
mentari pagi berusaha menerobos masuk ke tirai kamar milik Devan dan Bryna untuk membangun kedua insan yang sedang terlelap dalam tidur nya yang saling berpelukan dengan hangat seperti pasangan suami istri pada umum nya.
kali ini devan bangun terlebih dahulu dan masih menatap wajah polos istri nya yang bagi nya sangat menggemaskan. apalagi bibir ranum Bryna yang membuat Devan ingin sekali memakan nya sekarang juga.
Devan memainkan hidung mancung Bryna gemas agar Bryna bangun karena ini hampir pukul 9 pagi.
"jangan ganggu tidur ku." keluh Bryna
"Selamat pagi istri ku." ucap Devan
Bryna membuka mata nya seketika karena mendengar ucapan selamat pagi dari Devan.
Dia lupa jika sekarang dia sudah menjadi istri dari Devan.
astaga kenapa aku lupa kalo aku sudah menikah.
"Selamat pagi suami ku." jawab bryna sedikit Canggung
Mereka masih di posisi sama saling berpelukan Bryna mendongak kan kepala nya menatap wajah tampan Devan.
bangun tidur saja kau masih tetap tampan Devan, bahkan suara pagi mu ini membuat ku hampir gila..dan iya seterusnya aku mendengar suara itu setiap pagi. ahhh bisa-bisa aku gila karena nya ..tunggu Bryna kenapa kamu berpikir seperti itu apa kami mencintai nya tidak tidak dia hanya suami mu tapi bukan pria yang kamu cintai.
"Pukul berapa ini?" tanya Bryna polos
"9 pagi." jawab Devan datar
"Oh 9 pagi.." Bryna loading tiba-tiba "Apa! 9 pagi..Devan kenapa kamu tidak membangun kan ku." Bryna terkejut dan akan beranjak dari ranjang namun Devan mencegah nya
"Bee..kenapa kau buru-buru sekali..ini baru pukul 9 pagi..memang kamu mau kemana?"
"Aku harus segera menyelesaikan tugas-tugas kuliah ku aku harus ke kampus Sekarang aku sudah sangat telat."
"bee dengarkan aku..kita baru saja menikah kemarin jadi kamu cuti kuliah selama 1 Minggu "
"benarkah.. bagaimana dengan mu?"
"tentu saja sama."
"Tapi tetap saja kita harus bangun ini sudah pagi devan."
"baik lah."
"aku akan mandi sekarang." ucap Bryna
"aku akan mandi bersama mu?"
"Tidak." jawab tegas Bryna
dan langsung berlari menuju kamar mandi lalu mengunci nya.
Devan hanya tersenyum melihat tingkah lucu istri nya itu. menggemaskan gumam Devan
beberapa menit kemudian Bryna keluar dari kamar mandi hanya memakai jubah mandi sedangkan Devan tertidur lagi di ranjang Bryna menggelengkan kepala nya.
dia yang membangun kan ku tapi dia juga yang masih tertidur.
"Devan cepat bangun kenapa kau tertidur lagi..kau yang membangun kan ku tadi." ucap Bryna yang berdiri di samping ranjang
namun tiba-tiba lengan Bryna di tarik oleh Devan yang secara tiba-tiba tubuh mungil Bryna sudah berada di atas tubuh kekar Devan. pandangan mereka saling bertemu satu sama lain.
"Aku belum mendapatkan morning kiss." ucap Devan
"Apa! tidak tidak ada hal seperti itu." tolak Bryna
"Jika tidak..."
"baiklah-baiklah."
Cup
Devan tersenyum senang melihat raut wajah Bryna yang sudah memerah bak kepiting rebus itu. "Selamat pagi suami ku..kau harus segera bangun karena istri mu ini sudah lapar." ucap Bryna tiba-tiba agar Devan segara bangun dan masuk ke kamar mandi.
Bryna tidak bebas rasa nya jika akan menggunakan body lotion dan skincare lain nya di seluruh tubuh nya dan wajah nya.
"iya sayang iya."
***
Setelah semua nya siap mereka keluar kamar bersama menuju ruang makan.
"selamat pagi tuan muda dan Nona muda."
"Pagi bi." jawab bryna
Bryna menyiapkan 2 lembar roti tawar untuk Devan dan di olesi keju dan juga selai coklat.
Bryna di beritahu oleh bi Ani sebelum nya beberapa makanan kesukaan Devan.
Devan sedang sibuk dengan ponsel nya.
"devan letakkan ponsel mu." ucap Bryna
namun Devan mengabaikan ucapan Bryna
"tuan muda Devan."
Devan tetap mengabaikan nya Bryna mulai mengerti apa yang di inginkan devan. mau tidak mau dia harus melakukan nya walaupun ada bi Ani dan beberapa pelayan di sini.
"Suami ku letakkan ponsel mu dan makan sarapan mu sekarang." ucap Bryna
wajah nya sudah panas itu artinya muncul rona merah di pipi nya. Tidak aku sungguh malu jika ada rona merah muncul di wajah ku.
