
Pukul 09:00 pagi
Bryna baru saja bangun dari tidur nya dia mengecek Jam dinding yang ada di dinding kamar nya Bryna begitu terkejut.
"Iya Tuhan kenapa tidak ada yang membangunkan ku." Kesal Bryna
Bryna langsung beranjak dari ranjang nya dan cepat-cepat membersihkan diri nya. selang beberapa menit kemudian Bryna sudah keluar dari kamar sudah memakai pakaian kampus nya.
hari ini Bryna memakai pakaian Casual nya seperti biasa nya. yang membuat diri nya tetap cantik jika memakai style apa saja.
(gambar ini hanya menunjukkan style outfit nya iya bukan visual Bryna.)
Kemeja biru celana jeans dan sepatu Converse favorit nya itu sangat nyaman dipakai untuk ke kampus ataupun pergi keluar bersama Jesica.
Bryna menuruni tangga dengan cepat Bi Ani menghampiri bryna yang turun dengan buru-buru.
"Selamat pagi Nona Bryna."
"Bi Ani kenapa tidak membangun kan ku.?" tanya Bryna
"Tuan muda yang menyuruh saya untuk tidak membangun kan nona."
Pria itu mau nya apa sih.. di kira saya pengangguran.
flashback on
Devan menuruni anak tangga pelan dia sudah berpakaian rapih yang terlihat semakin tampan setiap hari ini.
"Bi Ani..aku akan sarapan di kantor." ucap Devan
"Baik tuan muda."
"Oh iya jangan bangunkan bryna, biarkan dia terbangun sendiri." ucap Devan lagi
"Baik tuan."
flashback off
"Nona sarapan sudah di siapkan."
"Tidak bi, aku sudah telat ke kampus lain kali saya akan memakan sarapan nya."
"Nona setidaknya minum susu ini dan Sandwich ini."
"Baiklah-baiklah."
Bryna langsung menuju meja makan dan meminum susu hangat yang sudah di buat oleh bi Ani. Aku akan memakan nya di jalan.
Bryna mengambil 1 sandwich berukuran sedang dan langsung keluar mansion.
Pak Jo sopir pribadi di mansion Devan sudah menunggu Bryna keluar karena dia ditugaskan untuk mengantar Bryna ke kampus.
"Nona silahkan..saya akan mengantarkan nona." titah pak Jo
"Benarkah... Terimakasih pak Jo."
Bryna pun memasuki mobil mewah itu dan di dalam mobil dia memakan sandwich nya pelan.
***
NRG Corp
Devan baru saja menyelesaikan Rapat penting nya setelah rapat selama 2 jam.
Devan keluar dari ruang rapat dengan angkuh nya di ikuti Rio di belakang dan 2 sekretaris wanita cantik yang membawa berkas-berkas penting.
"Tuan Siang ini ada meeting bersama Tuan Zhang di Restoran Candy." Ucap Rio
"Baik..Aku juga ingin bertemu dengan nya."
"Tuan apakah tuan masih ingin balas dendam dengan nya.?" tanya Rio
"Menurut mu." jawab Devan dingin
Rio langsung Diam tidak menanggapi tuan nya lagi..mereka semua masuk ke ruangan masing-masing. Dan sudah sibuk dengan berkas-berkas penting perusahaan.
Di dalam ruangan kerja Devan terdapat bingkai besar yang di dalam nya ada sosok wanita cantik yang sedang pentas di atas panggung balet. Sangat cantik, kulit putih nya bagai memancarkan cahaya yang membuat mata para penonton silau.
Devan memandangi Foto besar itu.
"Apa kamu merindukan ku..jika iya aku pun seperti itu..aku benci pada mu tapi aku juga cinta pada mu..kenapa kau meninggalkanku tanpa pamit." Gumam Devan berbicara dengan bingkai foto besar itu
"Kau tahu kau selama ini sungguh menyiksa ku..aku tidak tahu tentang perasaan ku..ada benci dan cinta untuk mu..kau harus bertanggung jawab dan meminta maaf pada secara langsung."
ketika Devan sudah puas bercerita dengan bingkai foto itu dia mengambil wine yang berada di lemari kaca yang berada di ruangan khusus.
Dia meminum dengan santai sambil memandangi kota A dari dalam ruangan nya.
