ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.16 Ayo pulang


Bryna pergi ke kampus menggunakan sepeda nya sebelum sampai ke kampus Bryna singgah barang sebentar di Coffee Cup untuk membeli Americano.


Selang beberapa menit Bryna memarkirkan sepeda nya di depan cafe.


Dia memasuki cafe dan pagi ini lumayan rame dia pun langsung memilih minuman yang ingin di pesan nya. dia mengambil tempat duduk sembari menunggu pesanan nya datang. sambil memainkan ponsel nya.


Di luar cafe ada seseorang yang sedang memperhatikan kegiatan Bryna di dalam cafe.


dia menunggu gadis itu keluar cafe.


dan selang beberapa menit Bryna keluar dari cafe tangan nya membawa 2 cup Americano dia meletakkan nya di keranjang depan sepeda nya dan mulai mengayuh sepeda nya.


Dia tidak menyadari jika ada sebuah mobil yang mengikuti nya dari belakang.


"Kau tidak akan bisa lari dari ku Bryna Sinaga." senyuman devil orang itu membuat siapa saja yang berada di dekat nya sekarang merinding takut


Tiba-tiba Bryna mengehentikan sepeda nya. karena rantai nya putus.


"Arrghh..kenapa harus putus begini..bahkan di sini tidak ada bengkel." kesal Bryna


ketika Bryna sedang mengotak-atik sepeda nya mobil Bentley hitam berhenti tepat di samping bryna.


Seorang pria turun dari mobil dan menapakkan kaki jenjang nya ke jalan dan berjalan menuju bryna.


"Apakah perlu bantuan nona.?" tanya pria itu ramah


Bryna menengok ke arah sumber suara itu.


"Eh..tidak perlu tuan." tolak Bryna dengan senyum manis nya


"Lihat rantai sepeda mu putus..memang nya kau bisa memperbaiki nya."


"Tidak."


Pria di dalam mobil yang mengikuti Bryna turun dari mobil dan menghampiri mereka berdua.


"Biarkan saya yang membantu..dia kekasih ku." ucap pria itu


Bryna terkejut dan melihat ke arah sumber suara itu.


David.


"Benarkah nona.?" tanya pria satu nya


"Tidak..saya tidak memiliki hubungan apapun dengan nya." elak Bryna cepat-cepat


bryna langsung berdiri dan membawa sepeda cepat-cepat pergi dari hadapan 2 pria itu.


"Maaf tuan tuan saya permisi."


Belum sempat Bryna melangkah kan kaki nya. David sudah mencengkeram lengan nya kuat.


sorot mata nya mengatakan tetap diam di tempat mu, atau aku akan melakukan lebih dari ini. Iya seperti itu sorot mata nya


Bryna menundukkan kepala nya dia benar-benar merasa takut dengan David.


tolong lepaskan tangan kotor mu pria brengsek. Ucap Bryna hanya dalam hati nya


Pria satu nya memerhatikan jika Bryna seperti orang yang ketakutan.


"Tuan Lepaskan gadis ini..kau menyakiti lengan nya."


"Itu bukan urusan mu..lebih baik kau pergi..gadis ini kekasih ku." bentak David Membuat Bryna semakin takut


"LEPASKAN DAVID." Bentak Bryna lebih keras


"Kenapa kau bicara keras seperti itu sayang..aku sudah menyuruh mu untuk tidak menggunakan sepeda butut ini." ucap David dengan seringain yang mengerikan


Pria satu nya yang tak lain adalah Lay masih memperhatikan mereka berdua yang adu mulut di pinggir jalan.


Akhirnya lay menepis tangan David dari lengan Bryna dia menarik gadis itu ke sisi nya. membuat Bryna terkejut namun ketika berada di sisi pria ini kenapa terasa nyaman.


David menggeram kesal


"Kau tidak perlu mencampuri urusan kami..kau tidak tahu siapa saya." ucap David


"Saya tidak yakin jika kalian memiliki hubungan..lihat gadis ini bahkan tubuh nya gemetar." jawab Lay


"Tuan sebaiknya anda pergi..anda tidak perlu mengkhawatirkan saya." ucap Bryna


Dia takut jika David bertindak lebih dari ini..pada nya dan pria di samping nya ini.


Lay melihat ke arah Bryna dan merasa tidak yakin jika dia pergi meninggalkan gadis ini.


"Kau dengar bahkan kekasih ku.. menyuruh mu pergi."


"Kau juga pergi." ucap Bryna lagi


Bryna langsung melangkah pergi sambil menuntun sepeda nya di samping nya.


"Jangan bergerak selangkah pun jika kau ingin aku tetap hidup." Gertak Bryna pada David


David hanya terdiam dan menatap punggung mungil Bryna dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah Lay sinis.


***


Bryna sampai di kampus dengan masih menuntun sepeda. Dia merasa tidak nyaman jika pergi sendiri semenjak kejadian malam ketika David mengejar nya hingga dia terjebak ke perangkap Devan yang lebih membuat tersiksa.


"Bee..kenapa kau melamun ayo ke kelas." ucap Jesica entah sejak kapan sudah berada di samping bryna


"Eh..tidak."


