ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.33 Malam ini kamu milik ku


Jesica dan Bryna pergi berbelanja di mall karena sudah sangat lama mereka tidak shopping bersama. Jesica belanja sangat banyak sedangkan Bryna hanya buku-buku yang ingin dia baca. Tiba-tiba dia kepikiran untuk membelikan Devan sesuatu tapi dia bingung.


Namun dia melihat Toko perlengkapan pria di sana terdapat berbagai macam jenis model pakaian pria bahkan aksesoris pria.


Jesica mengikuti langkah Bryna menuju toko itu Jesica melihat itu jadi ingin segera menikah agar dia juga membelikan sesuatu untuk suami nya.


Bryna melihat-lihat aksesoris kantor untuk pria dan mata nya langsung tertuju ke penjepit dasi berwarna emas. Entah kenapa Bryna sangat tertarik dengan benda itu. Bryna pun langsung mengambil nya.


"Kau hanya membeli benda kecil itu?" tanya Jesica


"hmm..lihat lah benda ini sangat cantik..enath kenapa sangat menyukai nya." jawab bryna


Jesica hanya tersenyum menanggapi nya


Aku akan segera mencari pacar. gumam Jesica dalam hati


Selesai membayar Bryna segera mengajak Jesica untuk pulang karena ini sudah pukul 6 sore. Pasti akan terlambat pulang jika tidak segera pulang.


"Jes ayo kita pulang sudah pukul 6..pasti jalanan sangat macet." ajak Bryna


"Bee aku lapar..kita makan dulu iya."


"Jes tapi ini sudah pukul 6..aku bisa pulang terlambat."


"Bee waktu kau belum menikah kita biasa nya jam segini belum pulang..tapi sekarang kau membagi waktu untuk suami mu juga." ucap Jesica sedikit kesal


"Bukan bukan seperti itu Jes..aku harus segera pulang sebelum Devan pulang."


Jesica langsung berjalan meninggalkan Bryna begitu saja. Bryna hanya menghela nafas berat dan langsung menyusul langka Jesica ketika sejajar Bryna langsung menarik lengan Jesica dan membawa nya ke sebuah cafe terdekat yang masih berada di mall itu.


"Ayo makan aku juga sudah lapar." ucap Bryna


Jesica seketika mood nya kembali baik dan tersenyum senang ketika Bryna mengalah untuk nya.


"Ahh Bryna kau sahabat terbaik." sambil memeluk Bryna dari samping bryna hanya mengangguk kan kepala.


Mereka pun sampai di Cafe dan langsung memesan makanan yang biasa dulu di pesan mereka waktu masih kuliah.


***


Sedangkan Di kantor Devan masih menyelesaikan pekerjaan nya di meja nya penuh dengan berkas yang perlu tanda tangan nya. Komputer nya masih menyala.


Rio yang berada di ruangan nya hanya menunggu atasan nya itu keluar ruangan.


tidak mungkin kan dia pulang duluan ketika bos nya saja masih bekerja.


beberapa pegawai kantor sudah pulang sejak sore tadi ada juga yang masih lembur.


Rio bingung apa yang harus dia lakukan sambil menunggu bos nya.


pukul 19:15 malam


Devan baru saja keluar dari ruangan nya Rio melihat Presedir nya sudah keluar dia pun langsung mengikuti dari belakang.


Rio merasa seperti nya Devan sedang dalam mood yang tidak baik.


Ada apa ini? apakah tuan ada masalah pribadi. gumam Rio


Mereka berjalan memasuki lift eksklusif dalam diam. setelah sampai di lobi ternyata hujan lebat membasahi kota A. Di depan lobi Rio melihat seorang wanita yang ia kenal.


"Bukan kah itu sekretaris baru Tuan..untuk apa dia berdiri di sana."


Devan tidak menanggapi perkataan Rio dia berjalan santai melewati Vinata.


"Eh Presedir anda baru pulang" sapa Vinata ramah


Devan tidak menjawab


"Hei sekretaris baru kenapa kau belum pulang..bukankah kau sudah keluar sejak tadi."


"Eh iya aku baru akan memesan taksi." jawab Vinata suara nya sedikit di keras berharap Devan mendengar nya


"Oh berhati-hati lah dalam perjalanan." jawab Rio dan langsung masuk ke dalam mobil


Vinata sedikit kecewa ketika mobil Devan sudah melaju menjauh dari nya.


