidak perlu untuk Bryna karena dia sudah tertidur."
"Baik tuan."
Devan langsung naik ke lantai atas lagi dan memasuki kamar nya. dia membersihkan diri nya lalu berganti pakaian santai. Setelah selesai mandi Devan turun lagi menuju dapur untuk makan malam karena ini masih pukul 9 malam Beberapa Pelayan sudah berisitirahat tunggal beberapa pelayan yang masih mengerjakan pekerjaan nya bersama bi Ani.
Devan duduk di meja makan dengan elegan nya. Pria ini seperti keturunan bangsawan kenapa makan saja sangat elegan dan membuat orang yang melihat nya terkagum dengan ketampanan nya.
Setelah beberapa menit kemudian Devan langsung menuju ruang kerja nya. Untuk menyelesaikan pekerjaan kantor nya yang tertunda. Pria kaya seperti itu iya sudah malam pun masih bekerja..pantas saja Devan sangat kaya dan dikagumi banyak para Pembisnis lain nya..karena kerja keras Devan bisa membuat kerjaan bisnis nya bisa sampai Go internasional. Bahkan anak perusahaan nya sudah berada di China, dan beberapa negara Asia lain nya.
Pukul 00:00 Malam Bryna terbangun dari tidur nya..Dia merasa lapar lalu dia mengerjapkan kedua mata nya.
Kenapa aku bisa di atas ranjang, seinget ku aku tertidur di lantai. Batin Bryna bingung
Ah mungkin aku tanpa sadar pindah dengan sendirinya.
Perut ku lapar sekali.. sebaiknya aku bikin sesuatu yang bisa di makan di dapur.
Bryna pun langsung keluar kamar Namun keadaan gelap hanya ada beberapa lampu mansion yang masih menyala remang-remang Bryna menggunakan senter ponsel nya untuk memerangi jalan nya menuju dapur mansion yang lumayan jauh dari kamar nya.
"Pukul berapa ini..kenapa sepi sekali."
"Ahh..00:00 malam."
Bryna sampai di dapur dan langsung menyalakan lampu dapur dia mulai mengotak-atik dapur mencari sesuatu yang bisa di makan. Dia pun berinisiatif membuat nasi goreng.
Setelah menyiapkan bahan-bahan nya brnya mulai memasak nasi goreng sosis,dan beberapa toping lain nya.
Sedangkan Devan baru saja keluar dari ruang kerja nya namun dia mendengar ada yang memasak di dapur.
"Siapa yang memasak jam segini." Gumam nya
Devan pun turun menuju dapur setelah sampai di dapur dia melihat sosok gadis yang akan menjadi istri nya 3 hari lagi sedang membuat nasi goreng.
Rambut panjang Bryna masih tergerai karena Bryna merasa risih akhirnya Bryna mengikat rambut panjang nya. Ketika Bryna mengikat rambut nya yang dilihat oleh Devan itu mode slow motion dan entah dari tiba-tiba cahaya dari atas menerangi seorang Bryna yang membuat leher jenjang nya terlihat sangat indah.
Sial..kenapa gadis itu mengikat rambut nya di depan ku.
Bryna melanjutkan masak nya setelah selesai memasak dia menaruh nasi goreng buatan nya di atas piring dan Bryna pun menghias nasi goreng buatan nya dengan toping telor mata sapi di atas nya dan beberapa sosis yang sudah di goreng.
"Wah sangat cantik." ucap Bryna tersenyum puas
Ketika Bryna akan membawa ke meja makan dia di kejutkan dengan keberadaan Devan yang dengan santai berdiri menyenderkan tubuh tinggi nya di dinding pembatas dapur dan ruang makan dengan kedua tangan nya di lipat di depan dada.
"Tu..tuan..apa yang kau lakukan di sini.. mengangetkan saja." Ucap Bryna sedikit terkejut namun dia mencoba santai di hadapan Devan
Bryna berjalan melewati Devan menuju meja makan mengabaikan Devan yang hanya diam menatap nya datar.
