ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.40 Membawa Bryna


1 Minggu berlalu sejak kejadian itu Devan selalu mengutus 2 pengawal untuk mengawasi Bryna dari jauh. kamana pun Bryna pergi mereka selalu di belakang mobil yang membawa Bryna.


kali ini Bryna di izinkan untuk keluar mansion namun Devan tidak akan lepas untuk tidak mengawasi Bryna. tanpa sepengetahuan Bryna ponsel milik nya sudah di sadap oleh Devan. untuk berjaga-jaga.


"Halo." sapa di sebrang telepon


"Jes..kau sudah di mana?"


"Aku di Cafe Garden.. cepat lah kemari."


"Baiklah..aku akan segera kesana."


"Oke."


sambungan telepon pun terputus Bryna kali ini memakai celana jeans panjang dipadukan dengan blouse simple namun tetap elegan. dan dan tas selempang nya.


Bryna keluar mansion dengan senang. Karena Devan kali selalu mengizinkan nya untuk keluar.


"Pak..ke Cafe Garden."


"Baik Nona."


**


Di sisi lain Devan di ruang kerja nya sedang memantau Bryna dari layar ponsel nya. Apakah Bryna benar akan pergi ke cafe Garden.


setelah selang beberapa menit Bryna Sampai di cafe dan di sambut antusias oleh Jesica.


"Bryna kemana saja kau hah.?" tanya Jesi kesal karena selalu tidak ada kabar sama sekali


"Maaf kan aku..karena jarang mengabari mu."


"Kau baik-baik saja bukan."


"Tentu saja..aku baik-baik saja."


Mereka pun menghabiskan waktu bersama di sana Sampai waktu sore Bryna dan juga Jesica memutus kan untuk pulang.


"Bryna aku akan mengantarmu."


"Tidak perlu. Jes..aku kembali dengan supir ku." tolak lembut Bryna sambil tersenyum


"Hmm baiklah Nona muda Nuraga." jawab Jesica di temani gelak tawa mereka berdua.


Mereka pun berpisah ke arah parkiran yang berbeda. Bryna mengecek ponsel nya. sudah pukul 3 sore..padahal hanya mengobrol tapi rasa nya Bryna merasakan lelah di tubuh nya.


"Ponsel ku hampir habis daya." gumam Bryna tapi dia pun langsung memasukan ponsel nya kembali. Dia memejamkan mata nya ketika sudah masuk ke dalam mobil.


Devan baru saja menyelesaikan Rapat penting lalu dia menuju ruangan nya bersama Rio yang masih membahas masalah perusahaan. Tiba-tiba ponsel nya bergetar Devan mengecek pesan yang masuk yang tadi nya duduk Devan sudah berdiri dan langsung terkejut melihat foto yang di kirim seseorang.


"Ada apa tuan.?"


tak lama ponsel nya berdering menandakan ada yang memanggil. Nomor sekali pakai.


"Siapa kau?"


"Bagaimana..setelah melihat foto itu..hmm istri mu sungguh cantik."


"Brengsek sialan..aku tanya siapa kau..jangan berani menyentuh sehelai rambut nya pun."


"Jangan terlambat datang nanti..jika tidak istri mu akan mati." ucap orang di seberang telepon dan langsung mematikan sambungan telepon nya.


"Ahh sial.."


Devan menelfon nomor Bryna namun tidak di angkat..sampai panggilan ke berapa Bryna mengangkat nya.


"Halo, devan...ada apa? aku tertidur di mobil aku sedang menuju mansion." jawab bryna


"Apa kau baik-baik saja."


"Hmm...aku baik-baik saja, ada apa?"


"Tetap aktifan ponsel mu..aku akan menyusul mu, dimana sekarang kamu.?"


Namun tiba-tiba ponsel Bryna mati.


"Halo Devan, halo." ucap Bryna ketika melihat layar ponsel nya ternyata mati


"Huft ponsel ku mati..hmm ada apa dengan Devan." gumam nya


**


"Ah sial ponsel Bryna mati."


