
Rumah sakit Nuraga
Bryna memasuki rumah sakit dengan tergesa-gesa di ikuti Devan di belakang nya, Perawat dan dokter yang berpapasan dengan Devan membungkuk kan badan hormat selaku tuan muda Nuraga.
"Suster pasien bernama Aryo Sinaga."
"Tuan Aryo sedang berada di ruang UGD Nona."
Bryna berlari menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang UGD dia menangis tidak tahu apa yang akan terjadi dengan ayah nya.
sedangkan Devan menyiapkan kamar VIP untuk mertua nya dan memerintahkan untuk memberikan perawatan yang terbaik.
Bryna duduk di kursi tunggu depan ruang UGD
tiba-tiba Devan datang duduk di sebelah istri nya.
"Tenang kan diri mu..ayah pasti baik-baik saja."
"Aku takut ayah kenapa-napa Dev."
"Tidak..ayah pasti baik-baik saja."
Devan memeluk nya erat.
"Bryna bisa kan kau bilang pada ku jika ada masalah seperti ini.."
"Maaf kan aku karena tidak memberitahu mu terlebih dahulu..aku tadi terlalu khawatir akan keadaan ayah."
"Aku memaafkan mu kali ini."
1 jam lebih menunggu dokter pun keluar dari ruang UGD
"Bagaimana keadaan ayah saya dok.?"
"Luka tuan Aryo tidak terlalu parah hanya cedera di kepala yang tidak terlalu parah."
"Pindah kan ke ruang VIP sekarang juga." ucap Devan
"Baik tuan muda devan."
tuan Aryo pun di pindahkan di ruang VIP sekarang di dalam ruang VIP Bryna duduk di sebelah ranjang rawat ayah nya, sedangkan Devan duduk di sofa dengan tenang.
"Ayah..kenapa ayah tidur lama sekali..aku merindu kan ayah."
Istri ku sangat menyayangi tuan Aryo..begitu juga sebalik nya.
***
Lay dan juga Kevin sudah terbang menuju Indonesia.
"Bagaimana apa ada kabar lagi?"
"mereka bilang ada seorang gadis cantik bersama pria muda tampan duduk menunggu di depan UGD sampai tuan Aryo di pindahkan ke ruang VIP."
"Aku mengerti."
Lay menelfon seseorang di seberang sana
"**jangan biarkan gadis itu pergi dari rumah sakit sebelum aku datang..dan juga buat pria itu pergi dari rumah sakit."
"baik tuan."
"Dan perketat pengawasan di sekitar rumah sakit itu."
"baik tuan**."
Lay memutus kan sambungan telepon nya.
***
Sudah pukul 7 malam namun ayah Bryna belum juga sadar. sedangkan Bryna masih setia duduk di samping ranjang rawat ayah nya. Devan sudah pergi dari rumah sakit sejak tadi karena ada urusan mendadak di kantor nya yang mau tidak mau dia harus pergi ke kantor tadi.
padahal baru cuti hari pertama nya tapi sudah ada masalah seperti di kantor.
Tiba-tiba jari jemari ayah nya bergerak dan Bryna begitu senang, dia langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan ayah nya.
"Ayah."
"Bryna sayang..ayah baik-baik saja kau tidak perlu menangis seperti itu."
"ayah aku sangat mengkhawatirkan mu."
"Tuan Aryo sudah mulai stabil keadaan nya Nona..jadi nona tidak perlu khawatir lagi."
"Terimakasih dokter."
Mereka pun berbincang ria hingga pukul 8 malam ayah Bryna sudah terlelap tidur karena pengaruh obat yang di minum nya tadi.
Bryna menyelimuti tubuh ayah nya dengan selimut. Tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar Bryna pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
"Dev.." ucapan nya terhenti ketika bukan sosok Devan yang muncul tapi pria lain yang familiar di penglihatan Bryna
pria itu langsung menghampiri bryna dan langsung memeluk Bryna erat sampai Bryna merasa sesak karena pria itu terlalu kencang memeluk nya.
"Tuan bisakah anda melepas kan pelukan nya saya tidak bisa bernafas..dan juga saya sudah bersuami tidak baik untuk..."