"Kenapa.? kau terlihat murung." ucap Jesica


"Aku hanya lelah."


"Bee kau tahu hari ini kampus kita akan kedatangan tamu istimewa loh." ucap Jesi


"Oh."


"Hanya Oh saja."


"lalu aku harus mengatakan apa..wow amazing gitu..hahah sorry Jes mau yang datang artis papan atas pun aku tidak peduli."


"Kau ini iya..savage sekali."


Mereka akhirnya menuju kelas masing-masing di dalam kelas Bryna sudah fokus mengotak-atik laptop nya dan buku mata kuliah nya yaitu menyusun skripsi.


***


Tiba-tiba di luar kelas seperti ada keributan Bryna tetap acuh mengerjakan tugas nya. tiba-tiba Jesi sudah masuk ke kelas nya dan menghampiri bryna.


"Bryna kenapa kau masih duduk..kau tidak mendengar nya kita semua suruh ke ruang aula kampus." omel Jesica tidak habis pikir dengan Sahabat nya ini


"Benarkah..maaf aku tidak mendengar nya." jawab bryna


Buru-buru Jesica menarik lengan Bryna untuk keluar dari kelas..Bryna masih saja sibuk dengan bawaan nya.


***


Aula Room


semua mahasiswa/i kampus sudah berkumpul di ruangan aula. Jesica mencari tempat duduk di tengah-tengah bersama Bryna.


ketika sudah duduk Bryna masih membuka laptop nya dan melanjutkan kegiatan nya tadi.


Bagi nya itu tidak penting pasti hanya akan tamu kampus hanya akan berpidato yang tidak terlalu penting bagi nya.


Pria tampan bersama asisten pribadi masuk ke ruang aula dengan aura tegas dan kewibawaan nya.


"Tuan Devan sangat tampan."


"Asisten Pribadi nya juga tidak kalah tampan."


"Aku dengar tuan Devan sudah memiliki tunangan."


"Tenang asisten nya pasti masih jomblo."


Bryna masih fokus di depan laptop nya sejak duduk di bangku aula hingga Devan memberikan pidato selama 40 menit lebih (devan orang yang tidak banyak bicara) hingga ada sesi tanya jawab bryna sampai tidak menyadari jika Devan sudah berdiri di depan nya dengan tatapan tajam nya.


semua mata tertuju ke arah Bryna.


Jesica sudah menyenggol lengan Bryna tapi Bryna tidak bergeming sama sekali. (fokus sekali mb bryna).


"Apa kau tidak tahu cara menghargai orang yang berada di depan yang sedang berbicara." ucap Devan dingin


Deg


Bryna mendongakkan kepalanya dan mata nya langsung bersitatap dengan mata devan.


Tatapan mata nya kenapa seperti ingin membunuh orang. Bryna


"Bryna Sinaga." panggil Devan lagi


"Kenapa saya harus sopan pada anda tuan Devan yang terhormat..lagian itu tidak terlalu penting untuk ku.." jawab Bryna melawan rasa takut nya


Gila kamu Bryna kenapa kamu mengatakan itu..bisa mati kau ditangan Devan sekarang juga. Bryna merutuki kebodohan nya sendiri


Devan masih menatap tajam ke Bryna sampai akhir nya Devan berkata


"AYO PULANG." Ucap Devan dengan mudah nya


lengan Bryna sudah di cengkram erat oleh devan.


What? dengan mudah nya di berkata seperti itu..bisa jelek nama baik ku..pasti aku di cup jelek karena telah merebut tunangan orang.


"LEPASKAN.!" Bentak Bryna sambil menepis tangan nya namun genggaman devan lebih kuat


Semua orang yang berada di ruang aula terkejut ketika mendengar Devan mengatakan "Ayo pulang" pada gadis miskin itu.


dan lihat dengan berani nya Bryna membentak Devan di depan umum.


Devan mendekat ke arah Bryna dan membisikkan sesuatu di telinga Bryna.


"Jika kau tidak pulang bersama ku..aku akan mencium mu sekarang juga di sini." Bisik Devan dengan senyum kemenangan


Bryna yang mendengar nya saja geli bagaimana jika Devan melakukan nya.pasti diri nya tidak akan muncul lagi di kampus ini.


Akhirnya Bryna hanya pasrah keluar oleh Devan dan. pulang bersama.


"Wah Bryna Sinaga gadis miskin di kampus ini ternyata selama ini memiliki hubungan dengan Tuan muda Devan."


banyak dari mereka yang tidak mempercayai nya dan saling berbisik satu sama lain. ada yang mengangumi Bryna ada juga yang iri pada Bryna. Sedangkan Jesica masih terdiam dengan apa yang terjadi di depan nya barusan. Masih tidak percaya.


Bryna kau berhutang penjelasan pada ku. awas saja jika tidak menjelaskan hingga detail. Gumam Jesica


***


**HAPPY READING 🍭🍓


Please jangan lupa like di setiap bab nya, coment dan vote nya untuk novel ini Terimakasih 👉👈🥰**