ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab 29.Bryna Ellever & Bryna Sinaga


Pagi ini Bryna terbangun lebih awal dan melihat di sekeliling ruangan yang familiar di penglihatan nya.


ini bukan di rumah sakit..ini di kamar devan.. lalu siapa yang membawa ku pulang..dan ayah siapa yang jaga.


Bryna langsung beranjak dari ranjang dan keluar kamar dia menuruni anak tangga dengan cepat. Namun setengah perjalanan nya Bryna mendengar suara Devan dan seseorang di ruang tamu mansion.


Bryna mengenal suara itu.


Kakak itu kakak untuk apa kakak ke sini.


Bryna berlari menuju ruang tamu dengan tergesa-gesa dia takut kejadian kemarin terulang lagi.


"Kakak.?"


Devan dan Ray mengalihkan pandangan nya ke arah sosok Gadis yang berada tak jauh dari mereka.


"Sayang." ucap kedua nya bersamaan


Bryna bingung


"Kenapa kamu keluar dengan kondisi mu yang seperti itu Bryna." ucap Devan


"Aku aku hanya terkejut karena tiba-tiba sudah berada di mansion.. ayah tidak ada.."


"Ada Kevin yang menjaga nya bee." potong Ray


"Kevin?"


"Dia asisten pribadi kakak."


"Iya sudah sebaik lanjutkan saja obrolan kalian aku akan kembali ke kamar." ucap Bryna dan langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan tatapan tajam Devan


"Aku akan membawa ayah ku ke China..dan bukan berarti aku merestui hubungan kalian..aku akan tetap memantau kalian dari sana ingat itu Dev..jaga dia baik-baik jika terjadi sesuatu pada nya orang pertama yang ku benci adalah kau."


"Apa kau tidak takut jika aku menyakiti adik mu..oh tidak dia bukan adik kandung mu mungkin Bryna hanya gadis sial yang telah menghancurkan keluarga mu bukan.?"


"Jaga ucapan mu brengsek.!"


kali ini Ray sudah menarik kerah baju Devan dan siap akan melayangkan pukulan keras di wajah tampan Devan lagi. Namun ray tahan karena ini bisa membuat Bryna benci pada nya.


"Kenapa? takut jika Bryna mengetahui nya hah?"


"aku tahu bahkan ibu mu sangat membenci istri ku karena menurut nya dia gadis pembawa sial untuk keluarga Sinaga.."


"iya benar ibu ku sangat membenci Bryna namun tidak dengan ku dan ayah."


"oh benarkah..lalu kemana saja diri mu selama ini..kau tahu betapa pekerja keras nya istri ku..kau hanya tidak ingin istri ku tahu semua nya bahwa dia bukan anak kandung ayah dan ibu mu." ucap Devan dingin


Namun di sela-sela perdebatan mereka Bryna muncul tanpa sepengetahuan mereka. Bryna terdiam mencerna semua perkataan kedua nya.


"Apa benar semua itu kak?" tanya Bryna dengan suara bergetar menahan tangis tangan meremas dress simple yang ia kenakan


"Bryna!" ucap Ray


"Apa benar semua yang kakak dan Devan katakan..bahwa aku aku gadis pembawa sial keluarga Sinaga.?"


"bryna dengarkan penjelasan kakak dulu.."


"Jawab kak." bentak Bryna


"Itu semua hanya salah paham bee..kamu bukan gadis pembawa sial dan juga kamu anak kandung ayah dan ibu semua yang di ucapkan Devan itu salah."


"Terimakasih suami ku karena telah memberi tahu ku." ucap Bryna dan langsung melangkah pergi meninggalkan Devan dan juga Ray


Ray akan menahan Bryna namun di cegah oleh Devan.


"Jangan berani nya kau menyentuh istri ku tuan Ray." ucap dingin Devan dan langsung meninggalkan Ray di ruang tamu sendirian


Bryna masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu rapat-rapat agar siapa pun tidak dapat memasuki kamar itu termasuk Devan pemilik kamar.


Bryna masuk ke dalam kamar mandi dan menangis sejadi-jadi nya dan menyalakan shower agar tangis nya tidak terdengar siapa pun.


Aku ingat dulu ayah pernah berkata sekarang kamu harus jadi gadis yang baik ayah akan merawat mu dengan baik hingga dewasa..itu janji ayah untuk mereka. Aku mengerti sekarang yang di maksud ayah adalah kedua orang tua kandung ku..


