ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.18 Rencana pernikahan


Malam ini Devan kembali ke Mansion utama untuk membicarakan tentang rencana pernikahan nya bersama Bryna.


Sedangkan Bryna masih di dalam kamar nya dengan buku-buku kuliah nya dia masih sibuk untuk menyelesaikan skripsi nya di kamar.


Di kamar milik nya sudah di sediakan meja belajar untuk nya yang sengaja di persiapkan oleh Devan untuk nya.


"Aku tidak mengerti apa yang di pikir kan pria itu..aku tidak mencintai nya dia pun seperti nya tidak mencintai ku..lalu untuk apa pernikahan ini." kesal Bryna


"Aku harus menelepon ayah."


Bryna pun mengambil ponsel nya dan mencari kontak ayah nya dan langsung menelfon nya. beberapa menit kemudian Telepon nya terhubung.


"Halo ayah."


"sudah lama kamu tidak menghubungi ayah..tapi sudah mau menikah saja." ucap ayah Bryna


Bryna terkejut dengan ucapan ayah nya barusan.


"Apa maksud ayah.?"


"Sudah tidak perlu di tutupi lagi..apa calon suami mu pria baik-baik..apa dia benar-benar mencintai mu."


Bryna terdiam bingung harus menjawab apa.


"**Ayah tahu calon suami mu Devan Nuraga putra dari keluarga Nuraga..kau tahu Keluarga Nuraga Sangat berpengaruh di negara ini bahkan sangat di hormati oleh kalangan atas..ayah yakin Devan akan menjadi suami yang bijaksana dan menyayangi mu."


Bryna merasa aneh kenapa ayah nya lebih tahu tentang Deva dan keluarga nya. Bahkan Bryna yang selama ini tinggal di kota yang sama dengan Devan tidak pernah mengetahui keberadaan Devan dan tidak tahu siapa pun devan. Jika pertemuan tidak sengaja nya waktu itu pasti Bryna sekarang masih menikmati suasana kota ini bersama Jesica.


"Ternyata ayah lebih tahu tentang dari ku."


"Hahah..kau ini kenapa sama calon suami sendiri tidak tahu tentang nya."


Ayah tidak tahu bagaimana pertemuan kita tanpa kesengajaan yang pada akhirnya aku terjebak ke perangkap nya..setelah malam ini kehidupan ku akan berubah dalam kendali pria itu.


"apakah ayah menyetujui pernikahan ini.?" tanya Bryna pelan


"Tentu saja..ayah akan mendukung keputusan apapun yang kamu ambil..kamu tidak perlu mengkhawatirkan ayah di sini."


"ayah.." Bryna menahan tangis nya sejak tadi dia tidak tahu harus mengeluh dengan siapa lagi selain dengan ayah nya.


"Iya sudah sebaik nya kamu istirahat."


"Baiklah..jaga diri ayah baik-baik di sana."


Sambungan telepon pun terputus Bryna menangis sekencang-kencangnya di dalam kamar dia merasa belum menjadi putri yang baik untuk ayah nya, bryna belum membahagiakan ayah nya tapi kenapa takdir nya seperti ini dia harus menikahi pria yang tidak di cintai nya.. sebenarnya apa mau pria itu.


***


Sementara itu di mansion utama Devan duduk di Sofa dengan nyaman nya jangan lupakan dengan sifat dingin dan datar nya.


di ruang keluarga sudah ada Tuan Julian dan Nyonya Rina Orang tua Devan yang membesarkan nya sampai sekarang ini. Dan juga Zevana yang duduk dengan masih mengotak-atik ponsel nya.


"Tumben sekali Kamu pulang Devan." celetuk Papa nya


"Ada yang ingin Devan bicarakan dengan kalian."


"Katakan lah."


"3 hari lagi Devan akan menikah dengan Bryna Sinaga."


"Apa!" Sontak mama nya merasa tidak setuju dengan perkataan Devan barusan


"Apakah Papa menyetujui nya.?" tanya Devan mengabaikan keterkejutan mama nya


"Bawa gadis itu ke hadapan papa besok..jika gadis itu memang gadis baik-baik papa tidak mungkin untuk tidak merestui kalian." Titah Tuan Julian


"Baiklah..jika seperti itu Devan akan membawa nya besok..siap kan makan malam yang mewah." Ucap Devan tersenyum tipis dan langsung beranjak dari duduk nya


Reni yang mengetahui anak nya mengabaikan nya sejak tadi dia memegang Dada kanan nya dan merintih Menahan sakit.


