ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.4 Makan malam bersama (Revisi)


"Apa kau demam?" tanya Devan menggoda Bryna karena melihat rona merah di pipi Bryna


"apa yang anda lakukan?" mengabaikan pertanyaan Devan lalu Bryna mendorong tubuh Devan menjauh dari nya


"Hufft..anda jangan macam-macam dengan saya."


Devan mengacuhkan nya Bryna sedikit kesal dia masih berpikir keras bagaimana cara nya untuk kabur dari mobil ini. Bryna membuka pintu mobil tapi ternyata terkunci. "ahh sial!" kesal Bryna


Hujan deras membasahi bumi hari ini membuat Bryna semakin susah untuk kabur dari pria aneh ini. "Pak sopir bisakah anda membuka kunci nya.?" ucap Bryna dengan polos nya


bagaimana bisa gadis ini berbicara dengan polos meminta sopir untuk membuka kan pintu mobil. Hei mereka komplotan yang menculik mu Bryna.


nona ini sungguh polos. Rio


Karena di acuhkan,Bryna pun menatap keluar jendela dengan kesal dia sangat ingin membunuh pria aneh ini.


kenapa hari ini sungguh tidak bersahabat dengan ku..pagi tadi telat masuk kelas pertama, berantem di restoran, sekarang di culik sama orang yang tidak aku kenal..hmm di lihat-lihat pria ini memang tampan sih tapi sangat arogan. Bryna


Gadis ini sungguh menarik perhatian ku, bagaimana bisa aku membawa nya tanpa tahu siapa diri nya, bahkan aku baru Melihat nya, namun sepertinya dia berbeda dengan wanita-wanita lain di luaran sana. Dia sangat polos. Devan


Tuan muda apakah anda salah makan sesuatu, bahkan tuan muda tidak mengenal gadis ini, tapi sudah di bawa ke apartemen nya. bahkan tuan muda tidak mengizinkan siapa pun yang Dateng ke apartemen nya kecuali orang kepercayaan nya, bahkan kedua orang tua tuan muda tidak di izinkan nya. Rio


Mereka bertiga sibuk dengan pikiran mereka masing-masing hingga hanya ada keheningan di dalam mobil itu.


setelah 45 menit perjalanan mobil yang membawa mereka sampai di halaman apartemen mewah ini.gedung pencakar langit ini ada puluhan lantai dan setiap lantai hanya memiliki 1 unit Apartemen mewah.


Rio turun dari mobil dan membuka kan pintu mobil untuk tuan muda nya. Namun Devan melihat jika Bryna sudah tertidur lelap.


Rio berinisiatif untuk membangun kan Bryna namun Devan melarang nya.


"aku akan menggendong nya..lebih baik kau pulang, satu lagi cari informasi tentang nya besok pagi harus sudah berada di meja kerja saya." ucap Devan suara berat nya


"Baik tuan."


Devan turun dari mobil lalu membuka pintu sebelah kiri dan menggendong Bryna untuk di bawa ke apartemen nya.


"bawakan barang-barang nya." perintah Devan


"baik tuan."


***


Devan membawa Bryna ke lantai atas lalu membaringkan tubuh Bryna ke ranjang tidur kingsize milik nya. lalu setelah itu Devan keluar kamar dan menemui Rio yang menunggu di ruang tamu.


"Cari informasi tentang gadis itu tanpa ada yang kelewat satu pun..kau boleh pergi sekarang." ucap Devan dingin


"baiklah tuan."


***


Devan masih di ruang kerja nya di mana pun dia selalu kerja kerja dan kerja.. walaupun terkenal dingin dan kejam namun sosok Devan sangat pekerja keras dia sangat hati-hati jika dalam pekerjaan nya. tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun itu.


Devan sebenarnya memiliki mansion pribadi namun dia jarang pulang ke mansion semenjak mama nya sering datang ke mansion tiba-tiba. dia akan selalu di sungguki banyak pertanyaan tentang menikah.


Dia Tuan muda Keluarga Nuraga yang sangat ambisius, tegas dan berwibawa jika sudah memasuki dunia bisnis nya. namun kehangatan nya akan ada dalam diri nya jika bersama keluarga nya. Devan sangat menyayangi kedua orang tua nya. Devan juga memiliki adik perempuan yang masih berusia 18 tahun bernama Zevana Nuraga yang masih duduk di Senior High school tahun terakhir.


Devan sangat menyayangi adik perempuan semata wayang nya ini, bahkan Devan selalu menugaskan Beberapa pengawal untuk melindungi Adik nya ini.


Kedua orang tua Devan bernama Tuan Julian Nuraga dan Nyonya Rina Farida.


**


"Hmm sungguh nyaman." gumam Bryna dalam sela-sela tidur nya


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


5 detik


Bryna merasakan jika ini bukan kasur empuk di kost nya..bahkan kasur di kost nya tidak seempuk dan senyaman ini. tiba-tiba dia teringat kalo..


"Ahkkkk.." teriak Bryna dia pun terduduk tiba-tiba


Bryna melihat sekeliling ruangan luas ini yang warna dan interior kamar ini di dominasi dengan warna grey dan putih, di tengah-tengah ruangan terdapat sofa besar dan meja, di pojok ruangan terdapat lemari kaca yang berisi barang-barang pajangan yang mungkin harga nya fantastis. ada ruang ganti, kamar mandi dan ada juga lukisan besar yang menempel di dinding kamar ini.


"Di mana aku ini? ah apakah ini di kamar tuan aneh itu.." Bryna langsung mengecek baju nya ternyata masih aman


tiba-tiba pintu kamar terbuka dan nampak lah sosok tinggi berdiri di dekat pintu lalu menutup pintu kamar. Devan berjalan mendekat ke arah ranjang.


Bryna sedikit was-was dia akan mengeluarkan jurus andalan nya jika terjadi sesuatu pada nya di sini.


"Berhenti!" Ucap Bryna


Devan menghentikan langkahnya tidak jauh dari ranjang. dia menatap datar ke arah Bryna .


tiba-tiba Bryna berdiri dan berniat ingin kabur dari Devan. Bryna berlari menuju pintu kamar dan melewati Devan namun sebelum sampai ke pintu Devan sudah menahan nya dengan memegangi topi Hoodie yang di pakai oleh Bryna.


"Mau kemana?" tanya Devan


kali ini Bryna sudah berada di dekapan Devan


jantung Bryna serasa akan lepas dari tubuh nya. wangi parfum dan tubuh Devan memasuki penciuman bryna.


"saya..saya.." belum sempat selesai berbicara tiba-tiba krukuk krukuk bunyi suara perut Bryna keras cacing-cacing dalam perut Bryna sudah berteriak minta di isi sekarang juga.


Bryna sangat malu


"Kau lapar."


"hehehe." tersenyum kuda


"Baiklah bi Ani sudah menyiapkan makan malam, sebaik nya kita makan sekarang." ucap Devan


Devan langsung berjalan lebih dulu keluar kamar sedangkan Bryna masih berdiri terpaku. "Aku tidak ingin kau mati di apartemen ku." ucap Devan lagi suara berat Devan membuat Bryan terpaku lagi


hmm kenapa suara berat nya sangat indah di dengar. Bryna


**


Mereka pun makan malam bersama dengan di temani keheningan hanya suara sendok dan garpu yang bertabrakan. Ting Ting


HAPPY READING 🍭