
Bryna masih bertanya-tanya kenapa diri nya bisa berada di sini kembali. tidak mungkin kan yang menolong diri nya pria ini.
Apakah pria ini yang menolong ku semalam.. seperti nya tidak mungkin..tapi aku berada di sini jadi pasti diri nya semalam. Bryna
Devan sudah duduk di ruang makan dan memakan sarapan nya dengan tenang. Bryna memandangi pria itu dari tangga merasa kagum dengan ketampanan pria ini.
"wah ternyata pria ini sangat tampan..lihat makan saja seperti pangeran mahkota dari kerajaan yang ada di drama-drama." ucap Bryna dalam hati nya
"Hmm dalam diri pria ini terlihat jelas ada darah bangsawan yang mengalir di tubuh nya..pantas saja tunangan nya Sangat cantik dia juga seperti putri bangsawan yang cantik tapi hati nya tidak cantik". Bryna dengan senyum sinis nya ketika mengingat wanita itu (Nova Damanik)
"Apa kau akan memandangi ku terus seperti itu.?" tanya Devan Tiba-tiba suara berat nya membuat Bryna tersadar dari lamunannya
"Ahh..siapa juga yang memandangi anda tuan, saya hanya sedang melihat-lihat interior apartemen ini." jawab bryna serileks mungkin agar kegugupan nya tidak terlihat karena ketahuan oleh Devan jika diri nya memandangi seorang Devan sejak tadi.
Devan hanya terdiam tidak menanggapi ucapan bryna barusan.
Bryna duduk di hadapan Devan dia langsung mengambil 2 lembar roti lalu dia mengolesi nya dengan selai strawberry, kacang, dan juga parutan keju yang sudah di sediakan di meja makan. Bryna menghias nya dengan telaten.
Tanpa Bryna sadari Devan memperhatikan kegiatan nya sejak tadi.
"Wah sangat cantik..sayang sekali jika di makan." ucap Bryna
"Iya sudah tidak perlu di makan." jawab Devan
"Tidak aku akan memakan nya.. cacing-cacing di dalam perut ku sangat menderita sejak semalam." jawab bryna langsung melahap roti yang yang sudah dia hias barusan
Devan tersenyum tipis melihat tingkah gadis di depan nya ini.
bi Ani yang berada di dapur melihat tuan muda nya tersenyum di depan gadis asing ini. bagi Bi Ani ini sungguh moment langkah yang terjadi di keluarga Nuraga.
"seperti nya gadis ini membuat tuan muda jatuh hati pada nya." gumam bi Ani
beberapa menit berlalu Bryna selesai sarapan begitu juga Devan.
Devan beranjak dari duduk nya dan mengambil jas nya lalu berjalan menuju pintu utama apartemen. Namun Bryna mengejar nya dan menarik lengan kemeja nya.
"Tuan tunggu.!" ucap Bryna
Devan melihat ke arah Bryna
"Ada apa?" tanya Devan datar
"Apakah tuan yang menolong ku semalam.?" tanya Bryna
"Menurut mu..?"
"Kenapa harus anda tuan..kenapa tidak orang lain saja..anda tahu..saya sangat membenci tuan." ucap Bryna tanpa dosa
"Apa?"
"Iya saya membenci anda.!" jawab bryna sambil menatap tajam Devan
Devan terdiam dan menatap Bryna lebih tajam membuat Bryna menciut.
"kenapa tatapan pria ini seperti ingin membunuh orang berada di hadapan nya." dalam hati Bryna
"Ingat kau berutang Budi pada ku..jadi jangan berulah."
"Hehh..maaf tuan saya tidak merasa berutang Budi pada anda..jika karena anda menolong saya..lalu kenapa anda repot-repot menolong saya." jawab bryna
"Bryna Sinaga..karena kau yang datang sendiri pada ku..jadi mulai detik ini kau milik ku." ucap Devan penuh penekan dalam ucapan nya
"Kenapa anda tahu nama saya..padahal saya tidak memberi tahu anda." bingung Bryna karena Devan tahu nama lengkap nya
"Kau tidak tahu siapa diri ku..saya ingatkan lagi saya Devan Nuraga tuan muda dari keluarga Nuraga..jangan kan nama mu..saya pun tahu ayah, ibu dan kakak laki-laki mu." jelas Devan jiwa arogan nya keluar
Bryna masih tercengang dengan perkataan Devan barusan.
