ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.42 Menemani Nona Muda


1 Minggu Kemudian


Sejak Bryna keluar dari rumah sakit Devan semakin memperketat pengamanan Mansion dan Pengawasan Mansion. Bryna tidak di izinkan untuk keluar mansion bahkan di halaman pun..Devan menugaskan 2 pengawal kepercayaan nya untuk selalu mengikuti kemanapun Bryna pergi dan 1 pelayan wanita untuk menemani Bryna mengobrol.


"Arga, John Kalian berdua aku tugaskan untuk selalu berada di dekat Nona muda.. mengerti!"


"Siap tuan muda." jawab mereka berdua kompak


"Dan untuk kau Lucy temani Nona muda jika aku tidak berada di mansion."


"Baik tuan muda."


Rio yang berdiri di belakang mereka bertiga langsung mendekat ke arah meja kerja Devan. Dan memperlihatkan cctv rahasia yang terpasang di setiap sudut mansion.


"Semua nya sudah beres." ucap Rio


"Bagus."


"Kalian boleh pergi." ucap Rio


Setelah mereka semua pergi Devan melanjutkan bicara nya dengan Rio


"Bagaimana..apakah Simon masih bergerak.?"


"Saat ini dia masih tidak berbuat ulah kembali..tapi ku pikir kau harus tetap waspada Devan..kau tahu bukan musuh yang diam pasti mereka sedang merencanakan sesuatu yang besar." jelas Rio yang sudah tidak formal lagi jika hanya berdua dengan Devan


"Aku tahu itu..Bryna semakin berbahaya."


"Bukan hanya Bryna tapi kau juga..bahkan kau yang lebih dalam berbahaya." tegas Rio


~


Bryna sedang duduk di balkon kamar nya dalam diam.. Semenjak kejadian itu..Dia trauma untuk hal-hal yang berbau kekerasan bahkan Aryo yang selama ini merawat nya hingga dewasa tidak pernah memukul Bryna ataupun memarahi nya..Aryo sangat menyayangi Bryna.


"Ayah aku merindukan mu!" gumam Bryna


"Aku butuh pelukan mu sekarang..aku takut aku takut jika ada yang memukuli ku lagi..itu sangat menyakitkan ayah."


"Aku tidak tahu siapa pria itu..dia sangat kejam..bahkan dia akan membunuh ku..aku Sangat takut." ucap Bryna lagi tanpa dia sadari air mata nya membasahi pipi mulus nya Bryna terisak di balkon sendirian.


hiks hiks


Tiba-tiba ada yang duduk di samping Bryna tanpa Bryna sadari. Pria itu menarik tubuh Bryna kedalam pelukannya erat.


"Aku akan selalu di sini untuk mu.." suara berat itu membuat Bryna tersadar Bryna pun mendongakkan kepala nya menatap rahang tegas itu. iya dia adalah Devan suami nya


Bryna langsung memeluk Devan erat dia menenggelamkan wajah nya ke dada bidang Devan.


"Kau tidak perlu takut..aku akan melindungi mu tidak akan ada yang bisa menyentuh mu bahkan menyakiti mu lagi."


"Aku merindukan ayah." ucap Bryna pelan


"Ayah?"


"Hmm..aku sangat merindukan nya.."


"Aryo Sinaga maksud mu?"


"Lalu?"


"Aku akan menghubungi Ray untuk membawa ayah ke Indonesia." ucap Devan


"Benarkah?"


"Hmm." jawab Devan


~


Aryo Sinaga merasa hal buruk akan menimpa Bryna putri angkat nya..Sejak 2 Minggu lalu Bryna tidak bisa di hubungi maupun Devan juga. Dia semakin yakin Seperti ada yang di sembunyikan oleh mereka berdua.


Aryo datang ke kantor Ray yang tak jauh dari gedung apartemen yang di tinggali nya. Iya Aryo tinggal di apartemen pribadi milik Ray karena dia tidak ingin bertemu dengan mantan istri nya lagi. Ray hanya menuruti keinginan ayah nya.


semua karyawan kantor membungkuk hormat pada tuan Aryo karena mereka semua sudah tahu bahwa Aryo adalah ayah dari Presedir mereka.