Devan tersenyum senang karena berhasil menggoda Bryna lagi.
"Iya sayang." jawab Devan dan langsung melahap makanan nya
Seperti nya pria satu ini sengaja melakukan nya dia sengaja menggoda ku di depan bi Ani dan pelayan lain nya. gerutu Bryna
"Nona muda sungguh lucu." bisik salah satu pelayan
"Kau benar."
"Sudah jangan bergosip pagi-pagi seperti ini..jika tuan muda tahu kalian akan di pecat." tegur bi Ani
"Maafkan kami Bi Ani."
Setelah selesai sarapan nya Devan memasuki ruangan kerja nya sedangkan Bryna menyelesaikan tugas kuliah nya karena akhir tahun ini dia akan wisuda.
Pasangan suami istri yang aneh seharusnya mereka berbulan madu kenapa palah sibuk dengan kegiatan masing-masing.
"**Halo Tuan Lay." sapa Devan di telepon
"Halo Tuan muda Devan, selamat untuk pernikahan mu dan juga maaf karena saya tidak hadir di acara pernikahan kalian."
"Aku rasa kau akan menyesal karena tidak hadir di pernikahan ku jika kau tahu siapa istri ku sebenarnya."
"Apa maksudmu.?"
"Baiklah aku akan memberi tahu mu, istri ku adalah Bryna Sinaga."
"Apa!, tidak tidak mungkin"
"Gadis yang sering bertemu dengan mu dia adalah adik perempuan yang kau cari selama ini..tapi sayang sebelum kau mengetahui nya dia sudah menjadi milik ku."
"Devan kau..jangan kau menyentuh nya bahkan menyakiti perasaan nya."
"Dia istri ku tentu saja aku berhak untuk menyentuh nya, menyakiti itu masih ku pertimbang kan tuan Raynald Sinaga."
"Kau akan merasakan apa yang aku rasakan dulu**."
sambungan telepon di matikan sepihak oleh Devan.
Kota E China
Lay di dalam ruangan kerja nya merasa frustasi karena mengetahui adik perempuan yang selama ini dia cari telah menikah dengan pria yang menurut lay pria yang salah.
Lay merasa bersalah karena tidak mengenal adik nya dengan baik.
iya benar Lay Zhang adalah Raynald Sinaga kakak laki-laki dari Bryna Sinaga yang terpisah sejak kecil.
"Ahh sial..bee maafkan kakak tidak bisa melindungi mu."
"Tuan ada kabar dari Indonesia jika Tuan Aryo mengalami kecelakaan mobil." ucap Sekretaris pribadi Lay
"Apa! apa mereka yang aku tugas kan untuk menjaga ayah tidak bisa bekerja dengan baik."
"siapa kan pesawat pribadi ku untuk terbang ke Indonesia sekarang juga."
"Baik tuan."
Lay menelfon istri nya untuk memberi tahu bahwa diri nya akan terbang ke Indonesia.
"**Halo sayang..aku hari ini tidak pulang aku akan terbang ke Indonesia sekarang..ada urusan mendadak di sana."
"Baiklah suami ku..aku akan memberi tahu ibu nanti."
"terima kasih sayang**."
sambungan telepon di matikan
***
Bryna yang masih fokus dengan tugas di kamar tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar.
tok tok
"Iya masuk."
Pintu kayu besar itu terbuka dan muncul lah bi Ani yang tergesa-gesa masuk, dan menghampiri bryna yang berada di sofa.
"Ada bi?"
"Nona muda..ada kabar buruk."
"kabar buruk apa bi?"
"Itu ayah Nona.."
"Ada apa dengan ayah ku.?" Bryna langsung berdiri dan menghampiri bi Ani
"Ayah Nona mengalami kecelakaan mobil.. sekarang beliau sudah di larikan ke rumah sakit milik keluarga Nuraga." jelas bi Ani
Bryna tanpa memperdulikan penampilan nya yang hanya mengenakan dress simple bermotif bunga mengambil ponsel nya dan langsung berlari keluar kamar. Di sisi lain Devan keluar dari ruang kerja nya dan melihat Bryna berlari menuruni tangga dengan terburu-buru.
"Bryna mau kemana kau?" teriak Devan
namun Bryna tidak memperdulikan panggilan nya.
"Bryna Sinaga, jika kau keluar mansion tanpa izin ku..kau tahu akibat nya kan."
"Aku tahu itu." jawab bryna
Bryna berbalik ke arah Devan dan menatap Devan dengan dingin.
"Kau tahu ayah ku kecelakaan mobil..apakah kau masih tidak mengizinkan ku keluar.?" ucap Bryna
"Apa!"
Devan langsung berjalan cepat menuju ke arah Bryna dan langsung menarik lengan bryna untuk keluar mansion.
Mereka berdua menuju rumah sakit Nuraga Devan mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang. Bryna terus menangis dia takut jika terjadi sesuatu pada ayah nya.
Devan pun menggenggam jari jemari mungil bryna erat untuk menenangkan istri nya itu.
****
HAPPY READING 🍉🍓🍭