ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.43 Aku akan menghukum mu


Setelah selesai sarapan Bryna beranjak dari duduk nya dia berniat untuk berkeliling mansion lalu terakhir singgah di gazebo halaman belakang mansion.


Dia sudah tidak terkejut dengan banyak nya pengawal yang berjaga di setiap sudut mansion bahkan di halaman depan sampai belakang. Bryna awal nya takut karena pengawal itu ada yang bertubuh besar dan kekar dan berwajah sangar. Tapi Sekarang dia sudah biasa. Tapi dia lelah setiap melihat pengawal yang selalu membungkuk hormat pada nya itu membuat diri nya risih.


"Nona apakah nona akan berjalan-jalan.?"


"Tentu saja..aku sangat bosan jika di dalam mansion besar ini." jawab bryna ramah


"Saya akan menemani Nona berkeliling Mansion..oh iya ada 2 pengawal yang akan melindungi Nona selama berjalan di luar mansion." jelas Lucy dengan wajah polos nya


Datanglah 2 pria Muda lumayan tampan yaitu Arga dan John yang di tugaskan oleh Devan untuk menjaga istri nya.


"Nona muda." ucap mereka bersamaan


"Nona muda dia adalah John dan sebelah nya Arga."


Bryna masih melongo tidak percaya dengan perlakuan Devan untuk nya..


"Kami di tugaskan oleh tuan muda Nuraga untuk melindungi.." belum sempat menyelesaikan ucapan nya sudah dipotong oleh Bryna


"Apa? melindungi?, melindungi siapa?" tanya Bryna masih tidak percaya


"Tentu saja melindungi Nona muda." jawab Lucy


"Aku? Bryna menunjuk diri nya sendiri dengan wajah yang tidak percaya "Astaga! aku tak akan mudah hancur hanya karena pria asing itu menghajar ku..lihat diri ku baik-baik saja sekarang." ucap Bryna masih dengan wajah tidak percaya nya


Bahkan sekarang diri nya berada di mansion tidak mungkin pria itu menculik nya kembali. lihat bahkan pengawal di mana-mana.


"Devan, bilang apa lagi tentang ku?"


"Kami tak boleh biarkan Nona muda sendiri." ucap Arga


"Astaga dia mau apa? aku bukan anak kecil! aku bisa sendiri, Devan konyol sekali, bukan kah tuan muda kalian sangat berlebihan.!" ucap Bryna dengan wajah malu-malu karena Devan sungguh membuat nya berbunga-bunga pagi ini.


"Dia sudah berjalan-jalan sejak tadi sekarang mereka berada di gazebo halaman belakang tempat favorit Bryna.


"Lucy apa kau suka bekerja di sini.?" tanya Bryna


"Tentu saja Nona."


"Apa yang membuat mu suka kerja di sini.?"


"Karena Tuan besar dan Nyonya besar sangat baik kepada siapapun dan juga gaji nya Sangat besar aku bisa menabung untuk kuliah ku di masa depan dan untuk membiayai kebutuhan orang tua ku." jelas Lucy sangat antusias


Bicara soal Tuan besar dan nyonya besar aku jadi ingin berkunjung ke sana..Apakah Mama sudah tidak membenci ku hmm aku tidak yakin!


"Tuan muda apa Menurut mu dia baik?"


Lucy terdiam sejenak mendengar pertanyaan Nona muda nya.


"Hei kenapa kau diam saja?" tegur Bryna


"Eh maaf Nona..bagi ku tuan muda sangat kejam dan menakutkan tapi dia selalu ada sisi hangat nya yang jarang saya lihat." jelas Lucy


"Iya kau benar Lucy..tuan muda mu sangat kejam, menjengkelkan, sangat dingin, dan menakutkan..aku hampir gila menghadapi sifat nya itu." jawab bryna dengan percaya diri nya tanpa dia sadari sosok tinggi tegap sudah berdiri di belakang nya.


Lucy dan 2 pengawal yang berada di sana merasa takut ketika Nona muda nya berceloteh yang tidak-tidak tentang suami nya.


"Nona..?"


"Hmm..katakan saja kau tidak perlu takut..aku pun sangat membenci nya Sangat dia selalu berlebihan contoh ini dia sampai mengutus kalian bertiga untuk menjaga ku di dalam mansion..bukan kah itu konyol lihat bahkan di setiap sudut mansion banyak pengawal tidak mungkin pria jahat itu menculik ku kembali..jika dia menculik ku kembali akan ku cabut jantung nya..bahkan jika pria jahat itu menyentuh suami ku..hah akan ku tebas kepala nya." Bryna berceloteh panjang lebar dan membuat Lucy, Arga, John sangat kewalahan untuk mendengarkan nya karena Bryna mengatakan nya seperti sepur.


"Nona sebaiknya nona minum dulu." ucap Lucy


"Tidak.. perlu aku sungguh baik-baik saja.."


"sudah mengoceh nya Nona muda.?" suara berat Devan menggelitik pendengaran Bryna


Bryna pun langsung membalikkan badan nya betapa terkejutnya dia mendapati suami nya yang sudah berdiri di belakang nya .


Hik...Hik...Hik


Bryna mengalami cegukan saking terkejutnya Lucy pun langsung memberikan Air putih untuk Bryna . Bryna menerima satu gelas air putih masih dengan menatap Devan dengan wajah terkejut nya yang membuat Devan semakin gemas dengan istri nya ini.