"Tidak mungkin bahkan data pribadi saya tidak pernah saya publish..saya hanya orang biasa tuan." ucap Bryna
"Maaf tapi saya sudah memiliki pujaan hati.." belum sempat menyelesaikan ucapan nya Devan sudah memotong nya
"Devan Nuraga tidak suka penolakan apalagi di tolak oleh gadis miskin seperti mu..itu tidak akan terjadi..jika kau ingin bisnis ayah mu tetap berdiri kokoh jangan berani menolak ku." ucap Devan dengan senyum devil nya
Bryna yang mendengar ucapan Devan membawa ayah nya dia merasa tidak terima.
PLAK
tamparan keras di pipi mulus Devan membuat rahang Devan mengeras..tidak ada yang berani menampar Devan lalu gadis ini dengan berani nya menampar pipi nya dengan keras.
mata Devan menajam ke arah Bryna
"Jangan bawa-bawa ayah saya dan keluarga saya..ini masalah saya dengan anda..tidak ada sangkut paut nya dengan ayah dan keluarga saya." bentak Bryna
Gadis ini bukan nya takut malah tambah menjadi.
Devan mencengkeram dagu Bryna keras. Seperti nya Devan benar-benar marah pada gadis ini.
"Kau berani sekali menampar ku..bahkan menolak ku..kau ingat kau hanya gadis miskin kau tahu jika kau tidak mendapat kan beasiswa dari keluarga Nuraga kau tidak akan kuliah di universitas milik keluarga Nuraga."
perkataan Devan membuat Bryna terkejut
jadi selama ini Bryna berkuliah di kampus elite milik keluarga Nuraga..dan kuliah nya di biayai oleh keluarga Nuraga.
"jika keluarga anda tidak ikhlas memberikan beasiswa pada mahasiswa/i kurang mampu di kampus Nuraga lebih tidak perlu memberikan tuan." ucap Bryna
"Baik..Saya akan mencabut beasiswa mu sekarang juga..dan kau harus membayar biaya kuliah mu secara tunai sekarang juga..dan mungkin dalam waktu 10 detik bisnis ayah mu akan hancur hanya dalam 1 kali klik di dalam ponsel ku." ancam Devan
Bryna terdiam sejenak..dengan apa dia membayar biaya kuliah nya padahal sebentar lagi dia akan wisuda.
"Bagaimana.?"
Bryna masih terdiam Devan semakin mengencang kan cengkraman nya di dagu Bryna itu membuat Bryna kesakitan.
"Tuan kau menyakiti ku." keluh Bryna
"Ba..baiklah..saya akan menuruti perintah tuan..tapi jangan cabut beasiswa saya huhu..dan juga jangan ganggu keluarga saya..huaaa." ucap Bryna gemetaran dan iya Bryna menangis lagi
Devan melepaskan cengkraman nya dia langsung menarik tubuh Bryna ke dalam pelukan nya.
"Good girl..jika sejak tadi kau berkata Iya pasti aku tidak perlu mengucapkan kata seperti tadi dan kasar pada mu."
Bryna masih tetap menangis
bi Ani yang masih beberes di dapur sejak tadi mendengar perdebatan antara tuan muda nya dan gadis itu. Membuat bi Ani semakin yakin jika mereka pasti ada hubungan spesial sebelum nya. tapi tidak mungkin seperti nya tuan muda nya yang memaksa Gadis itu untuk menerima nya.
"Kasian gadis itu.. seperti nya dia gadis yang baik." gumam bi Ani
"Sebaiknya kau bersih kan diri mu..aku sudah menyiapkan pakaian mu di dalam kamar..dan juga aku akan menjemputmu 1 jam lagi." ucap Devan
"Hah?" jawab bryna masih Bingung. "tidak tapi aku akan pulang aku ada pekerjaan paruh waktu hari ini." ucap Bryna
Devan menghela nafas pelan
"Kali ini aku mengizinkan mu untuk pergi..tapi mulai besok kau akan tinggal di sini bersama ku." jawab Devan
"Tapi.."
"Tidak ada kata penolakan ingat itu." jawab Devan lagi dan langsung keluar dari apartemen dan Melihat jam rolex di pergelangan tangan dia sudah telat menghadiri rapat pagi ini.
"Terimakasih." ucap Bryna dia pun langsung ikut keluar mengikuti Devan mereka menaiki lift bersama
***
**HAPPY READING 🍭🍓
Mohon dukungan iya jangan lupa like di setiap bab nya dan vote untuk novel ini Terimakasih 🍭**