
Betapa terkejutnya Lay ketika melihat Devan sudah menghajar seorang Pria yang sedikit familiar di ingatan lay. Devan tidak perduli banyak yang melihat kejadian ini di dalam restoran sedangkan Manager restoran tidak berani untuk melerai perkelahian itu Karena Dia seorang Devan Nuraga mana berani manager restoran itu.
Bryna menangis dan mencoba menghentikan Devan yang terus menghajar pria itu.
Pria itu benar-benar sudah babak belur Devan pun wajah sudah lebam karena pukulan pria itu. Bryna memeluk tubuh Devan dari belakang agar Devan menghentikan Perkelahian nya dengan pria itu.
"Aku mohon berhenti.!" Ucap Bryna dengan tubuh yang gemetaran
Jesica membantu David iya pria itu David mantan kekasih Bryna yang mengkhianati nya.
Flashback on
Bryna dan Jesica masih santai mengobrol dengan tawa renyah mereka. Tiba-tiba datang David dari belakang Bryna dan langsung menarik lengan bryna.
"Aku sejak tadi menunggu mu..tapi kenapa kau lama sekali berada di sini." ucap dingin David
"Apa yang kau lakukan..lepaskan david." berontak Bryna
"Kak David..apa hubungan nya kau dengan Bryna.?" tanya Jesica
"Oh iya aku belum memperkenalkan nya dengan mu sepupu ku yang cantik."
"Jangan dengarkan dia jesica."
"Dia wanita ku..dia telah meninggal kan ku selama 2 tahun."
Bryna sudah berada di pelukan david..sedangkan Jesica yang tidak tahu apa-apa hubungan antara David kakak sepupu nya dan Bryna sahabat nya. Dia masih tidak percaya sahabat nya pernah menjalin hubungan asmara dengan sepupu nya ini.
David mencium Pipi Bryna tiba-tiba..Bryna pun langsung mendorong David menjauh dari diri nya Dan langsung menampar nya.
PLAK
"Kau sudah berani rupa nya." Geram David karena sudah di permalukan di tempat umum seperti ini
David langsung menarik lengan bryna untuk keluar dari restoran secara paksa..Dan pada akhirnya
ada yang menarik bahu David dari belakang.
BUK
Bryna Sangat terkejut akan hal itu.. sejak kapan Devan berada di restoran ini.
Jesica memeluk Bryna yang tubuh nya sudah gemetar hebat. "Bee.. tenang bee."
Flashback off
Nafas Devan yang masih terengah-engah karena perkelahian nya dengan David.
sedangkan David tersenyum sinis ke arah Devan.
Bryna masih betah di posisi nya dia juga merasa lega karena perkelahian kedua pria itu berhenti.
"Jangan berani menyentuh nya lagi dari ujung rambut sampai kaki." Ucap Devan dingin
Bryna baru kali ini melihat Devan semarah ini..hanya karena diri nya di sentuh oleh pria lain..bahkan status nya dengan Devan belum jelas tapi Devan sudah semarah ini.
"Apa hak mu bicara seperti itu Dev..dia kekasih ku kau yang lebih tidak berhak untuk itu semua."
"Haha..kekasih..kau tahu dia wanita ku..tidak akan ada yang bisa merebut nya dari ku..bahkan kau."
"Rio Urus semua ponsel mereka." Ucap Devan dingin melihat ke orang-orang yang merekam kejadian itu sejak tadi
"Baik tuan."
Devan melangkah kan kaki nya keluar dari restoran itu sambil menggenggam erat jemari mungil Bryna.
Lay yang melihat kejadian itu..hanya diam tak bergeming. ternyata gadis itu..calon istri Devan Nuraga..kenapa aku rasa nya tidak ingin jika gadis itu menjadi istri Devan..tapi Devan seperti nya sangat mencintai gadis itu dan sangat melindungi nya. Batin Lay
***
Di dalam mobil Bryna hanya diam menatap keluar jendela dia merasa takut atas apa yang dilihat nya barusan..David yang masih sama dengan sifat keras nya sedangkan dia baru saja amarah devan.
"Kau akan lebih sering melihat amarah ku jika kau tidak menuruti perintah ku." suara berat Devan terdengar di pendengaran Bryna
Bryna tidak merespon dia masih tetap fokus ke arah luar jendela. Dia bingung kenapa diri nya bisa berada di perangkap Devan pria dingin yang membuat hidup nya tidak bebas.Belum menjadi istri saja sudah di kekang ini itu..apalagi sudah menjadi istri.
