
3 tahun sebelumnya
Kota E China
Di sebuah restoran mewah ada 2 sosok pasangan yang sedang menikmati makan malam. Namun di sisi lain ada 1 pasang mata yang sedang menatap ke arah mereka dengan tajam.
orang itu langsung menghampiri pasangan itu tanpa aba-aba pria itu langsung menarik kerah kemeja pria itu dan memukul wajah tampan nya sampai pria itu tersungkur ke lantai. Sedangkan wanita yang bersama pria itu hanya berteriak meminta bantuan pada manager restoran untuk melerai perkelahian ini.
"Brengsek kau."
buk
kembali Devan memukul wajah Ray lagi dengan brutal begitu juga sebalik nya.
"Kau tahu Sivia menanti kedatangan mu di rumah sakit tapi kau malah makan malam bersama wanita lain dengan bahagia nya..apa kau tahu Sivia sedang sekarat di rumah sakit." bentak Devan
"Apa!"
"Sekarang kau pura-pura tidak mengetahui nya begitu.. laki-laki brengsek kau sudah membuat Sivia seperti sekarang ini tapi.."
"Cukup Devan iya aku mengaku salah..aku memang pria brengsek tapi dengarkan penjelasan ku dulu."
"Sampai Sivia kenapa-napa aku tidak akan pernah memaafkan mu seumur hidup ku..dan iya mungkin adik perempuan mu akan merasakan hal yang sama."
"Jaga ucapan mu brengsek." jawab Ray dingin
"Apa kau takut jika aku benar-benar menemukan adik perempuan mu itu..bukan dia bukan adik mu"
buk
"Stop stop para tuan muda harap selesaikan masalah dengan baik-baik." ucap manager restoran yang memang sudah mengetahui siapa Ray dan juga Devan
"Ingat perkataan ku Ray." ucap Devan dan langsung pergi meninggalkan restoran
"Ahkk sial."
"Ray..maaf gara-gara aku Tuan Devan jadi salah paham."
"Sebaiknya kau pergi dari hadapan ku." jawab Ray dingin
***
Sivia Lu Adalah Nona muda dari keluarga Lu Sivia sahabat dari Devan dan juga Ray yang ternyata menyimpan perasaan dengan Ray yang selama ini di pendam nya. sampai pada akhirnya dia Sivia mengakui perasaannya ke Ray namun ray menolaknya dengan cepat.
Sampai akhirnya Sivia mencoba bunuh diri berkali-kali.
"Ray makasih iya udah mau nemenin aku ke sini." ucap Sivia dengan senyum manis nya
"tidak perlu terimakasih Vi..kemana pun kamu mau aku bakal nemenin kamu selagi aku ada waktu luang."
"Benarkah.?"
"Iya tentu saja."
"Sayangnya Devan tidak bisa ikut dengan kita."
"Kau tahu kan dia CEO yang sangat sibuk."
"kau juga CEO tapi masih ada waktu untuk ku.."
"kesibukan kita berbeda..vi"
angin pantai yang menerpa kulit mulus Sivia membuat buluk kuduk Sivia berdiri. karena Sivia memang memaki dress lengan pendek.
Ray yang peka pun langsung melepaskan jas kerja nya dan memakai kan ke tubuh Sivia.
Ray memang terkenal hangat dan sangat perhatian. bagaimana Sivia tidak memiliki perasaan ke Ray coba jika Ray memperlakukan nya hangat seperti ini.
"Terimakasih." ucap Sivia
"apa tidak bosan mengucap kan terimakasih muluk Vi.?"
"Ray kenapa sih di komen muluk." jawab kesal Sivia
Ray yang melihat itu pun langsung menarik hidung mancung Sivia gemas.
"Berisik." jawab Ray
Mereka saling diam duduk di pasir pantai di temani suara ombak pantai yang nyaman.
"Ray?"
"Hmm"
Ray mengalihkan pandangan nya ke arah sivia. menunggu Sivia mengatakan sesuatu pada nya.
"Ada apa?" tanya nya
"Sebenarnya..aku aku..em Menyukai mu" ucap Sivia sambil memejamkan mata nya tidak berani menatap mata elang Ray
Ray terdiam sejenak
Ray masih terdiam
"Sejak kapan?" tanya nya
"saat kita masih kuliah kau tahu itu."
"Kenapa kau menyukai ku..bahkan aku hanya menganggapmu sahabat bahkan adik ku tidak lebih vi..maaf." jelas Ray
Deg
seperti ada benda jatuh sangat keras di hati Sivia..sangat sakit Sivia berusaha untuk tidak menangis dia mencoba untuk biasa saja di hadapan Ray.
"Hahah kenapa kau serius sekali Ray..aku hanya becanda seperti nya kau menganggap nya serius." jawab Sivia suara nya sedikit bergetar
"Jangan berbohong."