***
Bryna di taman belakang gedung fakultas nya bersama Jesica mengerjakan tugas nya.
tapi Jesica mengganggu nya sejak tadi dengan pertanyaan yang mungkin sudah memenuhi otak nya sejak kemarin.
"Bryna kau berhutang penjelasan pada ku."
"Jesica kau tidak tahu aku sedang sibuk..lain kali aku akan menceritakan nya."
"Tidak kau harus menjelaskan nya sekarang juga dari awal."
Bryna hanya diam tetap fokus di depan laptop nya.
"BRYNA SINAGA.!" teriak Jesica
"Baiklah-baiklah."
Bryna membereskan semua peralatan kampus nya setelah selesai dia pun menghadap ke arah Jesica.
"Tidak di sini."
Jesica yang tahu maksud dari Bryna dia pun langsung membawa Bryna ke restoran Candy tempat Favorit nya bersama keluarga nya jika akan Dinner diluar bersama keluarga nya.
***
Restoran Candy
Restoran mewah yang berada di kota A, interior restoran yang sangat mewah. Bryna sudah biasa jika Jesica membawa nya ke tempat mewah seperti ini. biasa nya juga Jesica membawa nya ke restoran yang berada di hotel-hotel bintang 5.
Seperti biasa mereka mencari tempat di pojokan restoran dan di dekat jendela kaca.
Jesica dan Bryna mulai memesan makan siang untuk mereka berdua.
sambil menunggu pesanan nya Bryna mulai bercerita awal mula Bryna bertemu dengan Devan hingga akhirnya dia terjebak di perangkap Devan Nuraga.
Ketika pesanan mereka datang Bryna menghentikan cerita nya setelah pelayan itu pergi Bryna melanjutkan cerita nya sambil memakan makanan nya begitu pula Jesica mendengar kan dengan baik hingga dia di kejutkan dengan pernikahan.
"Apa! menikah." sontak Bryna terkejut dengan suara sahabat nya ini
"Jesi bisa tidak kamu tidak berteriak seperti itu."
"Maaf bee..tapi bagi ku itu sangat mengejutkan..bahkan pertemuan kalian sangat singkat tapi Devan sudah langsung ingin menikahi mu..bahkan sudah membawa mu untuk tinggal di mansion mewah nya." cerocos Jesica
"Tapi please jangan beritahu siapa pun Jes."
"Hahah tenang saja bee aku tidak akan mengatakan pada siapa pun." ucap Jesica sambil meragakan tangan nya mengunci mulut nya rapat-rapat.
"Terimakasih Jesica..kamu sahabat ku yang terbaik."
"Aku tidak menyangka Sahabat ku ini menikah dengan seorang pangeran tampan yang dingin."
"mungkin sudah takdir antara aku dan Devan." ucap Bryna
Mereka masih terus mengobrol sambil menghabiskan makan siang nya.
Di sisi lain Devan dan Lay berada di restoran yang sama seperti Bryna dan jesica, Namun Devan memesan ruang VIP untuk makan siang nya bersama Lay Zhang.
"Selamat datang Tuan Zhang." ucap Devan menggunakan bahasa Mandarin
"Bagaimana kabar anda tuan Nuraga.?
"Seperti yang anda lihat."
Mereka pun mulai berbincang tentang kerja sama bisnis mereka dan keuntungan antara kedua belah pihak. Devan tersenyum dingin ketika Lay Zhang sudah menandatangani perjanjian bisnis nya.
"Ah iya Saya ingin mengundang anda bersama istri anda di pernikahan saya 3 hari lagi Di Carletto Hotel." ucap Devan
"Benarkah..Gadis mana yang beruntung bisa meleleh hati dingin tuan Devan..hahah." ucap lay sambil di iringi tawa Canggung nya
"Anda akan mengetahui nya nanti."
Rio yang baru saja keluar dari ruangan membisikkan sesuatu di telinga Devan.
"Apa!" kejut devan
Devan langsung keluar begitu saja dari ruangan VIP itu..di ikuti Rio begitu juga dengan Lay karena rekan bisnis nya tiba-tiba keluar begitu saja tanpa pamit.
Betapa terkejutnya Dia ketika melihat Devan sudah menghajar seorang Pria yang sedikit familiar di ingatan lay.
***
**HAPPY READING 🍓🍭
semoga suka jangan lupa like, coment dan vote nya terimakasih 😊maaf kalo banyak typo🙏🏻**