"Rio handle perusahaan, aku harus menjemput Bryna."


"apa ada masalah dengan Nona, tuan.?"


"Aku akan mengabari mu nanti."


Devan langsung keluar dari kantor nya dia pun mengemudi mobil nya sendiri. menuju tempat Bryna di sana terakhir mendapat telepon dari nya.


"apa kau masih mengikuti Nona muda.?"


"Iya tuan..kami tepat di belakang mobil nona muda."


"Baik tetap ikuti nona muda di belakang nya.."


"Baik tuan."


Devan mempercepat kecepatan mobil nya.


Sedangkan Bryna tidak sadar jika supir yang mengendarai nya bukan pak Jo yang biasa nya mengantar kan diri nya.


Dan tiba-tiba saja mobil mempercepat kecepatan nya. karena sadar ada mobil yang mengikuti nya sejak tadi.


"Pak Jo..apa yang terjadi kenapa mempercepat mobil nya."


"Pak Jo.?" panggil Bryna kali ini Bryna semakin takut


"Kau bukan.."


Pria itu menyeringai ke arah Bryna yang membuat Bryna semakin takut. Dia kali ini melihat ke arah belakang memang benar ada mobil yang mengikuti nya. Bryna tahu pasti itu pengawal yang di utus Devan. Bryna merasa menyesal karena ponsel nya tidak di cas nya tadi.


"Siapa kau?" tanya Bryna


"Lebih baik Nona Diam saja..ada yang ingin bertemu dengan Nona nanti."


"Di mana pak Jo.. kenapa kau membawa mobil ini..dan ini bukan jalan untuk ke mansion Devan."


Pria itu diam saja


**


"Tuan kami kehilangan mobil yang membawa nona muda."


"Apa?"


"bagaimana bisa pak Jo mengemudi dengan kecepatan tinggi."


"Lacak plat nomor mobil yang membawa Bryna."


"Baik tuan."


***


Pria itu membawa Bryna ke gedung tua jauh dari pusat kota.


"Wah wah kau semakin cantik Bryna setelah beranjak dewasa..dulu aku terakhir melihat mu kau masih balita." Gumam pria itu


Bryna duduk dengan posisi tangan kaki di ikat.


"Hei bangun wanita ******." teriak pria itu sambil menepuk-nepuk wajah Bryna kasar.


"ahh.." Keluh Bryna merasa sakit di wajah nya


"Bangun juga kau rupa nya.."


Bryna masih mengumpulkan nyawa nya dan pandangan nya mulai tersadar kembali dia merasa takut ketika melihat sekeliling ruangan sangat asing bagi nya. Dan di depan nya terdapat seorang pria duduk dengan santai nya dan melihat ke arah nya dingin.


"Lama tidak berjumpa Bryna Ellever." ucap pria itu


"Siapa kau..bahkan aku tidak mengenal mu..kenapa kau melakukan ini pada ku."


"Kau tidak mengenal ku..sayang sekali."


"Lepaskan aku..Pria brengsek."


"Apa?, pria brengsek berani sekali kau mengatakan itu pada ku."


PLAK


Pria itu menampar keras pipi kanan Bryna hingga mengeluarkan darah di sudut bibir nya. di lanjut Pria itu menarik kencang rambut belakang Bryna dengan keras. membuat Bryna meringis kesakitan.


"Ah..lepaskan tangan kotor mu brengsek." umpat Bryna dia tidak bisa melawan selain berteriak ke arah pria itu.


"ingat Bryna aku sangat ingin membunuh mu sekarang juga.. karena kehadiran mu kembali membuat Keluarga ku terancam."


"Apa maksudmu?"


"Hevan Ellever dan juga Elena Ellever."


Bryna terdiam sejenak


"Apa maksudmu brengsek..aku bahkan tidak tahu siapa diri mu."


