
Devan kali ini mengemudi sendiri mobil nya. karena dia menggunakan mobil Lamborghini favorit nya. Bryna hanya diam selama di perjalanan begitu juga Devan. Dia pria yang tidak banyak bicara. Devan menyusuri jalanan Kota A dengan tenang hingga akhirnya mobil yang membawa diri nya dan Bryna sampai di sebuah butik terkenal dan terbaik di kota A banyak dari artis-artis papan atas dan orang-orang konglomerat yang di kota A sudah mendatangi butik ini.
Silver butik
Devan memarkirkan mobil nya.
"turun." ucap Devan
Bryna hanya diam
"kenapa kau diam saja..aku menyuruh mu turun Bryna Sinaga." ucap Devan lagi kesal
Bryna mendengar dia mengucapkan nama lengkap nya sudah berarti sedang menahan amarahnya..Bryna pun menjawab
"Aku tidak bisa membuka pintu nya." jawab bryna sambil menunduk kan kepala nya malu
Devan hanya menghela nafas berat.
Dia pun turun dari mobil dan langsung membuka kan pintu mobil untuk Bryna.
"Terima kasih." ucap nya
"Hmmm."
Mereka pun masuk ke butik besar itu dan langsung di sambut oleh manager butik dan pegawai butik karena mereka sudah tahu bahwa Tuan Devan akan datang bersama calon istri nya.
"Selamat datang Tuan Devan dan Nona Bryna." ucap mereka ramah
Devan hanya mengangguk kan kepala nya sedang kan Bryna balik tersenyum ke arah mereka semua. Mereka terkejut ternyata calon istri Devan tidak seburuk yang di pikir kan mereka sejak tadi..karena di pikiran mereka calon istri nya bakal sombong, dan arogan seperti wanita-wanita kaya kebanyakan.
2 pegawai dan manager menunjukkan arah untuk menuju ruang Gaun dan setelan Jas untuk Pernikahan Devan dan Bryna.
Bryna heran butik sebesar ini kenapa sepi sekali kenapa tidak ada pengunjung satu pun..kenapa hanya diri nya dan Devan. apakah butik ini buruk. Tapi butik ini butik terbaik di kota A.
Devan melirik ke arah Bryna yang seperti nya kebingungan. dia pun mendekat kan wajah nya ke telinga Bryna dan membisikkan sesuatu.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan..aku membooking butik ini untuk mu." bisik Devan
Bryna begitu terkejut oleh perkataan Devan.
"Hmm cara orang kaya menghabiskan uang nya seperti ini contoh nya." gumam Bryna
"Tuan Devan ini ada beberapa gaun pengantin terbaik kami yang sudah kami siap kan untuk tuan dan nona pilih." Jelas manager
Bryna melihat 3 Gaun pengantin yang sangat elegan dan mewah dan beberapa berlian yang menempel di bagian gaun.
Devan langsung duduk di tempat yang sudah di persiapkan dia menatap 3 Gaun itu dengan seksama begitu juga bryna.
"Coba yang itu." ucap Devan sambil menunjuk ke arah gaun yang berada di tengah.
Gaun putih panjang tanpa lengan Ball gown Appliques Lace flower Bryna pun mencoba nya di bantu oleh 2 pegawai butik beberapa menit menunggu Tirai otomatis terbuka pelan dan setelah terbuka sempurna menampakkan gadis cantik yang memakai gaun putih indah itu bak putri kerajaan. Devan tercengang karena gadis nya sangat cantik lebih dari cantik Bryna merasa canggung karena di lihat seperti itu oleh Devan.
seperti nya aku jelek, karena Devan melihat nya seperti itu.
Bryna berjalan ke arah Devan lalu berjalan berbalik bak model papan atas tapi tiba-tiba Devan menghentikan langkahnya.
"tunggu."
Bryna berhenti dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah Devan ingin melihat ekspresi wajah pria dingin itu.
"Apa kalian ingin saya mengekspos punggung wanita ku di depan para tamu undangan bahkan pria lain." Bentak Devan merasa tidak terima ketika melihat belakang gaun itu yang terlalu terbuka memperlihatkan punggung mulus Bryna.
salah satu pegawai mengambil kan kain khusus untuk menutupi punggung Bryna dan langsung membawa ke ruang yang tadi.
"Maafkan kami tuan..kami akan mengganti nya yang lebih sopan lagi."
"Masih ada 2 gaun yang belum di coba."
"Baiklah, coba yang ini." tunjuk Devan
Mereka pun membawa nya untuk di kenakan oleh Bryna.
beberapa menit menunggu Bryna keluar lagi dengan takut-takut.
