
***
Setelah pulang kuliah Bryna pergi kerja part time lagi di sebuah cafe Cocake yang terkenal di kota A dan banyak di datangi oleh selebriti atau pun orang-orang kaya yang datang hanya untuk meminum Coffe dan cake di sana. Bukan hanya itu tempat nya juga sangat nyaman dan interior nya lebih ke alam..dan kehijauan.
Macet nya jalanan di kota A dan penat nya memikirkan hari-hari yang melelahkan..kalian bisa datang untuk merilekskan diri di cafe Cocake yang sangat menenangkan.
sore ini lumayan banyak pelanggan karena hari ini hari Senin jam segini banyak orang pekerja kantoran pulang dan mereka menyempatkan diri untuk mampir di cafe ini untuk sekedar meminum Coffe.
Bryna mengantar kan banyak pesanan ke meja-meja pelanggan.
tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya dan Bryna menumpahkan es Coffee yang di bawa nya ke pakaian orang itu.
Bruk
Bryna terkejut karena yang ditabraknya seorang pria. Dia teringat kejadian bulan lalu di restoran Jepang tempat nya dia kerja part time. Bryna pun langsung meminta maaf dan mengelap pakaian pria itu.
"Maaf kan saya tuan saya tidak sengaja." ucap Bryna gugup sambil membersihkan kemeja putih yang di kenakan pria itu.
"Tidak apa-apa..ini hanya kecelakaan." jawab pria itu
Bryna mendongak kan kepala nya dan melihat wajah pria itu.
Pria ini sungguh tampan..tatapan nya sungguh menyejukkan hati dan pikiran. Bryna
Beda dengan pria yang di depan nya pria itu begitu terkejut melihat gadis di depan nya ini.
"Jika tuan berkenan saya akan mengganti kemeja anda..karena seperti nya noda kopi nya akan sulit hilang." ucap Bryna lagi
"Tidak perlu.. sebaik nya kau lanjut bekerja." jawab pria itu
"Baiklah.. terimakasih tuan..saya permisi." ucap Bryna lagi
Setelah kepergian Bryna pria itu dan sekretaris nya mencari tempat duduk yang sedikit jauh dari keramaian. pria itu duduk dan masih tetap memandangi gerak gerik gadis yang menabraknya tadi.
Kenapa aku merasa harus melindungi gadis itu. Gumam Lay
"Tuan apa yang akan kau pesan.?" tanya Kevin
Karena tuan nya tidak menjawab Kevin akhirnya Memesan 2 Coffe capuccino panas.
Kevin membuka iPad nya dan melihat jadwal bos nya malam ini..dan besok.
"Tuan.. seperti nya anda mendapatkan undangan pesta bisnis dari tuan Muda Simon malam ini di Carletto hotel." ucap Kevin
"Baiklah..Kita akan datang karena dia merupakan rekan bisnis perusahaan ku selama ini." jawab Lay sambil menyesap capuccino nya
ketika Bryna masih di depan kasir untuk mengambil pesanan. tiba-tiba semua karyawan cafe menunduk hormat dan pelanggan cafe terdiam melihat siapa yang datang.
Bryna melihat rekan kerja nya karena melamun. "Hei..kenapa kau melamun lihat pelanggan sudah menunggu." ucap bryna
Tanpa di sadari Devan sudah berada di samping nya. menatap nya dengan tatapan tajam pada diri nya.
Lay dan Kevin memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.
"Siapa yang menyuruh mu bekerja part time kembali.?" suara berat Devan mengangetkan Bryna
"Tu.. tuan kenapa anda di sini.?" tanya Bryna pelan
"Untuk apa lagi.. menjemput tunangan ku..yang nakal ini." jawab Devan dan sengaja mengencangkan suara nya
"Tuan bukan kah itu tuan Devan dari NRG Corp orang berpengaruh di negeri ini." ucap Kevin
"iya kau benar..lalu apa hubungannya dengan gadis pelayan itu." ucap lay
"Tuan tidak dengar barusan..tuan Devan bilang gadis itu tunangan nya." jawab Kevin
Bryna terkejut dengan ucapan Devan barusan sungguh tidak memiliki urat malu.. bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu di depan umum.. Tunangan sejak kapan aku tunangan nya..apakah dia sengaja ingin aku di bunuh oleh Tunangan asli nya.
Bryna mendekat ke arah Devan dan mengatakan.
"Jangan berbicara sembarangan tuan..apa kau ingin aku di bunuh oleh Tunangan asli mu." bisik Bryna
"Tunangan ku hanya diri mu tidak ada yang lain..apa kau mengerti."
"Kenapa kau sangat pemaksa tuan..sebaik nya anda pergi, karena saya masih berkerja.." usir Bryna
Bryna akan kembali bekerja namun diri nya entah berapa detik kemudian dia sudah berada di atas bahu Devan. Pria ini seperti membawa karung beras saja.
