ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.11 Membawa nya pergi 2


40 menit perjalanan dari bandara Lay dan Kevin tiba di Carletto Hotel. Mereka di sambut oleh manager hotel dan juga staff hotel.


"Selamat datang Tuan Zhang." sambut ramah manager dan staff hotel


Lay mengangguk dan tersenyum ramah


Manager hotel dan beberapa staff mengantar kan ke kamar presidential suite khusus untuk Lay Zhang dan juga untuk Kevin.


kamar mereka tidak terlalu jauh jadi jika ada masalah pekerjaan Kevin tidak perlu berlarian menyusuri lorong hotel.


"Silahkan tuan Zhang..ini kamar anda." ucap staff hotel wanita ramah


"Terimakasih." jawab Lay


***


Di dalam mobil Bryna masih gemetar dia terlalu takut untuk menghadapi pria itu.


Bryna merasa pria itu tidak mencintai nya lagi tapi terobsesi pada diri nya.


pria di samping bryna menatap datar ke arah Bryna iPad yang sejak tadi di pangkuan nya di letakkan di samping nya lalu dia menarik tubuh Bryna ke dalam pelukan nya.


Bryna terkejut namun pelukan pria ini membuat Bryna merasa aman dan nyaman.


"Sudah tidak perlu takut lagi." Ucap pria itu


Bryna hanya terdiam


"Tuan kita akan kemana ke mansion utama atau mansion pribadi tuan.? tanya supir


"Ke Apartemen pribadi ku."


selang beberapa menit tubuh Bryna sudah tidak bergetar lagi dan pria itu merasa tubuh mungil Bryna diam sejak tadi dia memeriksa apakah Bryna masih bernafas.


"Dia tertidur." gumam nya


"Kenapa? gadis ini cepat sekali untuk tidur." gumam Pria itu lagi


Yang tak lain adalah Devan Nuraga kebetulan sekali Devan bertemu dengan gadis nya ini.


(hei tunggu sejak kapan Bryna gadis nya Devan, hahah author ngaco deh).


Dia tidak perlu susah payah mencari keberadaan Bryna lagi karena gadis ini datang sendiri kepada nya.


"Karena kau datang kepada dengan sendiri nya mulai detik ini kau adalah wanita ku." gumam Devan lagi dengan senyum devil nya


"Tuan muda..kita sudah sampai." ucap pak supir


pak supir sudah membukakan pintu mobil Devan turun terlebih dahulu lalu menggendong tubuh Bryna masuk ke dalam apartemen. mereka melewati lift bawah tanah karena memang mobil mereka terparkir di sana.


"Pak Jo anda boleh pulang sekarang." ucap Devan


"Baik tuan muda."


Devan masuk ke dalam lift dan menuju lantai tempat tinggal nya.


Dia menatap wajah Bryna yang menawan dan polos ini.. Entah kenapa semenjak pertemuan pertama nya dengan Bryna dia merasa dia harus melindungi gadis ini..dan juga memiliki nya seutuh nya.


Setelah masuk ke dalam apartemen Devan membaringkan tubuh Bryna di atas ranjang king size milik nya..Lalu menyelimuti tubuh Bryna. "Tidur nyenyak gadis kecil." ucap Devan lalu mengecup kening Bryna


ketika Devan akan pergi lengan nya di cekal oleh Bryna kuat. Devan melihat ke arah Bryna namun Bryna masih memejamkan mata nya.


"Ibu maaf kan aku..aku salah..aku janji tidak akan nakal lagi..jangan pukul aku lagi." ucap Bryna masih dalam tidur nya


Devan duduk di pinggir ranjang dan memperhatikan wajah polos Bryna dia melihat ada buliran air mata yang keluar dari sudut mata nya.


"ibu tolong sayangi Bryna juga seperti ibu menyayangi kakak Ray."


Bryna terus mengigau tentang ibu nya Devan setia mendengar kan ucapan Bryna dalam tidur nya sejak tadi. lalu dia mengusap rambut Bryna pelan dan menenangkannya.


"Tidur lah yang nyenyak dan mimpi indah." ucap Devan pelan


***


matahari pagi bersinar terang cahaya nya menerobos masuk dari sela-sela jendela apartemen. di ranjang king size terdapat gadis cantik yang masih memejamkan mata nya tidak ingin bangun. selimut tebal masih menutupi tubuh nya.


Bryna membuka mata nya dia melihat sekeliling ruangan yang di dominasi warna abu-abu dan putih dia merasa asing dengan ruangan ini namun juga merasa familiar juga.


tiba-tiba dia teringat sesuatu di benak kepala nya. Bryna beranjak bangun dan melompat dari ranjang dia berlari menuju pintu kamar dan membuka nya setelah terbuka dia menabrak sesuatu yang berada di depan nya.


"Auhhk.."rintih Bryna


Bryna melihat ke depan namun yang terlihat dada bidang seorang pria lalu Bryna mendongak kan kepala nya dan melihat wajah tampan Devan yang sedang menatap nya datar.


"Selamat pagi gadis kecil..kenapa kau terburu-buru.?" tanya Devan dan langsung masuk ke dalam kamar


Bryna tercengang kenapa dia bisa di apartemen pria ini lagi pantas saja dia merasa familiar. Bryna mengikuti Devan ke dalam kamar. Devan masih berada di ruang ganti dia sedang memilih dasi yang cocok dengan kemeja nya dan juga jas kantor nya.


Bryna berdiri di dekat sofa kamar diam menunggu devan.


selang beberapa menit Devan keluar sudah rapih dengan pakaian kantor nya.


"Tu..tuan." panggil Bryna


Devan menengok ke arah Bryna penuh tanda tanya. "Ada apa?" tanya Devan datar


"Aku lapar." jawab bryna sambil menunduk kan kepala nya


Devan mendengar itu pun merasa gemas dengan gadis di depan nya ini.


"Kenapa kau menggemaskan sekali.. baiklah ayo kita sarapan." ucap Devan dan langsung menarik lengan Bryna


namun ketika sampai dia anak tangga Bryna menghentikan langkahnya mau tidak mau Devan pun menghentikan langkahnya dan melihat ke belakang.


"Ada apa.?" tanya Devan


"Lepaskan tangan anda tuan...saya bisa berjalan sendiri." ucap Bryna


Devan langsung melepaskan nya dan berjalan duluan tanpa menunggui Bryna yang masih berdiri termenung beberapa saat.


ketika sedikit jauh Bryna turun dari tangga Menuju ke arah meja makan


HAPPY READING 🍭🍓