"Raynald Sinaga aku tidak berbohong..mana mungkin aku jatuh cinta dengan sahabat ku sendiri aneh rasa nya."
Di sisi lain Devan yang memang sedang berada di China melihat kejadian itu. Devan mengepal kan tangan nya ingin sekali sekarang memukul habis-habisan Ray.
"Ray kau tahu Sivia sedang melawan sakit nya tapi kau malah membuat hati nya terluka."
Sivia memalingkan pandangannya ke arah lain karena air mata nya sudah jatuh membasahi pipi nya.
"Via maafkan aku tapi aku tidak bisa membalas perasaan mu..aku akan selalu ada untuk mu tapi tidak untuk hati ku, ada seseorang di dalam hati ku."
"Tidak apa-apa..aku hanya becanda Ray..iya sudah sebaik nya kita pulang..sudah larut malam." ucap Sivia
mereka berdua beranjak dari duduk nya tapi tiba-tiba Devan menghampiri mereka berdua.
dan Langsung menggenggam erat jemari Sivia.
"Aku yang akan mengantarkan Sivia Ray." ucap Devan
"Kapan kau datang.?"
"Baru saja." jawab Devan singkat
Syukur lah jika Devan baru datang.. setidaknya dia tidak melihat aku di tolak oleh Ray..jika Devan tahu bisa-bisa mereka bertengkar aku tidak mau itu terjadi.
"Ray aku pulang dengan Devan.. terimakasih iya sudah menemani ku." ucap Sivia
"hmm" jawab Ray
Devan dan juga Sivia pergi meninggalkan Ray yang masih berdiri di pinggir pantai. Ray merasa bersalah karena dia yakin Sivia pasti Sangat terluka.
"AHKKK kenapa jadi seperti ini." teriak Ray
***
Di dalam mobil Sivia masih menahan tangis nya Devan yang mengerti itu langsung menarik tubuh Sivia ke dalam pelukan nya.
"Menangis lah jika ingin menangis."
Sivia mendengar perkataan Devan barusan membuat dia tidak bisa membendung air mata nya lagi. Devan menepuk-nepuk punggung Sivia pelan untuk menenangkan Sivia.
1 jam menangis di dalam mobil Devan membuat Sivia tertidur pulas di pelukan Devan. sedangkan Devan setia sejak tadi mendengar suara tangis sahabat nya itu.
"Maafkan aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mu vi..aku hanya ingin kau sembuh dari penyakit yang sedang di derita oleh mu."
Devan pun mengantar kan Sivia ke Mansion keluarga nya.
***
Sejak kejadian itu Sivia sering sekali kambuh.
Sivia megngidap kelainan jantung sejak kecil.
Sekarang tubuh gadis itu sedang di dalam ruang ICU dengan beberapa alat medis menempel di tubuh nya. di pergelangan tangan terdapat goresan pisau yang Sivia lakukan kemarin.
Devan dan juga Ray duduk depan ruang ICU dengan keadaan yang sangat berantakan. bahkan Ray lebih dari itu. Dia merasa bersalah pada Sivia.
Aku tidak ingin jika kedua pria yang selalu menjaga ku selama ini bermusuhan karena ku. Aku melakukan ini karena aku sudah lelah dengan semua nya. Setidaknya aku sudah mengatakan cinta ku pada Ray walaupun cinta itu bertepuk sebelah tangan. Maafkan aku karena membuat kalian khawatir..Aku harap kalian akan segera kembali seperti dulu. Melakukan hal bersama. Sivia lu
Setelah koma selama 1 bulan, Sivia pergi untuk selama nya meninggalkan semua orang yang menyayangi nya. Karena selama 1 bulan itu Sivia di bantu oleh alat medis..karena kedua orang tua nya di tega dengan putri nya akhirnya mereka memutuskan untuk melepaskan semua alat medis yang menempel di tubuh putri nya. Mereka mengikhlaskan kepergian putri nya walaupun itu sangat menyakitkan.
semenjak kepergian Sivia, Devan sangat membenci Ray karena bagi nya itu adalah kesalahan Ray.
"Kenapa kau tidak menerima cinta nya Ray..kau tahu dia sudah mencintai mu bertahun-tahun lamanya..tapi ketika dia mengatakan cinta nya kau dengan mudah nya mengatakan tidak mencintai nya." ucap Devan
Ray hanya terdiam membiarkan Devan meluapkan semua emosi nya pada diri nya.
"Kau pria brengsek Ray..mulai sekarang aku anggap kita tidak pernah berteman." ucap Devan dan langsung meninggalkan Ray yang berada di taman tempat mereka saling menghabiskan waktu bersama.
***
HAPPY READING 🍉🍭🍓