ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab. 39 Halaman belakang


Setelah 3 hari absen kantor karena menjaga Bryna di Mansion. Kali ini Devan harus pergi ke kantor karena ada masalah kantor yang tiba-tiba datang. Bryna ingin meminta izin untuk keluar Mansion tapi Devan tidak mengizinkan nya.


"Devan izinkan aku..hanya sebentar saja."


"Tidak..aku tidak akan mengizinkan mu Bryna..lihat kau ini baru saja membaik."


"Aku bosan di mansion terus menerus..aku harus memiliki kegiatan."


"Bukan kah kau akan sibuk dengan buku mu yang akan di terbitkan..lebih fokus ke sana saja..tidak usah memikirkan yang lain." ucap Devan dan langsung mencium kening Bryna lembut


"Devan aku mohon..kenapa kau kejam sekali mengurung ku di sini."


Devan tidak memperdulikan ucapan Bryna dia berangkat begitu saja.


Bryna kembali memasuki kamar nya tak berapa lama kembali keluar kali ini Bryna memutuskan untuk pergi ke halaman belakang mansion yang begitu luas. Bahkan ada danau buatan dan beberapa taman bunga di sana.


Bryna berjalan menyusuri taman dan danau dia pun menuju Gazebo berbentuk melingkar dengan material teralis dan kaca ini didesain tembus pandang sehingga Bryna bisa menikmati sekeliling halaman tanpa takut kepanasan. Bryna pun duduk sambil menikmati indah nya danau buatan itu.


"Hmm Seberapa kaya suami ku..bahkan halaman belakang nya sangat lah luas."


"Aku akan sering datang ke sini untuk menikmati acara minum teh ku atau bahkan menulis ataupun membaca.."


"Aku harus menghabiskan waktu libur ku juga bersama Devan nanti."


Bryna berbicara dengan diri sendiri. jangan lupa banyak Pengawal yang berjaga di sekeliling halaman mansion bahkan di sudut mansion. Bryna tidak heran lagi jika banyak orang-orang bertubuh kekar yang berdiri dan berjalan kesana kemari.


Bryna mulai menulis di laptop nya senyum nya terus mengembang ketika dia menulis.


sudah sangat lama Bryna berada di taman belakang sampai tidak sadar dari jarak jauh Devan sedang memperhatikan diri nya menikmati waktu nya sendiri di gazebo belakang.


"Apa yang dia lakukan.?"


"Nona muda sejak tadi berada di Halaman belakang tuan..bibi ke sana hanya mengantarkan makanan ringan dan juga teh hangat."


"Jika aku tidak berada di Mansion jangan biarkan dia untuk keluar Mansion."


"Baik tuan."


**


tiba-tiba Bryna mendapat pesan aneh dari ponselnya dia membuka pesan itu betapa terkejutnya dia mendapati foto sebuah kecelakaan mobil yang membuat nya tiba-tiba berdiri dan menjauh dari ponsel itu. Bryna terduduk di lantai. Kenangan masa lalu nya kembali menghampiri nya.


Devan yang Melihat itu pun langsung berlari sekencang mungkin ketika melihat Bryna tersungkur di lantai.


Para pengawal pun datang menghampiri nya tapi Devan menghentikan mereka untuk tidak mendekat. "Sayang apa yang terjadi.?" tanya Devan masih terengah-engah karena berlari menghampiri bryna


"Devan..apa yang terjadi dengan kedua orang tua ku..?" tanya nya tiba-tiba


"Tenangkan diri mu.." Devan memeluk erat tubuh istri nya


"Kenapa aku tidak bisa ingat wajah mereka kenapa..hiks." ucap Bryna dengan air mata yang sudah membasahi kedua mimpi nya


Bagaimana bisa Bryna tidak mengenal wajah mereka. Gumam Devan


"Aku akan membantu mu mengingat wajah mereka..bee."


Devan melihat ponsel Bryna dan membuka pesan tersebut..ini adalah kecelakaan puluhan tahun lalu Devan Melihat di file yang di kirim kan oleh Rio.


Apakah mereka yang merawat tanpa memberi tahukan siapa orang tua kandung nya.


gumam Devan


Devan sadar Bryna pingsan dia pun langsung menggendong tubuh Bryna ala bridal dan bi Ani bersama 2 pelayan membawakan barang-barang Bryna di gazebo.