"De..Devan sejak ka..pan kau kembali.?" tanya Bryna


"Sejak kau membicarakan ku sayang..kau sangat nakal ternyata aku akan menghukum nanti malam." jawab Devan dan langsung mengecup bibir ranum Bryna singkat lalu pergi meninggalkan Bryna dan Lucy juga 2 pengawal itu.


Bryna Masih diam dia menatap punggung kokoh itu semakin menjauh dari pandangan nya.


"Apakah dia marah pada ku..dan kenapa dia pulang jam segini."


"Apakah nona baik-baik saja."


"Tidak aku tidak baik-baik saja.. bagaimana jika dia marah pada ku."


"Nona tenang saja..tuan muda tidak marah pada Nona.dia hanya Kembali untuk makan siang bersama Nona." jelas Lucy


"Baik aku harus segera Kembali ke mansion."


~


Devan sudah duduk dengan tenang di meja makan. Di sana sudah ada Zevana dan juga Mama papa."


"Sayang dari mana saja kamu..?" tanya mama


"Ah em aku dari gazebo di halaman belakang mah." jawab bryna sedikit gugup karena ini pertama kali nya ibu mertua nya memanggil nya sayang dengan lembut.


"Cepat duduk..Mama sangat khawatir pada mu..apa kau baik-baik saja sekarang.?"


"Mama istri ku baik-baik saja..mama tidaj perlu khawatir lagi dan maaf kan aku karena telat memberi papa mama kabar."


"Papa Mama baru saja kembali dari liburan keliling dunia nya Bee.." jelas Devan


"Ah iya.." jawab bryna


"Apakah kalian belum melakukan honeymoon?" tanya mama spontan


Bryna ataupun Devan diam seketika


"Kalian belum honeymoon! astaga Devan Bryna bagaimana bisa."


"Kami sedang merencanakan nya mah.." jawab Devan datar membuat Bryna mendongakkan kepala nya menatap Devan


"Sudah sebaik nya kita makan siang dulu." selah papa


~


Devan sudah kembali ke kantor sedangkan Tuan besar dan nyonya besar masih berada di mansion Devan begitu juga zevana. Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Pah mah zeze terimakasih sudah mengkhawatirkan ku." ucap Bryna pelan


"Tentu saja kami mengkhawatirkan mu bee kamu adalah menantu keluarga Nuraga." jelas mama mertua


"Tapi mah lihat anak laki-laki mu itu sangat lah konyol bahkan aku di dalam mansion tapi dia mengutus 2 pengawal untuk melindungi ku di sini." jelas Bryna mulai terbiasa dengan arah pembicaraan nya


"Lihat mah 2 pengawal itu dan 1 pelayan itu..mereka selalu mengikuti ku kemana pun aku pergi."


"Devan memang seperti itu dia tidak akan membuat kesalahan kedua kali nya..dia sudah gagal melindungi mu waktu itu."


"Kak Bryna..kakak ku memang sangat konyol jika sudah tentang diri mu..dia sangat mencintai mu." ucap zeze


"Tidak apa-apa mama tahu Devan sangat khawatir terhadap mu, maka dari itu dia mengutus orang-orang dari mansion utama."


"Aku sangat bersyukur memiliki suami seperti Devan..aku bersyukur telah memiliki kalian di hidup baru ku ini." ucap Bryna sambil memeluk tubuh mama nya erat


"Maafkan mama karena dulu memperlakukan mu tidak baik sebagai menantu keluarga Nuraga."


"Mama tidak salah..mama wajar bersikap seperti itu karena mama ingin yang terbaik buat anak mama Devan."


"Mama sibuk mencari yang terbaik untuk Devan sedangkan yang lebih-lebih terbaik sudah ada di depan mata."


Bryna tersipu malu tapi bagi diri nya sekarang kebahagiaan Devan dan Papa mama mertua nya lah yang utama buat Bryna dia akan menjadi istri yang baik untuk keluarga Nuraga. Bagi nya sangat beruntung karena diri nya menjadi istri Devan..dulu dia Sangat benci pada Devan karena sifat pemaksa nya itu. Tapi sekarang dia Sangat mencintai Devan.


Tiba-tiba dia teringat perkataan Devan


"Aku akan menghukum mu nanti malam"


"Hah? tidak!" teriak Bryna tiba-tiba yang membuat papa mama dan zeze terkejut


"Ada apa bee?" tanya mama mertua khawatir


rona merah muncul di kedua pipi gembul Bryna dia Sangat malu karena tiba-tiba teriak begitu saja.


"Mah aku malam ini tidur di mansion utama iya..aku ingin tidur di sana aku hanya bosan jika di mansion ini lagian di sana nanti ada zeze aku sudah lama tidak mengobrol dengan zeze."


"Tentu saja bee kapan pun kamu mau."


"Kak Bryna apa kau menghindari sesuatu..aku tahu dari gelagat kakak."


"Hah? hahahahh..apa yang kamu katakan ze." jawab Bryna dengan melempari bantal sofa ke arah Zevana


"Kakak..apa yang kau lakukan..aku akan melaporkan mu pada kak Devan."


Mereka semua pun tertawa mereka terus mengobrol dengan santai hingga sore pun tiba. Bryna ikut pulang ke mansion utama masih dengan rencana nya tadi. Dia memberi tahu pelayan ataupun pengawal untuk tidak mmeberi tahu Devan jika diri nya di mansion utama.


Mereka tidak memberi tahu pun Devan akan tahu jika Bryna di mansion utama.


~


**HAPPY READING 🧀


Semoga suka✨maaf kalo ada typo** :(