ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.2 Pertemuan Kedua nya


"bee apa kau kerja part time hari ini?" tanya Jesi


"Tentu saja, jika aku tidak kerja part time mau makan apa aku." jawab bryna


mereka berdua berjalan di lorong kampus menuju parkiran. Bryna menuju parkiran khusus sepeda sedangkan Jesica menuju parkiran mobil.


"iya sudah jika kau tidak sibuk temani aku shopping iya." ucap Jesica


"baiklah..iya sudah bye." sahut Bryna tersenyum manis


mereka pun terpisah


Bryna Langsung menuju restoran Jepang tempat dia kerja part time hari ini. gaji nya tidak seberapa sih tapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari Bryna.


setelah beberapa menit mengayuh sepeda nya Bryna sampai di restoran Jepang terbaik di kota A ini. dia pun langsung menuju loker dan mengganti pakaian kerja nya.


"hai Bryna kau sudah datang." sapa salah satu rekan kerja nya


"hai juga Tasya." sapa balik Bryna


"wahh seperti nya hari ini sangat ramai pengunjung.."


"iya kau benar..aku Sampai kewalahan bersama teman-teman lain nya."


Bryna pun langsung mengantar kan pesanan-pesanan pelanggan dengan profesional. Bryna harus penuh kesabaran jika melayani pelanggan dari kalangan atas yang membuat nya jengkel..tapi dia masih bisa tersenyum ramah pada mereka walaupun mereka dengan sengaja membuat kesalahan untuk Bryna. orang kaya seperti itu seenak nya saja.


"tuan ini pesanan nya."


"hai siapa nama mu.?" tanya salah satu pria berbadan gemuk hmm seperti bos rentenir gitu seperti nya


"maaf tuan jika tidak ada yang di pesan lagi saya permisi..untuk pertanyaan tadi tidak perlu saya jawab." jawab bryna sopan dan masih dengan senyum ramah nya


ketika Bryna akan melangkah pergi pergelangan tangan nya di cengkram kuat oleh pria itu. tatapan pria itu membuat Bryna bergidik ngeri.


"tuan bisakah anda lepaskan tangan kotor anda dari lengan saya." ucap Bryna sudah sedikit emosi


"hahah tangan kotor..hei kau ini hanya gadis rendahan berani sekali kau mengatakan itu dengan bangga nya."


karena Bryna sudah tidak tahan lagi menahan emosi nya dia pun langsung menggigit tangan pria itu dengan kuat hingga datanglah keributan di restoran Jepang itu.


pria itu melepaskan cengkraman nya Bryna pun langsung mendekat ke arah pria tua itu. dia mengambil wine yang ada di meja itu dan langsung menyiram kan nya ke arah wajah pria tua itu. bryna sudah terlanjur emosi dia tidak memikirkan entah nanti jika dia di pecat itu urusan belakangan, yang penting diri nya sudah puas meluapkan emosi nya pada pria tidak punya sopan santun ini.


"kau berani sekali pada ku." bentak pria itu


semua pengunjung melihat adegan itu ada yang membela Bryna ada juga yang membela pria tua itu.


Tasya memanggil manager restoran untuk melerai pertikaian antara Bryna dan pelanggan tua itu.


"apa? jangan menganggap remeh gadis kecil seperti ku..bisa saja aku mematahkan tangan kotor mu itu sekarang." jawab bryna lantang


PLAK


suara tamparan keras Melayang di pipi kiri Bryna hingga darah keluar dari sudut bibir mungil Bryna.


"saya bisa saja menuntut mu sekarang kau tidak tahu siapa saya..kau tidak akan menang melawan saya."


Manager restoran datang menghampiri mereka semua.


"hei kau bisa-bisa nya mempekerjakan Gadis tidak sopan seperti dia.." bentak pria tua itu pada manager


"maaf kan kami tuan atas ketidak nyamanan pelayanan kami.." manager itu membungkuk kan badan nya untuk meminta maaf


"Bryna cepat minta maaf." bentak manager itu


"untuk apa? aku tidak bersalah dialah yang tidak sopan pada ku." jawab bryna


"apa kau ingin di pecat dari restoran ini hah?" bentak manager itu lagi


"saya lebih baik di pecat, daripada harus meminta maaf pada pria ini yang derajat nya lebih rendah dari saya yang hanya pelayan restoran ini." jawab bryna yang membuat semua orang tertegun dengan jawaban Bryna


baru kali ada pelayan restoran yang seberani itu melawan pelanggan kaya dengan tidak punya rasa takut sama sekali. Bryna pun langsung melangkah kan kaki nya meninggal kan tempat itu namun pria itu menarik rambut panjang Bryna yang di ikat hingga Bryna berada di dekat pria itu.


"ahhh.." teriak Bryna sambil melirik tajam pria tua itu


manager restoran sungguh terkejut dia sangat bingung harus berbuat apa lagi.


"lepaskan brengsek." teriak Bryna


tiba-tiba ada yang mencekal tangan pria tua itu dengan kuat sehingga pria itu langsung melepaskan rambut Bryna.


"LEPASKAN GADIS ITU." suara Bariton seorang pria mengejutkan semua orang yang ada di sana termasuk manager restoran itu.


Bryna Sekarang sudah ada di dekapan pria tampan itu..Bryna masih terkejut dengan apa yang terjadi pada nya hari ini. pria itu menatap tajam pada pria tua itu yang sudah ketakutan melihat tatapan mematikan pria tampan itu. Manager restoran menunduk tidak berani menatap pria tampan itu yang tak lain adalah pemilik restoran ini.


"Kau berani sekali melukai GADIS KECIL KU." ucap pria itu dengan menekankan kata gadis kecil ku.


Bryna yang terkejut dengan ucapan pria itu pun mendongak kan kepala nya ingin melihat wajah pria itu "apa-apaan pria ini dengan seenak nya bilang aku gadis nya." gerutu Bryna


"Apa kau sudah bosan hidup.." ucap pria itu lagi


orang itu langsung berjongkok di kaki Pria tampan itu memohon minta maaf dengan memelas pada pria itu dan Bryna yang masih di dekapan pria itu.


"maaf kan saya tuan, saya tidak bermaksud untuk bermain-main dengan tuan." mohon orang itu


"Kau sudah menyentuh, dan menggangu milik ku jadi tidak ada kata maaf..kau tahu kan siapa pun yang mencari masalah dengan saya mereka akan berkahir ke penjara." ucap pria tampan itu dengan memandang pria tua itu rendah


"Pengawal." panggil pria itu


"Baik tuan muda." 2 pengawal pun langsung membawa pria tua itu keluar dari restoran itu


Bryna melepaskan dekapan pria itu dan menjauh dari pria itu.


"tuan muda Devan maaf kan kami atas keributan hari ini di restoran." ucap Manager restoran dan beberapa pelayan restoran membungkuk hormat pada Devan


"Kali ini saya maafkan..kedepan nya saya harap tidak ada kejadian seperti ini lagi di restoran milik keluarga Nuraga." jawab Devan dingin


semua pelanggan pun langsung duduk di tempat nya masing-masing seperti semula tidak ingin imut campur urusan mereka. mereka takut akan berkahir seperti pria tua sombong tadi.


"Kau ikut saya." ucap Devan pada Bryna


**HAPPY READING 🍓


JIKA SUKA DENGAN CERITA INI JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN KLIK LIKE, KOMENTAR DAN VOTE NYA IYA TERIMAKASIH PARA KAKAK-KAKAK READERS 🥰🍓**