Sekretaris Ray menjemput tuan Aryo di lobi.


"Selamat datang tuan Aryo." ucap sekretaris itu ramah


"Tidak perlu terlalu formal pada ku..itu sangat tidak cocok untuk diri ku..dan untuk semua staff kantor kenapa mereka semua menghormati ku..haha." ucap aryo merasa tidak pantas jika di hormati seperti itu.


"Karena anda ayah dari Presedir kami yang sangat kami hormati tuan."


tuan Aryo hanya tersenyum


Ruang Kantor Raynald


"Ayah..apakah ada yang ingin ayah sampai kan?" tanya Ray


mereka berdua sudah duduk di sofa yang berada di tengah-tengah ruangan besar itu.


"Ayah khawatir pada Bryna..apakah dia baik-baik saja sekarang."


"Ayah, Bryna baik-baik saja..devan selalu menjaga nya..ayah tidak perlu khawatir." ucap Ray menyakinkan


"Tapi kenapa mereka tidak bisa di hubungi.?"


"Mungkin Devan ataupun Bryna sangat sibuk..ayah tahu kan Devan adalah pria tersibuk..sedangkan Bryna adalah novelis."


"Hmm baiklah ayah mengerti sekarang..Ray apakah ayah boleh untuk mengunjungi mereka."


"Iya kita pergi bersama..aku juga akan membawa istri dan anak ku." jawab Ray


"Baiklah..itu bagus."


~


Pagi nya


Devan pergi ke kantor seperti biasa sedangkan Bryna masih terlelap. sebelum berangkat Devan mencium kening istri nya lembut.


"Aku akan segera kembali." ucap nya pelan


Devan beranjak keluar kamar dan sudah di sambut oleh bi Ani.


"Selamat pagi tuan muda"


"Hmm bi, Jangan bangunkan bryna..biarkan dia bangun sendiri." ucap Devan


"Baik tuan.."


"Dan untuk Lucy kau harus selalu bersama nona muda jika aku tidak ada di mansion.."


"Baik tuan muda."


Rio sudah menunggu di ruang tamu sambil membawa iPad mini dan di berikan ke Devan.


senyum smirk Devan membuat siapa saja takut bahkan Rio yang berada di samping nya bergidik ngeri. Dia berpikir rencana apa lagi yang ada di otak Devan ini.


"Mereka melawan pria yang salah." jawab Devan


Rio dan Devan sudah memasuki mobil Rio yang memegang pengemudi sedangkan Devan duduk di kursi belakang.


"Mereka mencoba untuk membuat perusahaan ku hancur.."


"Apa rencana dalam pikiran mu Devan.?" tanya Rio


"Setujui pengajuan itu..kita ikuti saja permainan mereka."


"APA!" Rio mengerem mendadak ketika mendengar penuturan Devan barusan yang membuat Devan geram


"Apa yang kau lakukan Rio?" tanya Devan kesal


"maaf tapi apakah kau bercanda.. setujui kerja sama dengan Alaxy group."


"Apa perkataan ku masih kurang jelas..apa aku harus mengu..." belum sempat menyelesaikan ucapan nya Rio sudah memotong nya


"Baiklah baiklah aku mengerti sekarang." jawab Rio


Devan hanya menghela nafas berat


~


Di Gedung Alaxy group Simon begitu terkejut ketika pengajuan kerja sama nya dengan NRG Corp di setujui oleh CEO NRG yang tak lain adalah Devan Nuraga. Dia nggak menyangka jika Devan langsung menyetujui kerja sama ini.


"Wahh sungguh pria itu menyetujui kerja sama ini."


"Iya tuan..dan ini daftar properti-properti yang di butuhkan untuk pembangunan hotel NRG." ucap sekretaris Simon


"Baiklah kerjakan semua nya dengan apik."


"Baik tuan." sekretaris itu langsung undur diri.


