
Mobil yang membawa Devan dan Bryna sudah memasuki halaman mansion utama keluarga Nuraga. Bryna kali ini lebih takjub lagi ketika melihat Mansion semegah ini. Bahkan ini lebih-lebih besar dari mansion pribadi Devan. Padahal menurut Bryna mansion Devan sudah sangat besar dan ini ada yang lebih besar lagi.
Pintu mobil di buka kan oleh pengawal Bryna turun dia tiba-tiba merasa takut ketika akan memasuki Mansion ini.
Iya ampun bee..lihat Devan benar-benar akan menjadi suami mu, bahkan malam ini kau sudah di ajak untuk bertemu dengan keluarga nya.
Devan menggenggam tangan Bryna erat dan langsung melangkah kan kaki nya masuk ke dalam Mansion..Bryna sempat terkejut karena Devan menggenggam nya erat.
pintu utama di buka lebar dan mereka di sambut kepala pelayan dan para pelayan mansion ini. Mungkin ada 20 orang lebih pelayan di sini.
"Selamat datang Tuan muda dan Nona muda." Sambut mereka
Bryna sedikit kurang nyaman ketika mereka mengatakan "nona muda" Bryna tidak terbiasa dengan panggilan itu.
Zevana muncul dari suatu ruangan besar bisa di bilang ruang keluarga.
"Kak Devan akhir nya kakak datang juga." Teriak Zevana dengan senyum manis nya
Devan tersenyum senang melihat adik perempuan nya sebahagia ini.
"Oh jadi ini calon istri kakak ku..Kenalin Aku Zevana Nuraga adik dari Devan Nuraga." ucap Zevana ramah
"Hai Zevana, Saya Bryna Sinaga." jawab bryna sedikit Canggung
"Kak kenapa calon istri mu formal sekali bicara nya." bisik zevana
"Dia belum terbiasa."
"Ayo kak kita masuk..mama papa, Oma sudah menunggu sejak tadi."
Mereka pun memasuki ruang keluarga di sana sudah ada Tuan Julian, Nyonya Rina dan Oma Defira. Zevana duduk di samping Oma nya sedangkan Devan dan Bryna duduk di sofa yang sama.
"Oma..lihat calon kakak ipar ku sangat cantik." bisik Zevana ke Oma nya
Oma hanya tersenyum untuk menanggapi cucu nya ini.
Sedangkan Nyonya Rina memasang wajah datar, Tuan Julian tersenyum menyambut kedatangan putra nya itu dan calon istri nya.
"Selamat datang di Mansion kami Bryna Sinaga." ucap tuan Julian
"Terimakasih Om atas sambutan baik nya." jawab bryna Canggung
"Mama lihat kakak ipar sungguh cantik, dan baik aku akan mengajak nya shopping di lain waktu." ucap Zevana
"Zeze." panggil Devan supaya diam
"Bagaimana pah, mah, Oma..kalian pasti menyetujui pernikahan kami kan."
"Apa kau yakin mama menyetujui kalian." Ucap Rina dingin
"Terserah Mama jika tidak setuju..Aku hanya ingin meminta izin dengan papa dan Oma." jawab Devan lebih dingin lagi
"Mah yang akan membangun rumah tangga itu Devan dan Bryna bukan Mama dan Bryna." ucap Julian
"Pah..lihat wanita itu tidak sederajat dengan kita.. bagaimana nanti reputasi Nuraga." jawab Rina ketus
Deg
Iya memang benar perkataan mama Devan..aku dan Devan tidak sederajat bahkan sangat jauh.Kita sudah beda dunia.. seharusnya aku menolak untuk tidak tinggal bersama nya dan menikah dengan nya.
"Mama!" bentak Devan
membuat Bryna yang di samping nya terkejut.
"Apa!, Kamu akan mengancam mama lagi..tidak kau tidak akan menikahi wanita miskin ini."
Bryna menundukkan kepala nya takut karena perdebatan antara Devan dan mama nya.
"Dan kau wanita asing..lebih baik pergi dari mansion ku..dan pergi dari kehidupan putra saya Devan..kau tidak pantas untuk mendampingi putra saya." bentak mama Devan
Bryna berusaha untuk tidak menangis karena hinaan dari Mama Devan yang sangat menyakiti perasaan nya.
kali ini Oma ikut bicara
"Kau tidak perlu mengatakan seperti itu..apa kau tidak tahu ucapan mu menyakiti perasaan nya."