"Rio bawakan barang-barang Gadis nakal ini." perintah Devan
Devan membawa Bryna masuk ke dalam mobil sedangkan Rio memberi tahu manager cafe bahwa mulai hari ini Bryna tidak bekerja di cafe ini lagi.
Lay berdiri karena melihat gadis itu di bawa paksa oleh Devan rekan bisnis nya dia keluar dari cafe di ikuti Kevin namun mobil Devan sudah tidak terlihat.
"Tuan apa yang anda lakukan?" tanya Kevin heran
"Seperti nya gadis itu di paksa ikut dengan Tuan Devan." jawab Lay
"Karena gadis itu tunangan tuan Devan..namun gadis itu masih saja bekerja di cafe seperti ini..maka nya tuan Devan membawa nya pulang paksa." ucap Kevin mengatakan semua teori nya
"benarkah?"
"itu hanya teori saya tuan."
***
Di Mansion mewah milik keluarga Damanik Wanita cantik turun dari tangga menuju ruang keluarga yang sudah di tunggu beberapa orang. Kedua orang tua nya dan kakak laki-laki nya yang sudah menunggu nya sejak tadi.
"Memang wanita itu sangat merepotkan." gumam Gabriel kakak laki-laki Nova
"Seharusnya kau memuji ku..karena aku butuh berjam-jam untuk hasil yang memuaskan seperti ini." jawab Nova ketus
tubuh ramping Nova di baluti Dress tanpa lengan rancangan nya sendiri berwarna Merah yang sangat cocok melekat ditubuh.
"Kau sangat jelek." ucap Gabriel
"Sudah-sudah sebaiknya kalian berangkat." selah Mama nya
**
Keluarga Damanik merupakan keluarga konglomerat dan terpandang di kalangan konglomerat lain nya. Namun kekayaan nya masih di bawah kekayaan keluarga Nuraga.
Gabriel Damanik tuan muda dari keluarga Damanik yang Seorang CEO muda dari perusahaan milik keluarga nya DM Company yang bergerak di bidang fashion. Gabriel yang sekarang berusia 27 tahun sudah memimpin perusahaan ayah nya sejak usia nya 25 tahun. Dia memiliki wajah tampan dan memiliki sifat yang tegas dan berwibawa Namun sifat dingin nya tetap ada di wajah nya.
**
Di Mansion pribadi milik Devan Bryna masih di dalam kamar milik nya bersama beberapa pelayan yang membantu nya berhias.
Sedangkan Devan sudah menunggu Bryna di lantai bawah sambil mengotak-atik Ponsel nya.
Selang beberapa menit Bryna turun dari tangga. Bryna mengenakan Long Maxi dress warna biru muda yang sangat cocok di tubuh nya rambut panjang nya di biarkan tergerai rapih dan di hiasi jepitan rambut yang cocok dipadukam dengan dress yang di kenakan nya.
wajah nya yang memang menawan hanya di tambah make up tipis Membuat Bryna semakin cantik. Devan yang melihat Bryna menuruni tangga terdiam menatap kagum Bryna sekarang.
Bahkan hanya di baluti long Maxi dress kau semakin cantik. Devan
"Apakah saya jelek.?" tanya Bryna yang sudah berada di depan Devan
"Ah..tidak kau sangat cantik..malam ini."
"saya tidak tahu anda akan membawa saya kemana, tapi sepertinya anda akan membawa saya ke sebuah pesta." tebak Bryna
"Kau akan tahu nanti..Oh ini Pakai lah kalung ini.. seperti nya akan membuat mu lebih menawan malam ini." ucap Devan
Lihat Kenapa Devan yang dingin dan kejam hilang..lihat dia sangat lemah di hadapan wanita yang sudah mengambil hati nya tanpa di sadari oleh wanita ini.
"Tidak tuan.. seperti nya ini sangat mahal." tolak Bryna namun Devan sudah memasang nya di leher jenjang Bryna
Para pelayan di mansion Devan merasa kagum dengan kacantikan Gadis yang bersama tuan nya ini.
"Ayo kita berangkat..ingat Kau wanita ku sekarang panggil Aku Devan." ucap Devan
"Tapi itu tidak sopan tuan..kau sudah berusia tua.. sedangkan aku masih sangat muda." jawab bryna tanpa dosa
Apa aku setua itu. Gumam Devan
"Lihat bahkan saya.."
"Aku dan kamu." potong Devan
Aku sangat membenci pria ini..kenapa aku bisa terjerat oleh pria ini..tuhan. Bryna
Mereka pun menuju Carletto Hotel yang merupakan hotel milik keluarga Nuraga sekaligus hotel termewah dan terbesar di kota A.
**
HAPPY READING 🍭🍓