ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab 35. Pagi yang cerah


Pagi hari nya Bryna sudah bangun lebih awal kali Bryna mendapati Devan masih berada di samping nya pria itu masih tidur terlelap dengan memeluk tubuh Bryna erat.


Bryna tersadar semalam diri nya tertidur di sofa sambil menunggu Devan pulang.


Kali ini Bryna penasaran pukul berapa Devan pulang.


Bryna masih dalam posisi yang sama dia menatap wajah tampan Devan. Bahkan tertidur saja wajah tegas dan dingin nya pun tetap terlihat, wajah lelah Devan lebih terlihat jika sedang tertidur seperti itu, Bryna mengangkat tangan kiri nya lalu dia memegang wajah itu. wajah yang kadang terlihat dingin dan juga hangat.


tanpa sadar Bryna menangis begitu saja. Devan yang merasa wajah nya di sentuh dia membuka mata nya perlahan dia mendapati istri nya menangis.


"Sayang ada apa?" tanya nya lembut


"Kau sudah bangun..tidak apa-apa, hanya ke lilipan" jawab bryna langsung menjauh dari Devan


Namun Devan menahan nya dan mendekat kan lagi tubuh Bryna ke arah nya.


"Katakan?, kau tidak perlu berbohong pada ku."


"Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu.."


"Bryna Ellever.!" panggil Devan


Bryna terdiam lalu menatap mata Devan dia melihat tatapan itu mengatakan "tetap di sisi ku." Bryna lalu memeluk pria itu..dia sangat melihat jelas jika pria di depan nya ini terlihat rapuh ataupun lelah di balik wajah dingin dan tegas itu. Bryna sering kali melihat wajah lelah itu.


"Aku akan tetap di sisi mu Devan..aku juga tidak ingin kehilangan mu..entah kenapa sejak kemarin aku merasa takut jika kamu menelantarkan diri ku." jelas Bryna


"Hei..apa yang kamu bicarakan sayang..jangan bicara omong kosong seperti itu aku tidak mungkin menelantarkan istri ku sendiri." ucap Devan kali ini pelukan devan lebih erat lagi.


Pagi ini seperti biasa aktivitas di pagi hari Bryna menyiapkan segala keperluan Devan hingga pria itu siap. Bryna seperti biasa mandi terlebih dahulu sebelum Devan.


"Devan?" panggil Bryna


Devan menoleh ke arah Bryna


"Kenapa sayang.?"


"Terimakasih." sambil menundukkan kepalanya


Devan berjalan ke arah Bryna lalu mencium bibir ranum Bryna lembut.


"Aku janji malam ini tidak pulang terlambat." ucap Devan mencium kening istri nya


"Iya." jawab singkat Bryna


Devan langsung masuk ke mobil sedangkan Bryna masuk kembali ke dalam mansion. Bryna bingung ingin melakukan apa lagi. Karena semenjak kejadian itu Bryna tidak lagi di izinkan Keluar Mansion oleh devan.


Bryna Ellever aku harus mencari tahu sendiri siapa kedua orang tua kandung ku..kenapa aku tidak ingat siapa kedua orang tua kandung ku sendiri. Gumam Bryna dalam hati


Di sisi lain Raynald Sinaga (Lay Zhang) sedang mencari cara agar Bryna kembali ke dalam keluarga nya. Dia masih tidak bisa menerima bahwa adik satu-satunya harus bersama Devan.


Bryna kakak akan membawa mu kembali ke keluarga Sinaga..kakak tidak yakin jika Devan benar-benar mencintai mu.


"Ayah bukan kah sudah waktunya untuk memberi tahu kebenaran ke Bryna."


"Iya kau benar sebelum Bryna mencari tahu sendiri..kita harus memberitahu nya."


"seperti nya ingatan masa lalu Bryna benar-benar sudah hilang."


"Ayah akan mengurus nya Ray."


"Tidak ayah tetap di China dan Ray yang akan mengurus semua nya."


