ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.17 Kenapa kau melakukan itu


Di dalam perjalanan menuju mansion Bryna hanya diam menatap ke arah luar jendela. dengan wajah yang di tekuk. Karena kesal dengan Devan yang semaunya sendiri.


sedangkan Devan masih menatap ke iPad nya mengecek email yang masuk, dan beberapa laporan dari perusahaan.


Rio yang duduk di kursi pengemudi melirik ke kaca depan dan melihat keadaan belakang yang seperti sedang ada hawa dingin yang tertahan.


Tiba-tiba Bryna berbicara dengan keras


"KENAPA KAU MELAKUKAN ITU..APA KAU INGIN NAMA BAIK KU TERCEMAR DI KAMPUS..LIHAT BAHKAN BANYAK DARI MEREKA YANG TIDAK MENYUKAI KU..KARENA AKU MISKIN TAPI KAU TAMBAH MEMPERBURUK KEADAAN." Omel Bryna dengan keras di dalam mobil tanpa tanda koma titik.


Rio yang di depan saja gendang telinga nya merasa akan meledak. Lalu bagaimana dengan tuan muda yang duduk di samping nya.


Nona Bryna sungguh cerewet sekali.


Devan hanya diam lalu meletakkan iPad nya dan menatap ke arah Bryna lekat.


"Sudah mengomel nya..kenapa kau cerewet sekali, hah!"


"Kau tahu saya sangat membenci anda tuan." ucap Bryna lagi


"Benarkah.!"


"Iya saya sangat membenci diri anda sampai-sampai Ingin Rasa nya saya mencekik anda."


Devan menyeringai dan langsung menatap dingin ke arah Bryna .


"Kau bahkan tidak akan bisa lari dari ku setelah pernikahan kita nanti."


"Sebelum pernikahan itu terjadi mungkin saya sudah tidak berada di negara ini tuan..jadi jangan terlalu berekspektasi Terlalu tinggi."


"Rio, Siapkan acara Pernikahan besok."


Bryna membulatkan mata nya sampai ingin keluar.


"Apa yang anda kataka tuan..kenapa menjadi besok..bukan kah..." belum sempat menyelesaikan ucapan nya


Cup


Devan mengecup singkat bibir tipis Bryna yang semakin membuat Bryna lebih terkejut lagi.


Ahh..ciumana pertama ku sudah di ambil oleh pria gunung es ini..tidak tidak aku sudah menjaga nya dengan baik untuk suami ku kelak..tapi ahh dasar pria brengsek. Bryna menangis dalam hati


"Kau.."


"Diam kalo tidak aku akan melakukan nya lebih dari ini." jawab Devan


Bryna langsung terdiam dan menatap ke luar jendela dengan kejengkelan nya..dan sumpah serapahnya untuk Devan.


***


Di Mansion pribadi milik Devan sudah ada Nyonya Reni Mama Devan bersama Nova Yang sedang bercengkrama di ruang tamu menunggu kedatangan devan.


Mobil Bentley hitam memasuki halaman mansion dan di sambut beberapa pengawal yang berjaga ketat di setiap sudut mansion.


Devan turun dari mobil ketika pintu nya sudah di bukan kan oleh Rio. sedangkan Bryna sudah turun dan berinisiatif untuk kabur dari Devan sekarang dia pun langsung berlari menuju pintu gerbang utama.


Devan menyeringai melihat Bryna kabur dari nya Pengawal pun mengejar Bryna Devan hanya berdiri menatap ke arah Bryna yang sedang meronta-ronta untuk di lepaskan.


Gawat jika aku tidak kabur sekarang.. bagaimana ini tidak mungkin aku menikah besok.


Bryna sudah berada di hadapan Devan


"Gadis kecil Jangan coba kabur dari ku..kau tidak akan pernah bisa." Ucap Devan sambil mengacak-acak rambut Bryna


"Lepaskan saya tuan..saya tidak mau menikah dengan tuan..bahkan tuan bukan tipe ideal saya..anda sangat jauh dari tipe ideal saya." ucap Bryna


"Itu bukan urusan ku.. sebaiknya ayo masuk."


Bryna masih diam tak bergeming Devan pun langsung mengangkat tubuh Bryna di bahu nya seperti membawa karung beras.