"Itu fakta..ibu dia wanita miskin dan tidak jelas asal usul nya..Apa yang di berikan dia ke Devan Sehingga Devan mau menikahi wanita ini."
PLAK
tamparan keras mendarat di pipi mulus Rina
iya Julian menampar nya keras. Semua orang terkejut bahkan Devan lebih terkejut karena baru kali ini dia melihat papa nya menampar mama nya.
"Julian..kau.." ucap Rina
"Kau sudah keterlaluan Rina.."
"Aku akan tetap menikahi Bryna 2 hari lagi..Jika mama berkenan untuk datang ke acara pernikahan kami..aku Devan akan sangat berterima kasih." ucap Devan
"Devan sudah sebaik nya kau kembali Oma akan mengurus semua nya..tenang saja ada Oma akan berjalan lancar." ucap Oma lembut
"Terimakasih oma."
Devan pun langsung menarik lengan bryna dan keluar dari Mansion utama dengan emosi yang masih meluap karena perdebatan dengan mama nya.
Di dalam mobil Bryna hanya diam menatap ke arah jendela..Devan melirik ke arah Bryna merasa bersalah karena membiarkan Bryna menyaksikan perdebatan keluarga nya. Bahkan mama nya menghina calon istri nya ini.
Bryna masih diam tanpa berbicara apapun ketika sudah sampai di mansion pribadi Devan.
"Bryna Sinaga." panggil Devan suara berat Devan terdengar sedikit lembut
Bryna mengehentikan langkah nya dan langsung membalikkan tubuh nya supaya berhadapan dengan Devan. Bryna mencoba untuk kuat dan tidak menangis di depan Devan.
ketika dia berbalik Devan langsung menarik tubuh mungil nya ke dalam pelukan Devan.
Bryna terdiam ketika Devan tiba-tiba memeluk erat seperti ini.
"Menangis lah jika ingin menangis Maafkan Mama karena sudah menyakiti perasaan mu." Ucap Devan
Bryna pun tidak bisa menahan air mata nya yang sejak tadi ingin keluar membasahi pipi nya. Bryna menangis dengan keras di pelukan Devan. Di sini Devan mengusap-usap pelan rambut panjang Bryna. Dia pun merasa bersalah dengan Bryna karena sudah membawa Bryna ke dalam lingkungan nya.
Tapi Devan sedikit ingin egois agar Bryna tetap di sisi nya..maka dari itu dia akan menikahi Bryna walaupun Bryna mungkin membenci nya.. Devan sudah berapa kali mendengar jika Bryna sangat membenci diri nya. Tapi entah mengapa keinginan Devan untuk memiliki Bryna lebih besar ketika Bryna mengatakan jika dia membenci Devan.
"Aku akan menjaga mu mulai sekarang."
"Tuan aku mohon..lepaskan aku biarkan aku menjalani kehidupan ku dengan baik bersama orang-orang yang aku sayangi..tuan tahu aku sangat membenci tuan..bahkan Orang tua tuan tidak menyukai ku..aku tidak ingin menjadi perusak keharmonisan keluarga tuan..aku mohon.." ucap Bryna dia mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Devan
sedangkan Devan menatap datar ke arah Bryna.
"Masih berani mengatakan itu.?" tanya Devan dingin namun tangan nya masih melingkar di pinggang ramping Bryna
"Iya..aku ingin tuan melepaskan diri ku..dan tuan bisa menikah dengan wanita yang sederajat dengan tuan seperti Nona Nova Damanik..Lihat tuan dia lebih berpendidikan dan..." belum sempat menyelesaikan ucapan nya tiba-tiba ada sesuatu yang lembut menempel di bibir Bryna
"Emhh..emmhh..lepaskan tuan." ucap Bryna ketika Devan melepaskan ciuman nya itu
"Jika kau masih tetap berbicara tidak jelas aku akan melakukan nya lebih dari ini Bryna Ingat itu." Ucap Devan dingin
"Tapi.."
"Sebaiknya sekarang ganti pakaian mu dengan pakaian rumahan..kita akan bertemu 15 menit lagi di ruang makan." ucap Devan dan langsung naik ke lantai atas
Bryna bengong sejenak lalu menyusul Devan yang sudah naik ke lantai atas.
****
**HAPPY READING 🍓🍉
Jangan lupa like, coment dan vote nya iya terima kasih..semoga suka☺️ maaf kalo ada typo**.