ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.36 Makan Siang (revisi)


Di sebuah gedung pencakar langit salah satu nya di ruang rapat Devan masih memimpin rapat pagi ini dengan tegas. Wajah tampan nya tidak luput Melengkapi wajah yang di pahat dengan sempurna rahang tegas, hidung mancung, mata tajam alis terukir dengan baik. Siapa pun kaum hawa pasti akan terpesona dengan seorang Devan.


"Bagaimana Proyek hotel di kota B?" tanya Devan pada salah satu manager yang bertanggung jawab atas proyek itu


"Sampai saat ini berjalan dengan baik Presedir." jawab nya


Devan hanya tersenyum tipis lalu layar besar yang berada di ruang rapat menampilkan gambar gedung hotel yang masih 40% dan beberapa gambar yang menunjukkan ada keganjalan untuk proyek hotel ini.


"Presedir..itu itu.."


"Bagaimana bisa saya mempercayakan proyek hotel ini pada mu tuan Erlangga." ucap Devan masih dengan wajah datar nya


"Pengambilan barang-barang perusahaan tanpa izin dan di perjual belikan kembali..apakah itu cara mu berkerja untuk Nuraga Corp."


"Rio Urus semuanya."


"Baik Presedir."


Devan beranjak dari duduk nya dan langsung pergi begitu saja dari ruang rapat di ikuti 2 sekretaris nya. sedangkan di ruang rapat semua staf yang ikut dalam rapat menyumpah serapah dalam diam pada tuan Erlangga.


"Aku yakin dia akan di tendang dari perusahaan oleh Presedir."


"Semua orang yang berkerja di Nuraga Corp tahu bahwa tidak ada kesempatan kedua untuk mereka yang membuat kesalahan besar seperti ini."


**


Hari ini Bryna ingin berkunjung ke kantor Devan tapi tidak mungkin karena pernikahan mereka tidak di ketahui publik. Tapi dia berpikir keras untuk datang ke kantor membawakan makan siang untuk Devan.


Bryna Langsung keluar kamar dan menuju dapur dia akan memasak makan siang untuk Devan .


"Nona..apa yang akan nona buat?"


"Oh bi Ani aku hanya ingin memasakkan makan siang untuk Devan bi..oh iya bi aku akan mengantar kan ke kantor nanti."


"Tapi Nona..tuan muda melarang.."


"Tenang bi..aku hanya pergi ke kantor nya..lalu kembali ke mansion."


Bi Ani hanya pasrah jika Bryna sudah keras kepala seperti ini.


**


Cafe Sunrise\=


"Huft..aku semakin ingin membuat Bryna Sinaga hancur.." ucap seseorang wanita


"Kau menghancurkan Bryna..hei lihat di belakang nya ada Devan oh tidak di samping nya ada Devan mana bisa kau menghancurkan Bryna..justru sebalik nya."


"Hei..kau tidak tahu aku..aku Nova Damanik bisa mendapatkan apa yang aku inginkan termasuk menghancurkan Bryna."


"Hahah..aku takut kau yang akan hancur sebelum kau menghancurkan Bryna."


"Bantu aku." ucap Nova pada pria itu


"Kau tidak salah meminta bantuan ku."


"David bukan kah kau masih mencintai Bryna,"


"Lalu?"


"Kita bisa bekerja sama lalu aku bisa bersama Devan dan kau bersama Bryna."


"jika seperti itu kau tidak berniat untuk menghancurkan Bryna."


"Akan aku pikirkan itu."


"Jangan berani kau menyentuh nya bahkan jika hanya sehelai rambut nya." jawab David


"Hahah wow..kau benar-benar masih mencintainya..aku tidak akan menyentuh nya jika kau membawa gadis itu pergi dari kehidupan Devan."


"Ingat aku akan mengawasi mu Nova Damanik." ucap David dan Langsung pergi dari cafe itu meninggal kan Nova seorang diri


**


Bryna sudah sampai di depan gedung pencakar langit milik Devan dia mengenakan Celana jeans dan blouse bermotif bunga.


Bryna memasuki Lobi kantor dan langsung menuju resepsionis.


"Permisi."


"Iya Nona, ada yang bisa saya bantu."


"Saya hanya ingin menitipkan bekal makan siang untuk Presedir."


"Dengan siapa Nona..karena Presedir tidak menerima makanan atau pun itu dari orang asing."


"Kau tidak perlu tahu saya..tolong sampaikan saja dengan Presedir kalian terimakasih." ucap Bryna dan langsung berbalik untuk keluar gedung itu


Namun baru beberapa langkah Bryna menghentikan langkahnya ketika melihat Devan baru saja memasuki Gedung dengan Rio astiten pribadi nya. Bryna langsung berbalik dan mencari Tempat bersembunyi.


Ketika Devan melewati meja resepsionis Staf yang di titipkan bekal itu pun langsung menghentikan nya.


"Presedir..maaf ini ada titipan Bekal makan siang untuk Presedir."


Devan diam lalu Rio langsung mengambil nya.


"Siapa yang mengirim nya.?"


"Seorang wanita tapi dia tidak menyebutkan nama nya."


Bryna langsung keluar dari persembunyiannya dan berlari menuju pintu utama Gedung namun..


"Oh wanita itu Presedir." tunjuk staf resepsionis itu


Devan langsung melihat ke arah yang di tunjuk staf wanita itu .


"Hei tunggu!" teriak Devan


Bryna menghentikan langkahnya


ahh tidak mungkin ketahuan bukan.. bagaimana ini.Devan berjalan menghampiri ku.


"Jangan biarkan wanita itu keluar dari gedung ini."