"Apa tuan sudah makan malam..jika belum tuan bisa memakan nasi goreng buatan ku bersama dengan ku." Ucap Bryna
Devan berjalan ke arah Bryna dan duduk di hadapan Bryna dia menatap lekat wajah Bryna.
"Kau makan saja..aku sudah makan malam."
"Iya sudah."
Bryna pun langsung memakan nasi goreng nya dengan lahap.
"pelan-pelan saja..aku tidak akan mengambil nya dari mu."
"Tuan..jika tuan menginginkan nya ini."
"Tidak."
"Lalu? kenapa tuan masih di sini sebaik nya tuan kembali ke kamar tuan karena ini sudah larut malam."
Tapi Devan masih saja duduk berdiam diri dan menatap Bryna yang sedang menikmati nasi goreng dengan lahap nya.
Bryna tidak peduli dengan keberadaan Devan yang masih di depan nya.
selang beberapa menit Bryna selesai dan langsung membersihkan peralatan dapur yang dia pakai tadi. Sedangkan Devan masih setia menunggu Bryna selesai.
Bryna langsung berjalan menuju lantai atas menyalakan senter ponsel nya sedangkan Devan masih duduk namun setelah beberapa langkah Devan menyusul langka Bryna. sebelum itu dia mematikan lampu dapur.
Gadis itu kenapa acuh sekali dengan ku.
"Apa kau akan langsung tidur?" tanya Devan
"Tidak aku akan mengerjakan tugas kuliah ku sebentar.. bagaimana bisa saya langsung tidur setelah makan." jawab bryna datar
"Baiklah aku akan menemani mu."
"Tidak tidak..tuan tidur saja karena ini sudah larut."
Namun Devan sudah masuk ke kamar Bryna terlebih dahulu dan menyalakan lampu kamar milik Bryna.
Devan sudah duduk di Atas ranjang dengan santai nya.
Bryna lagi-lagi tidak peduli dengan keberadaan devan, dia langsung duduk di meja belajar nya dan membuka laptop nya mengejar tugas kuliah lagi.
Devan memandangi punggung kecil itu yang masih fokus di depan laptop nya.
seperti nya Devan menemukan hobi baru nya yaitu memandangi Bryna dan memerhatikan semua kegiatan Bryna sejak tadi.
Devan mengotak-atik ponsel nya. Hingga pukul 01:00 malam Bryna baru saja menyelesaikan tugas nya dia merasa kantuk nya sudah menghampiri diri nya.
Dia melihat sosok tinggi Devan sudah terlelap di atas ranjang nya dengan ponsel masih di genggaman pria itu.
*Kenapa pria ini tidur di sini..bukan kah dia memiliki kamar sendiri.
hmm seperti nya dia tertidur*.
Bryna langsung mengambil ponsel Devan dan meletakkan nya dinakas samping ranjang tidur nya lalu menyelimuti tubuh tinggi Devan.
Bryna mematikan lampu kamar nya dia tidur di Sofa berukuran sedang yang berada di kamar nya itu. Tidak mungkin kan mereka tidur bersama di satu ranjang.
****
Pagi nya Devan bangun lebih awal pukul 6 pagi dia melihat sekeliling ini bukan kamar nya. lalu dia melihat sosok gadis yang tertidur di sofa kecil yang tidak nyaman untuk tubuh.
Astaga aku tertidur di kamar nya.
Devan langsung beranjak dari ranjang dan menghampiri bryna yang masih tertidur pulas.
Bagaimana bisa gadis ini tertidur dengan posisi seperti ini..bukan kah itu tidak nyaman.
Devan pun mengangkat tubuh mungil Bryna dan memindahkan ke ranjang Bryna lalu menyelimuti nya.
Kenapa tidak membangun kan ku semalam..dasar gadis bodoh.
Setelah itu Devan langsung keluar dari kamar Bryna dia langsung ke kamar milik nya dan membersihkan diri nya untuk bersiap ke kantor.
***
HAPPY READING 🍓🍭
Halo teman-teman author update lagi nih..semoga suka iya, maaf kalo banyak typo
Jangan lupa like di setiap bab nya please hehe komen dan vote nya untuk novel ini Terimakasih 😊