Pria itu langsung melepaskan pelukannya
"Bryna kau tidak mengenal ku..?"
"Aku tidak mengenal mu kita hanya bertemu beberapa kali..tapi tidak tahu nama tuan."
"Danau di taman Freeza." ucap Lay yang tak lain adalah Ray kakak Bryna
"Kenapa anda tahu danau itu.."
"Tidak mungkin ini kakak ku bukan." ucap Bryna masih tidak percaya
"Bryna ini kakak Raynald Sinaga kau ingat kan ."
"ini benaran kak Ray..?" tanya nya lagi
"Iya sayang."
Bryna memeluk tubuh tinggi itu erat dia begitu merindukan kakak semata wayang nya itu. Akhirnya tuhan mempertemukan mereka lagi.
dia benar-benar tidak habis pikir.
"Maafkan kakak karena tidak menjaga mu selama ini."
"Kakak tidak perlu minta maaf."
"Kakak akan membawa mu pergi dari sini bersama ayah..ke China."
"Jangan berani-berani nya kau membawa istri ku pergi..kakak ipar." suara berat Devan terdengar di gendang telinga Ray dan juga Bryna
"Devan."
"Bryna akhirnya kamu bertemu dengan kakak mu..jadi aku tidak perlu repot-repot untuk memberi tahu keberadaan kakak mu."
"Bee..kakak akan mengurus semua nya ayah juga akan kakak bawa kamu sebaik nya pergi bersama Kevin ke mobil."
"Kakak aku sudah menikah dengan nya..tidak mungkin aku pergi bersama kakak tanpa nya."
"Bee?"
"Lihat bahkan dia lebih memilih ku dari pada kakak nya sendiri."
Bryna berjalan ke arah Devan namun lengan nya di tahan oleh Ray agar tidak menghampiri Devan.
"Dengar bee kakak tidak ingin kamu bersama pria ini..kita ke pengadilan sekarang." ucap Ray
"Kakak aku tidak tahu apa masalah kakak dengan nya..dan aku pun sangat membenci nya tapi aku tidak bisa ikut bersama kakak."
"Kakak ipar dengar bukan..jadi jangan coba-coba untuk membawa istri ku pergi..dan kakak ipar tenang saja aku akan menjaga nya dengan baik."
"omong kosong."
Buk
Ray langsung memukul wajah Devan dengan kepalan tangan nya. Bibir tipis Devan mengeluarkan darah segar yang membuat Devan meringis.
"Aku tahu kau menikahi adik ku ada tujuan tertentu..ingat dev masa lalu adalah masalah kita berdua tidak ada sangkut paut nya dengan Bryna apa kau mengerti." Bisik Ray di telinga devan
Devan tersenyum sinis Melihat ke arah ray.
"Kakak cukup ini dirumah sakit..lihat ayah sedang sakit."
Karena masih emosi Ray keluar dari ruang rawat ayah nya di ikuti Kevin dan juga beberapa pengawal nya. Bryna membantu devan untuk duduk di sofa namun Devan menolak nya dengan kasar.
"Tidak perlu..urus saja ayah mu..aku ada urusan penting." ucap Devan dingin
Bryna sedikit terkejut melihat devan seperti itu.
kenapa mood nya mudah sekali berubah..
Devan langsung pergi begitu saja tanpa melihat ke arah Bryna lagi. Bryna hanya menghela nafas pelan. Karena itu semua akan di lalui nya setiap detik, menit jam melihat perubahan sifat Devan yang tiba-tiba seperti ini.
Aku sangat membenci mu Devan..kau tahu bahkan aku Sekarang ingin sekali ikut bersama kakak ku..tapi aku takut kamu melukai kakak dan keluarga ku. Aku tidak ingin itu terjadi.
Bryna suatu saat kau akan mengerti siapa sebenarnya mereka. (ayah,ibu dan kakak laki-laki nya). Devan
****
pukul 11 malam Bryna tertidur di pinggir ranjang ayah nya sejak tadi. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka pelan dan muncul lah sosok Devan yang menatap datar ke arah Bryna yang tertidur dengan posisi tidak nyaman.
Devan pun langsung mengangkat tubuh Bryna keluar dari ruangan.
***
Happy Reading 🍓🍭🍉