Kau masuk dalam perangkap ku Devan..kenapa kau mudah sekali di tipu..aku bahkan tidak Sudi untuk berkerja sama dengan mu!


~


Devan mengecek semua laporan perusahaan nya dan proyek Hotel NRG yang akan segera di bangun di pusat kota. Devan sangat ingin jika proyek perusahaan nya bersama Sopa Company perusahaan properti milik Cakka kawekas sahabat nya menghasilkan yang terbaik di masa depan.


"Presedir? pihak Alaxy membutuhkan banyak biaya untuk properti-properti yang di ajukan oleh NRG Corp karena beberapa properti tidak ada dalam produksi mereka." jelas Risya sekretaris 1 Devan


Devan memincing kan wajah nya lalu senyum smrik di wajah nya membuat siapa saja bergidik ngeri.


"Bukan beberapa bahkan semua nya tidak ada di perusahaan itu." jawab Devan


"Lalu kenapa kau menyetujui pengajuan kerja sama itu Dev.?" tanya Rio heran


"Karena aku ingin mempermainkan mereka."


"Maksud mu?"


"Kau tahu bukan perusahaan itu milik siapa?"


"Nona muda?" jawab Rio ragu


"Bingo!"


"Aku ingin perusahaan itu kembali kepada pemilik asli nya."


"Bagaimana cara nya.?"


Devan menghela nafas berat dengan kebodohan Rio.


~


Bryna baru saja bangun pukul 9 pagi dia begitu terkejut karena bangun terlalu Siang.


"Ahhh jam berapa ini?" teriak Bryna namun teriakan nya tidak akan terdengar dari luar karena kamar utama dan ruangan-ruangan tertentu kedap suara.


Bryna beranjak dari ranjang dia langsung belari menuju kamar mandi badan nya terasa remuk karena ulah Devan semalam.


"Aku seperti tidak memiliki tulang."


"Devan Nuraga akan ku balas kau."


selang beberapa menit dengan acara mandi nya Bryna keluar dari kamar mandi dia begitu terkejut mendapati pelayan wanita muda berdiri di samping ranjang nya.


Iya ampun kenapa ada pelayan masuk aku sangat malu keadaan kamar seperti ini. bahkan sekarang sudah rapih oh tidak.!


"Nona Ini pakaian untuk nona muda." ucap Lucy pelayan yang di tugaskan untuk menemani Bryna oleh Devan


"Apa yang kamu lakukan di sini? kau membuatku terkejut."


"Maaf kan saya Nona muda..saya hanya melaksanakan tugas saya."


"haish kau tidak perlu minta maaf dan jangan terlalu formal pada ku..aku hanya bertanya saja tadi." ucap Bryna menenangkan


Bryna pun langsung menuju walk in closet untuk memakai pakaian nya.


selang beberapa menit Bryna keluar dengan wajah datar dia langsung duduk di depan meja rias nya. lalu tanpa titah dari Bryna , Lucy langsung mengering kan rambut Bryna dengan lembut.


"Berapa usia mu?"


"19 tahun Nona."


"Seharusnya kau masih kuliah awal..tapi kenapa kau bekerja sebagai pelayan di mansion ini.?" tanya Bryna ramah


"Kuliah membutuhkan biaya besar Nona..orang tua ku tidak mampu untuk membiayai kuliah ku..aku sudah lulus SMA saja sudah bersyukur."


Bryna tertegun mendengar penuturan gadis muda ini..


"Apa kau sudah lama bekerja di sini.?"


"Baru 5 bulan Nona."


"5 Bulan? kenapa aku tidak pernah melihat mu?"


"Karena saya di tugaskan di mansion utama Nona."


"Lalu kenapa sekarang kau ada di sini.?"


"Tuan muda yang memindahkan saya di sini untuk menemani Nona jika tuan muda tidak ada di mansion." jelas Lucy


"Wahh wah..pria itu sungguh luar biasa."jawab bryna


~


**HAPPY READING 🍓🍃🌹🧀


MAAF KALO SELALU NGARET UPDATE NYA.. :( KALO ADA TYPO BILANG IYA 😉**