Dia bersyukur bisa terlepas dari David tapi nyata nya dia sekarang terperangkap oleh Devan Nuraga Pria yang lebih dingin, kejam dengan Nya..Bryna tidak apa yang di pikirkan oleh pria di samping nya ini. Sebenernya apa yang di cari dari dalam diri nya..bahkan Tunangan Devan lebih bodygoals, dan masih banyak wanita-wanita di luaran sana yang lebih sederajat dengan Devan. Tapi kenapa Pria ini memilih nya untuk menjadi kan nya istri nya.
"Kau tidak menjawab.?" Tanya Devan karena tidak ada respon sama sekali
Masih diam
Devan menatap ke arah Bryna yang masih fokus ke arah luar jendela.
"BRYNA SINAGA." suara keras Devan membuat Bryna menengok ke arah Devan. Yang di dapat kan nya adalah Tatapan tajam Devan yang seakan ingin membunuh diri nya.
Devan semakin menajam tatapan mematikan nya itu.
"Tuan..bisa tidak kau tidak marah-marah tidak jelas seperti itu." ucap Bryna lagi dengan santai nya(padahal dalam lubuk hati nya dia sangat takut jika Devan marah dan menatap nya seperti itu.)
"Kau akan menyesal nanti nya." ucapan terakhir Devan membuat buluk kuduk Bryna bediri.
"Terserah."
Perdebatan itu pun berhenti selama perjalanan pulang ke mansion hanya hening seketika di dalam mobil mewah itu.
***
Di Apartemen mewah milik David
Jesica membantu David mengobati luka yang ada di wajah tampan david dengan hati-hati.
"Kak David sebenarnya apa hubungan mu dengan bryna.?" tanya Jesica
"Maaf aku tidak pernah memberitahu mu tentang ini."
"Lalu.?"
"Bryna.."
David mulai bercerita tentang hubungan nya dulu dengan Bryna selama 1 tahun dan sampai akhirnya Dia membuat kesalahan fatal yang membuat Bryna memutus kan hubungan mereka dan meninggalkan David dengan luka di hati nya.
"Kau lelaki brengsek David..kau melukai hati nya, kau pantas mendapatkan ini semua..Aku yakin Bryna akan bahagia bersama Devan tidak dengan mu." Ucap Jesica dengan emosi yang sudah membuat hati nya merasakan sakit atas apa yang di lakukan sepupu nya ini.
Jesica langsung pergi begitu saja dan membanting pintu apartemen dengan keras.
"Jes..Jesica.." panggil David
***
Mansion pribadi Devan
Bryna langsung turun begitu saja tanpa melihat ke arah Devan yang sedang memperhatikan nya keluar. Devan hanya Diam dan memasang wajah datar nya.
"Kau berani mengabaikan ku Bryna." ucap Devan dingin
namun Bryna sudah berjalan masuk ke dalam mansion.
"Tuan Apakah langsung kembali ke kantor saja?" tanya Rio
"Kau kembali saja..dan urus semua nya.." ucap Devan dan langsung turun dari mobil
Tuan Devan selalu seperti ini. Keluh Rio
Devan memasuki mansion dengan emosi yang sudah meluap-luap. Bryna baru saja akan menaiki anak tangga pertama tapi lengan nya sudah di cengkram kuat oleh Devan membuat diri nya meringis kesakitan.
"Tuan Sakit.." Keluh Bryna
"Berani sekali kau mengabaikan ku..kau pikir kau siapa Hah!" bentak Devan
"Itu hak ku mau mengabaikan tuan atau tidak..jika tuan..." ucapan Bryna terhenti ketika Devan semakin menajamkan tatapan nya.
"Aku tahu kakak mu dimana?" suara berat Devan membuat Bryna mendongakkan kepala nya
"Benarkah?Dimana dia.?" tanya Bryna
"Kau akan tahu setelah pernikahan kita." jawab Devan dingin
Devan melepaskan cengkraman nya.
"Aku ingin tahu sekarang juga."
"Tidak..aku tidak akan memberitahu mu sekarang"
"Bi Ani!" panggil Devan
"iya tuan."
"bawakan barang-barang Bryna ke kamar nya..aku akan pergi bersama nya sekarang." ucap Devan
"Tidak perlu bi aku bisa sendiri." tolak Bryna
devan menatap tajam ke arah Bryna yang membuat Bryna pasrah.
***
HAPPY READING 🍭🍓