Bryna Ellever putri tunggal dari pasangan Doni Ellever dan juga Vina Winata yang selamat dari tragedi kecelakaan mobil keluarga Ellever waktu Bryna masih berusia belia dan yang selamat hanya Bryna sedangkan kedua orang tua nya sempat kritis dan yang menyelamatkan mereka itu adalah ayah dari Raynald Sinaga yaitu Aryo Sinaga yang pada akhirnya memutuskan untuk merawat Bryna dan mengadopsi Bryna sebagai putri nya. Namun di sisi lain istri dari Aryo tidak menyetujui itu semua hingga pada akhirnya saat usia Bryna dan juga Ray masih kecil Aryo dan istri nya memutuskan untuk bercerai karena istri nya terus menerus mengatakan bahwa Bryna gadis pembawa sial yang membuat bisnis keluarga Sinaga hancur.


"Bryna buka pintu nya." ucap Devan


Karena kamar nya kedap suara jadi Devan tidak mendengar apapun dari luar kamar nya.


yang membuat diri nya semakin khawatir pada Bryna.


karena pintu kamar nya menggunakan password jadi dapat dengan mudah Devan membuka pintu kamar nya.


setelah terbuka Devan menutup kembali pintu kamar nya dan mencari sosok gadis yang telah dinikahinya itu namun tidak menemukan batang hidung nya..dan iya yang terakhir kamar mandi dia mendengar suara percikan air yang terus mengalir pintu kamar mandi terkunci.


"Bryna aku tahu kamu di dalam buka pintu nya."


Bryna hanya terdiam di dalam sana


"Bryna selagi aku masih bersifat baik pada mu buka pintu nya sekarang..atau aku akan..."


ckrekk pintu kamar mandi terbuka dan muncul lah Bryna yang basah kuyub mata nya yang sembab.


"Bryna Ellever!"


Bryna mendongak kan kepala nya menatap mata tajam Devan..diri nya tidak salah dengar bukan Devan memanggil nama nya sedikit beda.


"Apa maksudmu?"


Devan mengambil handuk dan langsung menutupi tubuh mungil Bryna lalu mendudukkan nya di pinggir ranjang.


"Tidak aku hanya salah ucap..sebaik nya kau ganti baju mu..aku akan mengajak mu jalan-jalan." ucap Devan mengalihkan pembicaraan


Bryna hanya diam dengan rasa penasaran nya yang sudah memenuhi otak nya.


Kenapa banyak sekali hal-hal yang tidak aku ketahui tentang ku bahkan keluarga ku sendiri. sedangkan Devan suami ku tahu terlebih dahulu..apa aku begitu tidak penting nya bagi mereka (keluarga Sinaga)


Devan sudah berada di ruang kerja nya sedangkan Bryna berganti pakaian Casual nya. Tidak menyangka Devan akan mengajak nya pergi jalan-jalan walaupun terkadang mood pria itu cepat sekali berubah tapi sekali nya hangat membuat hati Bryna berdegup kencang.


aku tidak mencintai nya bukan.. perasaan ini hanya perasaan senang bukan perasaan tentang cinta.


*jangan jatuh cinta pada nya Bryna dia memiliki kekasih yang masih di pertahan kan di hati nya. Hmm lalu untuk apa dia menikahi ku jika memang masih mencintai kekasih hati nya.


jawaban hanya devan yang bisa menjawab Bryna*.


Bryna keluar kamar dan Devan pun juga keluar dari ruang kerja nya.


"sudah siap.?" tanya Devan


"Sudah."


Devan berjalan sambil menggenggam jemari Bryna erat. membuat jantung Bryna berdegup kencang. *perasaan apa ini..tidak mungkin aku jatuh cinta pada pria dingin ini..tidak aku sangat membenci nya.


aku harap aku segera lepas dari nya*.


"Buang jauh-jauh pikiran kau akan pergi dari ku bee itu tidak akan terjadi." ucap Devan datar


kenapa dia tahu aku sedang memikirkan itu..atau dia bisa membaca pikiran orang lain dengan cara menggenggam erat jemari orang tersebut.


Bryna pun ingin melepaskan genggaman Devan namun Devan menahan nya dan menggenggam nya lebih erat lagi.


"Bi aku akan pergi bersama istri ku jika mama dan papa datang bilang pada mereka kami sedang honey moon."


"baik tuan muda."


honeymoon apa seperti ini honeymoon nya orang kaya tidak membawa apapun itu.


"Ini hanya untuk alasan saja Bryna..untuk sekarang mungkin waktu nya untuk honeymoon karena besok aku akan pergi ke kantor." jelas Devan


"hmm" jawab singkat Bryna


aku juga tidak berharap untuk kita pergi honeymoon yang inginkan segera lulus dari kampus..dan mencari pekerjaan.


Mereka berdua menaiki mobil Lamborghini favorit Devan warna hitam untuk pergi ke tujuan mereka sekarang.


***


HAPPY READING 🍭🍓🍉