"Jantung ku.." Ucap nya lirih


Devan melihat ke arah mama nya dan tersenyum tipis lagi.


"Mama sejak kapan jantung mama berpindah di sebelah kanan..kenapa aku tidak mengetahui nya." ucap Devan datar yang membuat mama nya menahan malu di depan suami dan putri nya


"Seperti nya jantung mama sudah bosan menetap di sebelah kiri..maka nya dia berpindah." Zevana menimpali perkataan Kakak nya itu


"Mama tidak perlu berpura-pura sakit lagi hanya karena ingin Devan menuruti keinginan mama." ucap Devan lagi


"Devan..apa kamu berniat ingin membuat malu keluarga kita dengan membatalkan pertunangan mu dengan Nova."


"Aku akan mengurus nya,mama tidak perlu khawatir untuk itu."


Julian hanya diam mendengar perdebatan antara istri dan putra nya itu bagi nya itu sudah biasa.


"Kakak aku akan menunggu kedatangan calon kakak ipar besok." Ucap Zevana sengaja memanasi mama nya


"Baiklah..kamu pasti akan menyukainya." jawab Devan dan langsung pergi menuju pintu utama mansion sedangkan Zevana langsung menuju kamar nya.


"Kalian berdua.." Teriak Rina merasa kesal dengan kedua anak nya


Sedangkan Julian masuk ke ruang kerja nya meninggalkan istri nya di ruang keluarga seorang diri.


"Ayah dan anak sama saja." Ucap Rina kesal dengan tingkah mereka bertiga


****


Devan langsung menuju mansion Pribadi nya dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang. Pikirannya entah kemana sejak tadi.


45 menit perjalanan


Mobil Lamborghini favorit nya memasuki Halaman Mansion. Devan menghentikan mobil di depan pintu utama. Salah satu pengawal menghampiri tuan nya.


Devan langsung menyerahkan kunci mobil nya ke pengawal itu.


Pintu utama di buka Kepala pelayan dan beberapa pelayan lain nya menyambut kedatangan nya.


"Selamat datang tuan Muda."


Devan hanya mengangguk kan kepala nya


"Dimana gadis itu.?" tanya Devan


"Nona Bryna berada di kamar nya tuan sejak tadi." Ucap kepala pelayan


"Apakah dia sudah makan malam.?" tanya Devan lagi


"Belum tuan..saya sudah menyuruh nya untuk makan malam..tapi sepertinya nona Bryna sedang dalam mood yang tidak baik." jelas Ani kepala pelayan


"Siap kan makan malam untuk ku dan diri nya." titah Devan


"Baik tuan."


Devan masuk ke dalam lift menuju lantai atas.


Dia menuju kamar Bryna dan membuka pintu kamar Bryna pelan. Dia melihat sekeliling kamar Bryna tapi tidak mendapati sosok bryna. Devan melangkah kan kaki nya masuk ke dalam dan melihat Bryna tertidur di lantai samping ranjang nya.


"Apa yang di lakukan gadis ini sebenarnya..kenapa bisa tidur di lantai." Gumam kesal Devan


Devan langsung mengangkat tubuh Bryna dan membaringkan nya di atas ranjang pelan.


Devan menyelimuti tubuh Bryna tapi dia Melihat di wajah polos Bryna jejak air mata yang mengering di kedua pipi nya.


"Apa kau habis menangis gadis kecil..apa yang membuat mu menangis." gumam Devan lagi


Devan memandangi wajah polos gadis nya yang tertidur pulas nafas nya teratur. Entah kenapa Devan tidak bosan memandangi wajah polos Bryna.


"Aku tidak tahu bagaimana perasaan ku pada mu..tapi sekarang aku hanya ingin memiliki mu dalam ikatan pernikahan." Gumam Devan


Setelah beberapa menit berada di dalam kamar Bryna Devan keluar dan menghidupkan lampu tidur lalu mematikan lampu utama kamar.


"Selamat tidur Bryna." ucap nya lalu menutup pintu kamar pelan


****


**HAPPY READING 🍓🍭


Maaf iya telat update semoga suka..maaf juga kalo banyak typo. Jangan lupa Like, coment dan vote nya iya supaya author tambah semangat buat update 😊 terimakasih**