PLAK


pria itu menampar kembali wajah Bryna berulang kali..membuat Bryna merasakan sakit luar biasa lalu pria itu menendang tubuh Bryna yang masih terduduk dari kursi terlempar jauh dari tempat awal nya.


Bryna memekik kesakitan di tubuh nya.


"Kita Baru pertama kali bertemu Bryna kenapa kau tidak sopan dengan kakak sepupu mu ini."


"Hah..sepupu?" Bryna menyeringai "Bahkan kau lebih rendah dari binatang tapi kau menyebutkan diri mu kakak sepupu ku."


Pria itu semakin emosi lalu memukul tubuh Bryna lagi dan lagi.


"Kau tahu aku sangat ingin membunuh mu Bryna..kau tidak berhak hidup di samping Devan..kau hanya wanita ****** yang membuat Devan menikahi mu."


"kita bahkan baru bertemu tapi kau seolah sudah tahu semua tentang diri ku."


"Bryna Sinaga..itu nama keluarga angkat mu bukan..dan kakak mu Raynald Sinaga..lihat kau tahu mereka sengaja tidak memberi tahu mu tentang kedua orang tua mu."


"Ada alasan mereka tidak memberi tahu ku."


"Oh benarkah."


Pria itu memegang dagu Bryna dengan keras.


"Hmm wajah ini aku telah menyentuh nya bagaimana dengan Devan seperti nya dia akan marah besar jika mengetahui istri tercintanya seperti ini."


***


Devan menemukan mobil yang membawa Bryna di pinggir jalan. Bersama pengawal nya.


"Sialan..siapa sebenarnya mereka.?"


"Tuan bukan kah tuan memberikan alat pelacak kepada Nona."


"Di ponsel nya namun ponsel nya mati dan tertinggal di mobil."


"Rio Periksa cctv sekitar jalan di sini."


"Baik tuan."


sebuah pesan masuk ke ponsel Devan.


Devan langsung membuka nya dan betapa marah nya dia melihat keadaan Bryna yang sudah penuh luka di wajah nya.


isi pesan


Maaf aku menyentuh istri mu hingga seperti ini, jika tidak segera datang mungkin wanita ini akan mati di sini..aku tidak tega melihat nya kesakitan.


"Brengsek!"


"Tuan ketemu..mereka membawa nona muda disebuah gedung tua jauh dari pusat kota."


"Kita kesana sekarang."


Mereka semua pun melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi. waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.


"Kali ini aku masih membiarkan mu hidup Bryna.."


"Tuan kita bisa pergi sekarang."


Mereka semua pun pergi meninggalkan Bryna yang sekarat di sana dengan tubuh masih di ikat..selang beberapa menit kepergian mereka. Devan dan juga Rio dan beberapa pengawal datang.


"Bryna kau dimana?"


"Nona muda."


"Nona muda."


Devan melihat ruangan yang sedikit terang dia pun langsung menuju ke sana betapa terkejutnya dia melihat keadaan Bryna yang tidak baik-baik saja.


"Sayang.."


"De..Devan..aku takut." ucap Bryna terpotong-potong


Devan Langsung membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Bryna. Mereka semua langsung berlari kearah Bryna dan Devan.


"Bertahan lah sayang." ucap Devan dan menggendong ala bridal keluar dari gedung tua itu.


"Bryna tetap sadar..Bryna bangun Bryna." teriak Devan di dalam mobil


"Jangan tidur..tetap lah sadar kita akan segera sampai di rumah sakit.."


Namun Bryna tetap tidak merespon dia hanya menggenggam erat tangan devan. Bryna merasakan betapa sakit di tubuh nya.


Devan sungguh khawatir ingin rasa nya dia mengganti kan sakit di tubuh istri nya sekarang juga. "Maafkan aku sayang aku terlambat datang.."


**


HAPPY READING 🍭🍓🍉🍑