Ahhh tidak tidak


"Tuan tolong lepaskan saya..biarkan saya pergi." mohon Bryna pada penjaga pintu utama


"Bukan bukan seperti itu..saya hanya.."


"Lepaskan tangan kalian dari nya." ucap Devan sedikit bentakan


"Bukan kah saya hanya memerintah kan kalian untuk tidak membiarkan wanita ini pergi..bukan berarti kalian memegang tangan nya." ucap Devan sedikit emosi


Wah tuan Devan seperti nya tidak terima jika istri nya di pegang oleh pria lain walaupun hanya seperti itu. Gumam Rio


Bryna terkejut dan masih tetap menghadap pintu keluar tanpa tidak ada niatan untuk berbalik menghadap Devan.


"Apakah seperti itu cara mu mengantar kan makan siang untuk ku Bee." bisik Devan yang sudah di belakang Bryna


Bryna langsung berbalik dan menatap mata Devan


"Emm bukan seperti itu..tapi aku.."


Devan langsung menarik lengan bryna dan membawanya ke ruangan nya di ikuti Rio.


"Wahh siapa wanita tadi.?"


"Lihat bahkan Presedir menggenggam tangan nya."


"kau tahu tadi dia bahkan menaiki lift eksklusif bersama Presedir."


"Hmm apakah dia simpanan nya Presedir."


"Jika benar..berani sekali menampakkan hidung nya ke gedung ini."


"Bukankah Presedir sudah memiliki tunangan..kalo tidak salah Nova Damanik..bukan kah itu."


"Wah beruntung sekali wanita itu."


"Jika nona Nova mengetahui nya pasti bakal habis wanita itu."


"Kalian tahu bukan Gedung ini bukan untuk bergosip." ucap sekretaris 1 Devan


"Maaf Sekretaris Ri..kami akan berkerja kembali."


semua nya pun kembali ke ruangan divisi masing-masing.


"Huft sekretaris Risya sungguh menyeram kan jika seperti itu..sama seperti Asisten Rio."


"Mereka berdua sama.."


**


Devan mendudukkan Bryna di sofa kulit berwarna coklat tua..Sedangkan bryna menelusuri penglihatan nya ke seluruh ruangan besar ini. Ruangan yang di desain dengan sempurna. Interior nya seperti di kamar mereka.


"Sudah berkeliling nya.?" tanya Devan


"Eh..maaf aku tidak bermaksud untuk menemui mu di kantor..aku tadi hanya berniat untuk mengantar kan makan siang untuk mu setelah itu kembali ke mansion tapi aku melihat mu jadi aku bersembunyi..aku takut karyawan di kantor mu mengetahui pernikahan kita..maaf." jelas Bryna sambil menundukkan kepala nya


Devan tersenyum gemas melihat tingkah istri nya jika seperti ini.


"Memang kenapa jika mereka mengetahui nya..bukan kah itu bagus." jawab Devan lalu berkata lagi


"Kau tidak perlu minta maaf sayang..lain kali aku tidak ingin kau mengantarkan makan siang tapi tidak ke ruangan ku."


"Tapi Devan..aku tidak bermaksud untuk membongkar pernikahan kita..bahkan tadi aku tidak menyebutkan nama.."


"Bee..dengar mulai sekarang kau bebas mau datang ke kantor ku..Aku akan mengumumkan pernikahan kita ke publik."


"Aku takut jika mereka semua tahu aku adalah istri mu..mereka pasti tidak menyukai ku..kau tidak lihat tadi ketika kamu menarik tangan ku..tatapan mereka sungguh membuat ku merinding."


"Hahah..jangan pedulikan mereka, fokus saja pada ku suami mu yang tampan ini." jawab Devan dengan kepedean tingkat dewa nya


"Kenapa suami ku ini sangat Memiliki tingkat kepercayaan diri sekali dengan ketampanan nya."


"Bukan kah itu fakta."


"Hmm baiklah-baiklah." jawab Bryna


"Apa kau sudah makan siang.. seperti nya tadi kau habis keluar."


"Belum..aku hanya keluar bersama Rio untuk mengecek proyek hotel Nuraga Corp."


"Baguslah aku akan menyiapkan nya untuk mu sekarang."


Bryna membuka rantang susun yang berisi tumis daging kesukaan Devan dan beberapa sayur dan juga buah.


"Hmm sudah lama tidak makan masakan mu."


"Kau pasti menyukai nya."


Mereka berdua pun makan bersama.


**


Di sisi lain sebuah mobil van hitam tidak jauh dari gedung kantor milik Devan di dalam nya Seorang pria dan sopir sedang memantau gedung itu.


"Apakah gadis itu belum juga keluar sampai sekarang.?"


"Iya tuan, sepertinya gadis itu bertemu dengan Devan."


"Iya tentu saja karena dia adalah suami nya."


"Lalu sekarang kita bagaimana..apakah tetap menunggu."


"Tunggu sampai gadis itu keluar gedung."


"Tuan bukan kah sia-sia jika menunggu nya keluar apalagi Nona Bryna pasti bersama Devan..mana mungkin Devan membiarkan istri nya pulang hanya bersama sopir jika diri nya sudah tidak sibuk."


"Sebaiknya kau tutup mulut cerewet mu itu."


Pria itu adalah Simon Arga CEO perusahaan Alaxy group..Dia adalah musuh bisnis Devan sejak dulu..bahkan kali ini dia akan membuat Devan hancur karena Devan sudah menikahi gadis itu tanpa sepengetahuan Chelsea kekasih Devan.


Chelsea tenang saja aku akan membuat Devan dan juga wanita itu hancur.


Bryna Ellever aku menemukan mu.


***


HAPPY READING 🍭🍓🍉🍑