"Huft seperti nya butuh strategi yang baik untuk benar-benar mendapatkan nya." ucap vinata


**


Di kursi belakang Devan sudah duduk menyenderkan kepala nya di kursi mobil sambil memejamkan mata nya. sedangkan Rio yang berada di kursi kemudi Melihat nya dari kaca spion yang ada di depan.


"Jes setelah film ini selesai kita langsung pulang saja iya."


"Baiklah bee..aku juga sudah lelah rasa nya." Jawab Jesica


Bryna menghela nafas lega karena mendengar jawaban jesica yang setuju.


Bryna melihat sudah pukul 8 malam


"What! semoga Devan belum pulang."


Jesica yang mengetahui kegelisahan Bryna dia pun langsung mengajak Bryna keluar dari dalam Bioskop.


"Aku akan mengantarmu pulang dan berbicara pada Devan jika dia akan memarahi mu." ucap Jesica


"tidak Jes..sopir ku sudah menunggu ku sejak tadi."


"Baiklah..jika terjadi sesuatu hubungi aku."


"Baik.."


Mereka terpisah di depan mall sedangkan Jesica masuk ke dalam mobil nya.


***


"Kenapa jalanan macet sekali pak?" tanya Bryna


"Karena sejak tadi hujan lebat nona ini saja baru saja reda."


di perjalanan Bryna terus menerus Melihat jam di tangan nya sudah pukul setengah 9 malam.


Tidak lama mobil yang membawa Bryna berhenti di depan pintu utama Bryna langsung keluar begitu saja sambil membawa barang-barang belanjaan nya.


"Selamat datang Nona muda."


"Apakah Devan sudah kembali?"


"Tuan muda sudah kembali sejak 1 jam yang lalu Nona."


Bryna langsung menaiki lift menuju lantai atas kamar utama nya. setelah sampai di depan pintu kamar nya Bryna menarik nafas dalam-dalam dan membuka pintu kamar besar itu.


Di dalam kamar hanya ada cahaya remang-remang kamar nya itu ketika di baru saja menutup pintu


Prank


Vas bunga melayang menghampiri nya dan tepat mengenai Dinding tepat Bryna berdiri.


Bryna begitu terkejut apa yang baru saja terjadi di depan nya. hanya dalam tepuk tangan Devan lampu kamar sudah menyala.


Devan terlihat begitu marah mengetahui istri nya baru saja sampai di mansion setelah dia pulang lebih awal dari istri nya.


"Baru saja aku bebaskan satu kali tapi sudah membuat ku ingin sekali mengurung mu di ruangan bawah tanah." ucap Devan suara Devan kali ini benar-benar terdengar sangat dingin.


Bryna tidak berani menatap mata Devan yang seakan tatapan mata tajam itu akan membunuh nya seketika.


"Ma..maaf kan aku Dev.."


"Berani sekali kau pulang jam segini tanpa memberi tahu ku terlebih dahulu." kali Devan sudah mencengkeram dagu Bryna kasar.


"Ponsel ku mati..dan aku tidak tahu jika aku akan pulang terlambat..maafkan aku jika membuat mu semarah ini."


"Aku tidak ingin mendengar alasan mu itu tidak berguna..aku hanya ingin kau menuruti perintah ku..kenapa kau selalu saja melanggar Bryna." ucap Devan dengan menekan cengkraman nya lagi membuat Bryna merintih kesakitan


"Devan sakit.." ucap Bryna suara nya gemetar air mata yang dia tahan akhirnya keluar membasahi pipi nya


Devan yang seperti kesetanan tidak peduli dengan keluhan Bryna dia langsung menarik Bryna dan langsung menghempaskan tubuh Bryna ke atas ranjang.


Devan menindih tubuh rapuh itu dan tanpa aba-aba Devan sudah ******* habis bibir ranum Bryna tanpa ampun. Bryna tidak membalas ciuman itu dia membiarkan Devan yang bermain.


Mereka pun menghabiskan waktu malam hujan ini dengan panas Hingga Larut malam.


"Tidurlah kau pasti lelah." ucap Devan lalu mencium kening Bryna lembut


Bryna tidak menjawab lalu memejamkan mata nya. "Terimakasih sudah membuat yang pertama bee." bisik Devan di sela-sela akan memejamkan mata nya.


***


HAPPY READING πŸ­πŸ“πŸ‰


maaf kalo banyak typo nya boleh di koreksi kokπŸ‘‰πŸ»πŸ‘ˆπŸ»Jangan lupa like dan vote untuk karya ini Terimakasih πŸ‘€β˜ΊοΈ