
3 bulan sudah pernikahan Devan dan Bryna kali ini mereka benar-benar seperti pasangan suami istri pada umum nya. walaupun masih saja ada perdebatan Antara mereka. Bi Ani kepala pelayan sangat senang melihat kedua majikan nya itu akhirnya saling jatuh cinta.
Untuk papa Devan sangat bahagia sedangkan Mama nya masih dalam tahap menyukai Bryna. kalo Zevana jangan di tanya lagi.
Pagi ini Bryna seperti biasa bangun lebih awal sebelum Devan bangun. Dia menyiapkan semua keperluan Devan dari pakaian kerja hingga air hangat untuk devan mandi.
setelah urusan di kamar selesai Bryna segera turun menuju dapur dan menyiapkan sarapan untuk Devan di bantu beberapa pelayan. Devan sudah biasa dengan masakan buatan Bryna.
"Nona muda perlu bantuan.?" tanya pelayan
"Tidak perlu aku bisa sendiri..kau kerjakan yang lain saja."
"Baiklah nona."
Bryna kali ini membuat sandwich kesukaan Devan.
30 menit membuat 2 sandwich untuk nya dan juga Devan sudah selesai. Bryna menata nya di meja makan setelah selesai Bryna meminta bantuan pada pelayan untuk membersihkan dapur.
Bryna langsung menuju lantai atas karena dia akan segera mandi.
ketika masuk kamar lagi Devan masih tidur
akhirnya Bryna mandi terlebih dahulu.
setelah selesai dengan acara mandi nya Bryna melihat jam yang menempel di dinding kamar nya sudah pukul 06:30 pagi.
dia masih mengenakan jubah mandi nya. lalu membangun Devan.
"Devan bangun..kau harus segera ke kantor bukan."
"Hmmm." suara berat khas bangun tidur Devan Membuat Bryna ingin sekali teriak
padahal Bryna tiap hari mendengar suara itu tapi tetap saja membuat nya meleleh.
Devan mencium sabun strawberry favorit Bryna itu membuat penciuman nya lebih tajam lagi. dan langsung menarik tubuh Bryna dan tiba-tiba tubuh Bryna sudah berada di atas tubuh Devan.
"Sayang apa kau ingin menggoda ku dengan cara ini..?"
"Tidak tidak..aku hanya ingin membangun kan mu saja."
"Lihat saja malam ini aku akan mendapatkan mu." ucap Devan
"apa yang kau katakan Dev..cepat bangun kau nanti terlambat ke kantor."
"Sayang NRG Corp itu perusahaan ku, aku CEO nya di sana jadi tidak masalah jika aku datang terlambat karena semua di dalam gedung itu aku yang mengendalikan." jawab Devan
posisi mereka masih sama Bryna berusaha buat beranjak namun Devan menahan nya.
"Devan kau ini Bos di perusahaan milik mu jadi kau harus memberi contoh yang baik untuk bawahan mu..jadi cepat Sekarang bangun sebelum terlambat." wajah serius
"Aku belum mendapatkan Morning Kiss." ucap Devan
"Tidak ada hal seperti itu lagi."
"Baiklah aku tidak akan ke kantor." ancam Devan
Bryna menghela nafas berat lalu tanpa aba-aba langsung mencium singkat bibir Devan. sedangkan Devan senyum penuh kemenangan karena berhasil menggoda istri nya itu.
"Kenapa pipi mu merah sekali."
"Devan kau menggoda ku." ucap Bryna dan langsung masuk ke ruang ganti lalu menutup pintu nya, devan yang masih duduk di ranjang tersenyum gemas melihat Tingkah istri nya.
"Aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu." teriak Bryna dari dalam ruangan
"Hmm."
Bryna mengenakan dress lengan panjang simple bermotif bunga dengan panjang kebawah di bawah lutut.
Bryna sedikit menggunakan makeup tipis.
rambut panjang nya di urai dan sebagian atas di ikat dan di beri aksesoris pita sesuai dengan dress yang Bryna kenakan.
Devan keluar dari kamar mandi dengan handuk putih menutupi sebagiannya tubuh nya. sedangkan perut kotak-kotak nya dia ekspos yang membuat Bryna merasa sesak melihat pemandangan indah ini.
"Sudah puas melihat nya sayang.?" tanya Devan dengan niatan menggoda Bryna lagi
"Hah?" jawab bryna dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain
"Devan pakaian mu sudah aku siapkan di ruang ganti."
"Aku perlu mengeringkan rambut ku sayang..cepat keringkan rambut ku."
sambil berjalan ke arah meja rias dan langsung duduk di depan cermin sedangkan Bryna masih melongo.
"Sayang kau yang bilang bukan aku tidak boleh datang terlambat ke kantor."
"Ah iya maaf suami ku."