"Tuan turun kan saya..kenapa anda bersifat seenak nya." teriak Bryna


Membuat telinga Nyonya Reni dan Nova merasa Terganggu.


"Selamat datang Tuan."


"Devan.?" Teriak mama nya


Devan menghentikan langkahnya dan melihat kearah mama nya.


"Apa yang mama lakukan di sini? bahkan membawa wanita itu." ucap Devan


"Kenapa? apa kau tidak menyukai nya jika seorang ibu berkunjung ke rumah anak nya."


"Bukan begitu mah.. sebaiknya mama pukang..aku tidak ingin berdebat dengan mama."


"Dan kau sebaik pulang..aku sedang tidak ada waktu."


Devan pun langsung meninggalkan mereka. Bryna hanya diam di bahu devan.


***


Nova merasa kesal dan api cemburu nya sudah menjalari tubuh nya sejak tadi.


Kenapa gadis itu berada di Mansion ini.


"Tante kau lihat sendiri kan Wanita itu memang sengaja menggoda Devan."


"Benar-benar iya..dia juga sudah membuat Devan tidak patuh lagi dengan mama nya."


***


Devan menghempaskan tubuh mungil Bryna di atas ranjang. Devan mengendurkan dasi nya.


"Kau tidak boleh keluar dari dalam mansion ini selangkah pun..selain bersama ku." Ucap Devan dingin


"dan satu lagi aku akan memberi tahu ayah mu jika besok kita akan menikah."


"Jangan beritahu ayah saya..tuan, saya mohon." Mohon Bryna


"Kenapa?" Tanya Devan


"Ayah mu harus mengetahui pernikahan kita.. bukan kah kita harus mendapatkan Restu dari ayah mu."


"JIKA AYAH KU MERESTUI APA KEDUA ORANG TUA MU MERESTUI HAH!" bentak Bryna kali ini Bryna sudah berdiri di hadapan Devan


Dia menatap tajam ke arah Devan sedangkan Devan mendengar bentakan dari Bryna barusan langsung mendekat ke arah Bryna dan mencengkram dagu Bryna kasar.


"selama ini kau berani sekali membentak ku..apa kau pikir kau bisa melawan ku Hah.. sebaiknya ikuti perintah ku..jika kau ingin bisnis ayah mu tetap berdiri." bentak Devan lebih keras dari Bryna dan langsung menghempaskan tubuh Bryna hingga tersungkur ke lantai.


Bryna sudah menetas kan air mata nya..Baru kali ini ada pria lain yang membentak nya keras..bahkan ayah dan kakak laki-laki nya sejak dulu tidak pernah membentak nya. Tapi pria asing dalam hidup nya dengan mudah nya membentak nya keras.


Devan Langsung keluar dari kamar Bryna dia pun menuruni tangga dengan pakaian kantor nya yang sudah berantakan.


"Rio Urus semua untuk keperluan besok."


"Baik tuan."


Nyonya Reni dan Nova masih setia duduk di ruang tamu ketika mendengar suara Devan mereka langsung menghentikan percakapan nya dan penglihatan mereka langsung tertuju pada Devan yang berjalan dengan arogan nya.


"Devan.?" panggil Nyonya Reni


"Aku ada urusan penting mah..sebaiknya mama pulang bersama Nova."


"Devan, kenapa pakaian kamu berantakan sekali..kamu tidak.." ucap mama nya sedikit curiga


"Berpikir lah positif mah..Aku akan pulang malam ini..karena itu mama pulang sekarang..ada yang akan aku bicarakan nanti." jelas Devan dan langsung melengos pergi begitu saja di ikuti Rio


sedangkan Nova semakin kesal karena sejak tadi Devan tidak melihat ke arah nya. bahkan ketika Devan mengucapkan nama nya Devan terlihat malas untuk mengucapkan nama Nova dari mulut devan tapi dia tetap memaksa kan nya barusan.


Lihat saja nanti Bryna aku akan melenyapkan mu dari dunia ini. Nova


Akhirnya mereka berdua pulang dari mansion devan ini.


***


**HAPPY READING 🍭🍓


Jangan lupa like, coment dan vote nya terimakasih 🍓**