Tiba-tiba pintu ruang kerja Ray terbuka dan muncul lah wanita paruh Bayah di tangan nya membawa piring berisi buah-buahan segar yang sudah di potong-potong.


"Untuk apa memberi tahu nya..Dia sudah menjadi gadis dewasa dia bukan bayi lagi.Gadis itu bisa mencari tahu nya sendiri apalagi suami nya Devan..suami nya bisa melakukan apapun untuk nya."


"Ibu ini bukan masalah dia sudah dewasa tapi kita sebagai keluarga angkat nya harus.."


"Ibu dia Bryna Sinaga apakah ibu tidak bisa menyebut nama nya."


"Jangan sekali-kali sebut nama gadis itu di rumah ini..apalagi menggunakan marga keluarga kita."


"Ibu sejak dulu sampai sekarang tidak menyukai Bryna kenapa Bu..apakah dia memiliki salah dengan ibu..?"


"Jika dia tidak masuk ke dalam keluarga kita pasti Keluarga kita tetap utuh seperti ini.. gara-gara dia ibu dan ayah mu bercerai."


"Ibu..kenapa ibu selalu menyalahkan Bryna..bukan kah ibu sendiri yang minta bercerai dengan ayah.."


"Sudah Ray..biarkan ibu mu berkata semaunya..dan kau masih saja tidak berubah." Sela ayah Ray


ibu Ray langsung pergi keluar ruangan dengan kesal karena kedua pria itu masih saja membela Bryna.


***


Malam pukul 8


Bryna duduk di ruang tamu di temani acara televisi yang menurut nya membosankan. Bryna masih menunggu Devan pulang untuk makan malam bersama..tapi sudah jam 8 malam Devan tidak kunjung pulang juga. Jika tidak lembur pasti Devan sudah pulang sejak tadi.


"Kenapa Devan belum pulang juga iya..apakah dia lembur..tapi jika lembur pasti dia memberi tahu ku."


Bryna mengirimi pesan ke Devan namun tidak kunjung di balas. hingga pukul 9 malam Bryna sudah tertidur di sofa depan sambil duduk tangan nya memegang sebuah majalah.


tak lama kemudian Devan pulang ketika memasuki mansion dia langsung mencari Bryna.


"Dimana istri ku bi.?" tanya Devan ke Bi Ani


"Nona muda.. tertidur di sofa tuan."


Devan langsung berjalan menuju ruang tamu dan melihat istri nya tertidur pulas dengan masih memegang majalah yang di baca nya.


"Bagaimana bisa dia tertidur seperti itu." Devan berdecak


"Sayang..maaf kan aku pulang terlambat..kenapa kau bandel sekali sih seharusnya kau makan malam terlebih dahulu baru tidur." ucap Devan walaupun yang di ajak bicara masih tidur pulas


Devan langsung mengangkat tubuh Bryna untuk di pindahkan ke kamar.


"Siap kan makan malam untuk kita."


"Baik tuan."


Di dalam kamar


Devan sudah membaringkan tubuh Bryna pelan di ranjang lalu menyelimuti nya. Lalu dia membersihkan diri nya.


tiba-tiba ponsel nya berdering Devan pun menuju balkon kamar setelah melihat siapa yang memanggil.


"Halo."


"Halo Devan Nuraga, bagaimana kabar mu?" tanya seseorang di seberang telepon


"Untuk apa kau menghubungi ku Nova."


"Aku hanya merindukan calon suami ku..opss bukan tapi lebih tepat nya suami ku di ambil wanita lain."


Devan berdecak "Ingat kita tidak pernah bertemu bahkan bertunangan, dan jangan bawa-bawa Istri ku saat kita bicara." tekan Devan


Devan langsung mematikan ponsel nya lalu dia mengalihkan pandangannya ke ranjang king size nya yang terdapat gadis cantik yang sedang tertidur pulas seperti putri tidur.


Devan berjalan keluar dan memberitahukan pada bi Ani untuk tidak menyiapkan makan malam karena. Bryna tertidur.


**


HAPPY READING 🍭🍓🍉