Bryna pun langsung mengeringkan cepat rambut Devan. Sedang kan Devan memperhatikan kegiatan istri nya dari balik cermin besar yang berada di depan nya.
"Tuan muda Devan.. berhenti memandang ku seperti itu."
"Aku memandangi istri ku..kenapa kau melarang nya Nona Muda Bryna." jawab Devan
"Aku tidak melarang nya..tapi kau membuat ku gugup."
"oh benarkah..?"
"tentu saja."
"Sebaik nya segara kenakan pakaian mu."
Bryna mendongakkan kepala nya sedangkan Devan sedikit menunduk dan menatap wajah istri nya lekat.
"Terimakasih bee..karena sudah menerima cinta ku."
"Hmm." masih fokus memakaikan dasi untuk Devan
Setelah selesai semua nya mereka keluar kamar bersama.Dan melakukan sarapan bersama seperti biasa. Tapi jika devan sangat sibuk di kantor nya mereka tidak akan sarapan bersama karena Bryna bangun pasti Devan sudah pergi ke kantor.
***
NRG Corp
Devan turun dari mobil nya dan berjalan masuk ke gedung pencakar langit milik nya di ikuti Rio dan 2 Sekretaris nya.
"Siapa Nama mu?" tanya Devan yang melihat ada Gadis asing di penglihatan nya
"Halo Presedir saya Vinata putri Sekretaris 2 baru." ucap gadis cantik itu
"Oh."
Apa hanya oh saja..dingin sekali Presedir
"Ingat peraturan NRG Corp." Rio mengingat kan Vinata
"Baik tuan Rio."
Di ruang Presedir
"Tuan hari ini ada pertemuan penting dengan Tuan Kim di restoran Korea."
"Lalu?"
"Setelah itu Rapat Divisi keuangan untuk bulan ini."
"Baik."
Rio setelah itu langsung keluar dari ruangan yang menurut nya itu sudah seperti kandang singa yang kapan saja singa itu akan meraung-raung. tunggu maksud Rio singa itu Presedir Devan.
Risya sekretaris 1 Devan berpapasan dengan Rio yang baru saja keluar dari ruang CEO.
Risya membungkuk kan badan nya sopan. Rio hanya tersenyum.
Kenapa Risya sedikit berbeda. Gumam Rio
***
Bryna hari ini di izinkan oleh devan untuk pergi bersama Jesica karena semenjak wisuda mereka tidak saling bertemu lagi.
Seperti biasa mereka bertemu di Coffeshop favorit mereka.
Bryna di antar oleh supir pribadi Devan dan tanpa sepengetahuan Bryna ada 2 pengawal yang yang di utus oleh Devan untuk mengawasi Bryna dari jarak jauh.
Jesica sudah menunggu di dalam cafe
"Bee" panggil Jesica
saat melihat Bryna baru saja masuk dan mencari sosok nya. Bryna tersenyum bahagia melihat sahabatnya ini.
"Jesi aku sangat merindukanmu."
"kamu kira aku merindukan mu." jawab Jesi dingin
"Iya sudah aku pergi." Bryna tak mau kalah dengan permainan Jesica
"Ahhh baiklah-baiklah aku merindukan mu Bryna sayang." ucap Jesica sambil memeluk tubuh Bryna erat
Mereka pun memesan minuman favorit mereka masing-masing dengan beberapa cake cute untuk menemani obrolan mereka.
Bryna dan Jesica pun menceritakan semua hal-hal apapun yang selama ini mereka pendam karena jika tidak cerita secara langsung itu tidak afdol girls. bener nggak
"Apa! aku tidak salah dengar bukan?"
"tidak Jes..tapi aku masih tidak yakin..karena waktu kita bertengkar dia mengatakan kekasih." jawab bryna sambil mengaduk-aduk minuman nya
"Kekasih? maksud nya dia memiliki kekasih gitu."
"seperti nya begitu..aku berpikir atau mungkin wanita ini kekasih Devan sebelum Devan menikah dengan ku."
"Lalu apa yang kamu katakan ketika dia bilang kekasih?"
"Aku memilih untuk diam..jika aku mencari tahu itu mungkin akan membuat ku terluka."
"Bagaimana jika dia bermain di belakang mu?"
Bryna hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Jesica.
"Bee apa kau mulai mencintai nya?"
"Hmmm"
"bukan kah aku wanita bodoh Jes..sudah jelas aku mengetahui bahwa dia menikahi ku hanya untuk tujuan tertentu tapi aku malah jatuh cinta pada nya."
"Aku tahu itu..karena sifat hangat nya yang dia tunjukkan pada mu itu membuat mu untuk membuka hati bee..tapi aku harap kamu bahagia dengan nya..dan juga aku harap dia tidak akan berubah menjadi dingin dan kejam seperti sebelumnya pada mu."
***
HAPPY READING 🍓🍭🍉