Devan menidurkan Bryna di atas ranjang.


bi Ani sudah memanggil dokter keluarga Devan Dokter Cindy untuk memeriksa Bryna.


Devan menelfon Ray setelah sekian lama.


"halo." suara Ray di seberang telepon


"Apa yang kalian lakukan pada istri ku..kenapa Bryna tidak bisa mengingat kedua orang tua kandung nya." ucap Devan keras dia merasa emosi


"Apa yang kau katakan Devan..apa yang terjadi dengan Bryna ?"


"Apakah kalian sengaja membuat Bryna agar tidak mengingat kedua orang tua kandungnya."


"..." tidak ada sahutan di seberang sana membuat Devan semakin emosi


"Jawab Ray..apa keluarga mu sengaja melakukan itu."


"Aku hanya penasaran siapa yang sengaja membuat kecelakaan mobil orang tua Bryna puluhan tahun yang lalu..apa kau masih mencari saat ini.?" ucap Devan


"Iya hanya aku yang mencari tahu nya..siapa dalang di balik semua ini."


"Apakah Bryna mengalami amnesia semasa kecil nya?" tanya Devan


"Bryna waktu itu berusia 1 tahun saat kecelakaan itu Bryna selamat karena kami yakin Ibu Bryna melemparkan Bryna keluar sebelum mobil itu masuk ke jurang dan meledak." jelas Ray


Flashback on


Di perjalanan Menuju Villa kediaman keluarga Ellever. Tuan Hevan dan Nyonya Elena bersama putri kecil nya Bryna Ellever menikmati perjalanan dengan senang. Di jalanan pegunungan menuju villa tiba-tiba mobil yang di Kendarai mereka bermasalah.


"Pah ada apa ini ?" panik Nyonya Elena


"Seperti nya ada masalah dengan mobil nya."


"Berhenti pah berhenti." teriak Nyonya Elena


"Kenapa tiba-tiba Rem blong seperti ini."


"Pah kita bawa Bryna kita harus menyelamatkan nya."


Karena mobil melaju tanpa arah papah Bryna semakin bingung..hingga akhirnya


"Mah buka pintu mobil nya dan keluar sekarang juga bersama Bryna."


"Tapi pah.."


"Tidak ada tapi-tapian mah sudah tidak ada waktu.." sambil mendorong tubuh istri nya untuk keluar namun karena sabuk pengaman masih belum di lepaskan pada akhirnya hanya Bryna yang terlempar keluar mobil dan tepat mobil mereka masuk jurang.


Bryna kecil jatuh di semak-semak jalan itu. tak lama ada sebuah mobil yang melewati jalan itu. Namun di kejutkan dengan tangisan anak kecil di semak-semak.


Pria itu adalah tuan Aryo yang menemukan Bryna terkapar di sana. Tuan Aryo tanpa pikir panjang pun langsung membawa Bryna ke rumah sakit. Sebelum nya dia melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. karena ada nya kecelakaan itu.


"Tuan Hevan & Nyoya Elena." gumam tuan Aryo


"Ada yang janggal dengan kecelakaan ini." Ucap tuan Aryo


sebagaimana Tuan Hevan yang begitu sukses dan banyak dari sanak sodara nya ingin mengambil alih perusahaan Ellever karena Mereka tidak akan membiarkan Bryna kecil mewarisi semua harta kedua orang tua nya.


Flashback off


"Siapa sanak sodara Ellever yang kau ketahui?" tanya Devan


"Alaxy group." ucap Ray


"Alaxy group?"


"Iya..mereka adalah sanak sodara Bryna perusahaan Ellever berganti nama menjadi Alaxy group..yang sekarang di pimpin oleh putra sulung tuan Ramon Arga."


"Siapa dia?"


"Simon Arga."


Devan mematikan ponsel nya lalu meremat nya. Aku tahu sekarang..bukan kah Bryna akan dalam bahaya jika seperti ini.


Devan langsung menelfon Rio


"Halo Rio."


"Ada apa tuan?"


"Cari informasi tentang Alaxy group."


"Baik tuan."


Devan memasuki kamar nya kembali dan melihat Bryna baru selesai di periksa.


"Bagaimana.?"


"Nona hanya merasa stress dan banyak pikiran.. Nona hanya butuh istirahat yang cukup."


"Baiklah..kau boleh pergi sekarang." jawab devan dingin


**


HAPPY READING 🍭🍓🍉🍑