ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.15 Gadis bodoh


Setelah kejadian malam itu di pesta bisnis milik Simon.


Devan membawa Bryna kembali ke Mansion pribadi nya.


Sebelum nya Rio sudah menghubungi dokter Cindy untuk datang ke mansion pribadi milik Devan. Dokter Cindy adalah dokter khusus keluarga Nuraga.


Ketika Devan sudah sampai di mansion dokter Cindy sudah menunggu sejak tadi ruang tamu. ketika Devan masuk dokter Cindy langsung mengikuti langkah Devan menuju lantai atas menggunakan lift.


Siapa wanita ini? apakah simpanan Devan.


dokter Cindy masih bertanya-tanya di benak kepala nya.tentang siapa wanita yang di bawa Devan ke Mansion. padahal Cindy dengar Devan tidak mengizinkan wanita manapun untuk masuk ke mansion nya kecuali ibu, adik perempuan nya, para pelayan rumah nya dan dia dokter keluarga Devan.


tapi bahkan Devan membawa wanita ini masuk ke mansion dan seperti nya Devan begitu khawatir.


Devan membaringkan tubuh Bryna ke ranjang tidur milik Bryna di kamar khusus untuk nya.


"Cepat periksa gadis ku." ucap dingin Devan


"Baik tuan."


selang beberapa menit dokter Cindy selesai memeriksa Bryna.


"Nona ini hanya syok dan untuk memar di pipi nya tidak terlalu serius..saya akan memberikan resep obat untuk nona minum dan juga salep pereda nyeri luka memar." jelas dokter Cindy


Devan hanya mengangguk


"Rio."


"Baik tuan"


Dokter Cindy pun memberikan obat dan salep untuk Bryna pada Rio.


"Baiklah saya permisi tuan."


"Hmm."


Bi Ani selaku kepala pelayan masuk ke kamar Bryna dan membantu Bryna untuk berganti pakaian atas perintah Devan. bersama 2 pelayan.


sedangkan Devan sudah berada di ruang kerja nya bersama Rio. membahas masalah pekerjaan kantor nya.


"Buat saham DM company turun." ucap Devan pada Rio


"Baik tuan."


Hanya dalam ketukan jari Devan saham perusahaan DM company benar-benar turun dalam sekejap. Begitu lah Devan siapa pun yang mencari masalah dengan nya maka siap-siap orang itu akan hancur dalam sekejap.


"Kau boleh pulang sekarang." ucap Devan


"baik tuan."


Setelah kepergian Rio, Devan duduk termenung dia menatap bingkai foto kecil yang ada di atas meja kerja. Di dalam bingkai terdapat 2 orang yang sedang berpelukan mesra Yaitu diri nya dan kekasih masa lalu nya yang pergi meninggalkannya nya tanpa pamit dengan nya.


Devan sangat membenci wanita itu dia sudah menghancurkan hati Devan berkeping-keping. Namun di benak hati nya dia masih mencintai wanita itu. Namun di sisi lain Bryna datang ke dalam kehidupan nya saat ini.


"Gadis bodoh." ucap Devan


lalu beranjak pergi dan ingin masuk ke dalam kamar utama nya namun dia melihat kepintu kamar Bryna dia pun mengurungkan niat nya untuk masuk ke kamar milik nya.


Dia berjalan pelan..menuju kamar Bryna dia membuka pintu pelan dan melihat Bryna masih terbaring lemah.. wajah yang polos tanpa make up membuat Devan tersenyum.


"Putri tidur." gumam nya


"Jangan coba-coba pergi dari ku Bryna Sinaga." bisik nya


Setelah beberapa menit di kamar Bryna Devan keluar dan menuju kamar nya.


***


Pagi pun datang sinar mentari menerobos masuk melalui celah-celah tirai memaksa masuk. Dan membuat Bryna terbangun.


"Auh." rintih Bryna karena pipi nya sakit dan bengkak


"Seperti ini rasa nya ternyata ketika seseorang menonjok di bagian wajah." gumam Bryna


Ketika dia akan beranjak dari ranjang pintu kamar nya terbuka dan menampakan Ni Ani yang sudah membawa bubur hangat untuk nya dan susu hangat.