Devan kembali lagi menatap lekat ke arah Bryna dari atas hingga bawah.
Kali ini Bryna mengenakan Gaun putih sedikit cream Wedding dress Ball gown Off the shoulders elegan namun mewah. Sangat cocok untuk Bryna bahkan kulit nya putih Membuat diri nya tampak seorang putri.
Devan tersenyum tipis Bryna yang melihat senyuman itu pun heran.
"Apa Tuan menyukai yang ini.?" tanya Bryna
"Hmm" jawab singkat Devan
"Nona Sangat cantik." puji salah satu pegawai
"Tuan Devan ini beberapa setelan jas yang akan anda kenakan nanti."
Devan memilih setelan Jas Acacia Black Velvet Tuxedo. Bryna merasa heran sebenarnya seberapa kaya calon suami nya ini.
(contoh jas nya)cr.pinterest
"Baik kami akan mengantarkan Nya besok."
Bryna sudah berganti pakaian yang sebelumnya.
Bryna melihat jam tangan yang di kenakan nya sudah pukul 6 malam.
4 jam hanya untuk Fitting gaun pengantin.
Devan melaju kan mobil menuju Mansion Dengan kecerdasan rata-rata. hingga Bryna tertidur di dalam mobil.
setelah beberapa menit perjalanan Mobil memasuki gerbang mansion.
di depan pintu sudah ada Rio yang menunggu tuan nya kembali.
"Bryna..jangan tidur kita akan ke mansion utama malam ini." Ucap Devan sambil menepuk pelan pipi Bryna
"Hmm..apa anda bilang..?" tanya Bryna denga posisi masih mengumpulkan nyawa nya
"Cepat turun ."
Rio sudah membuka kan pintu untuk Bryna.
Bryna masuk ke dalam mansion di ikuti bi Ani dan satu pelayan masuk ke kamar nya.
Devan masuk ke ruang kerja nya sebentar bersama Rio.. setelah itu dia pun membersihkan diri dan berganti pakaian Formal nya.
"Bi Ani..aku akan mandi..tapi kenapa bibi mengikuti ku masuk ke dalam kamar.?" tanya Bryna
"Bibi akan membantu nona.. sebaiknya cepat nona mandi kami akan menunggu di sini." ucap bi Ani
bryna yang bingung tapi tetap saja menuruti perkataan bi Ani.
***
Bryna Sekarang sudah mengenakan dress simple berwarna putih dan dia Sekarang sedang di rias sedikit agar penampilan nya tambah memukau oleh pelayan.
"Wah nona sangat cantik..padahal hanya bermakeup tipis." puji pelayan itu
"Terimakasih."
Rambut Bryna di gerai dan hanya di tambah jepitan rambut bunga yang di berikan oleh Devan untuk nya.
Devan sudah menunggu di ruang keluarga bersama Rio Bryna berjalan menuruni tangga bersama pelayan itu.
Rio yang mengetahui Nona nya itu sudah turun pun langsung memberikan kode ke Devan.
Devan yang sedang fokus ke iPad nya langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjuk Rio. seperti biasa Devan selalu bereaksi terpukau dengan kecantikan Bryna.
Entah sejak kapan Bryna sudah berdiri di depan Devan tanpa Devan sadari. Rio hanya menahan senyum nya karena melihat tuan nya yang seperti itu.. setelah beberapa tahun lama nya Rio tidak melihat ekspresi tuan nya seperti ini semenjak kekasih tuan nya pergi meninggalkan nya.
"Apakah tuan akan tetap memandangi saya seperti itu."
Devan tersadar dari lamunannya
"Ayo kita berangkat." Ucap Devan sedikit salah tingkah dan berjalan duluan menuju pintu utama
Bi Ani yang melihat itu pun hanya tersenyum gemas melihat tuan muda nya seperti itu. Bahkan Rio terlihat senang jika tuan nya menemukan cinta nya kembali.
Bryna mengikuti dari belakang dengan kesal.
Devan sudah masuk ke dalam mobil Lamborghini nya Rio membuka kan pintu untuk Bryna.
"Terimakasih tuan Rio." ucap Bryna dengan senyum manis nya
"Nona kau sekarang boleh memanggil ku Tuan Rio..tapi setalah menikah dengan tuan muda Devan jangan berani anda memanggil saya Tuan..cukup Rio saja." jelas Rio dan akhirnya menutup pintu mobil setelah Bryna masuk ke dalam mobil.
**
**HAPPY READING 🍉
jangan lupa like dan vote nya iya man teman🥺semoga suka oh iya maaf kalo jarang update dan juga kalo banyak typo🙏🏻☺️**