"Nona Bryna sudah bangun."


"iya bi."


"Terimakasih bi."


Bi Ani menekan tombol dan tirai kamar terbuka secara otomatis. sedang kan Bryna menyantap sarapan pagi nya hingga habis.


Devan masuk tiba-tiba ketika itu bi Ani langsung keluar membawa nampan berisi mangkok kosong dan gelas kosong.


"Gadis bodoh." ucap Devan datar


apa-apaan pria ini bukan nya betanya bagaimana keadaan ku..tapi malah mengatakan aku gadis bodoh.


"Aku hanya berusaha melerai perkelahian kalian yang seperti anak TK." jawab bryna


"Hahah..Sungguh berani iya pada ku."


Bryna terdiam tiba-tiba berkata


"Maaf merepotkan mu." ucap Bryna lagi


"Kau calon istri ku mana mungkin kamu merepotkan ku."


"Maaf sejak kapan Anda membuat diri saya calon istri anda bahkan saya belum tentu menerima anda."


"Kau masih ingat perkataan ku kan..Tidak ada kata penolakan."


"Kenapa anda begitu egois dan pemaksa."


"Karena kita akan segera menikah 1 Minggu lagi kita fitting gaun pengantin."


"Hah?apa? tidak tuan apa-apaan anda ini."


"Jika kau masih tetap ingin bisnis ayah mu lancar maka turuti perintah ku Nona Bryna Sinaga." Ucap Devan tersenyum kemenangan dan langsung pergi meninggalkan Bryna yang masih memasang wajah kesal.


"Arghh." teriak Bryna merasa frustasi


"Tidak mungkin aku masih berusia 23 tahun bukan kah itu masih sangat mudah dan kenapa harus menikah dengan nya..tidak ini tidak boleh terjadi." ucap Bryna


tiba-tiba muncul Rio dan masuk ke dalam kamar Bryna


"Selamat pagi Nona."


"Apa yang kau lakukan di sini.?" tanya Bryna ketus


"Nona Bryna anda adalah gadis beruntung yang telah meleleh kan hati es tuan muda..jadi anda harus bersyukur."


"Haha..maaf kalian semua tidak berhak mengatur hidup saya..sampai kapan pun aku tidak akan menikahi nya."


"Nona anda tahu dalam satu kali ketukan jari saya di nakas ini bisnis ayah anda akan hancur dalam sekejap saja."


"Tidak jangan menyentuh ayah ku.. urusan kalian itu dengan ku bukan dengan ayah ku..kenapa kalian hanya mengancam dan mengancam."


"Itu karena nona tidak menurut pada tuan muda." jawab Rio sambil tersenyum senang


"Kau sama saja menyebalkan seperti Tuan mu itu."


"ini tuan muda hanya menyuruh saya untuk memberikan kartu ini."


bukan kah ini black card ..kenapa Devan memberiku kartu ini."


"Maaf tuan saya tidak bisa menerima nya..lebih baik kembalikan saja ke tuan mu itu."


"Apakah nona ingin saya di pecat..jika saya membawa kartu ini kembali ke tuan..maka kita tidak akan bertemu lagi nona..apakah kau tega pada ku." ucap Rio yang memasang wajah memelas


"sungguh menyebalkan." ucap Bryna dan langsung mengambil Black card itu dari tangan Rio


"Nah gitu dong nona sejak tadi.. Terimakasih Nona..saya permisi."


Bryna hanya mendengus kesal "Tuan dan asisten nya sama saja."


Bryna pun membersihkan diri lalu pergi ke kampus untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah nya sebelum membuat skripsi untuk wisuda nya akhir tahun ini. Bahkan Bryna kadang tanpa malu meminta bantuan Devan jika malam tiba. Devan pun akan membantu nya asalkan Bryna menurut perintah Devan.


"Apakah aku akan melanjutkan S2 ku..hmm seperti nya tidak aku sudah lelah memikirkan mata kuliah.. sebaiknya aku fokus ke karya-karya novel ku yang akan di terbitkan." ucap Bryna


***


HAPPY READING 🍓🍭