ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
24.Aku tidak mengizinkan mu


15 menit kemudian Bryna sudah turun ke bawah dengan memakai pakaian rumah nya t-shirt oversized, celana shorts pants Casual yang membuat Bryna sangat lucu jika memakai nya dan gemas.


Bryna membantu Para pelayan menyiapkan makan malam. Mereka semua menolak untuk di bantu oleh Bryna tapi Bryna bersikukuh untuk membantu menyiapkan.


"Nona sebaiknya Anda menunggu di meja makan saja..karena ini sudah hampir selesai." ucap salah satu pelayan


"Aku akan membawa nya ke meja."ucap Bryna


"Tapi nona..."


Bryna langsung mengambil Mangkuk berukuran sedang yang berisi Sup ayam dan sayuran dia menaruh di atas meja yang di mana sudah ada beberapa menu lain nya.


lalu Bryna kembali ke dapur dan membuka kulkas dia melihat banyak buah-buahan yang masih segar. Bryna pun mengambil 2 Apel, 2 pear, dan beberapa strawberry, lalu buah melon.


"Nona apa yang akan nona buat.?" tanya bi Ani


"Aku akan membuat salad buah bi."


"Sebaiknya nona ke ruang makan..biar bibi yang membuat kan nya untuk nona."


"Tidak perlu bi..aku bisa sendiri..tidak banyak kok." Tolak Bryna


Namun bi Ani tetap membantu memotong buah lain nya seperti melon, pear, sedangkan Bryna mengupas buah apel dan memotong nya sesuai ukuran. setelah semua nya selesai Bryna menyuruh bi Ani untuk istirahat saja.


"Bi Ani.. sebaiknya bibi istirahat saja..aku akan menyelesaikan nya.. Terimakasih bi sudah membantu ku."


"Tapi nona.."


"Tidak apa-apa bi."


bi Ani pun akhirnya keluar dari dapur sedangkan Bryna masih sibuk dengan salad buah nya..Bryna memasukan semua buah-buahan yang sudah di potong-potong ke dalam tupperware lucu lalu dia mencampur bahan-bahan lain nya seperti susu kental manis, keju, dan mayonaise Bryna menata nya dengan rapih setelah semua nya selesai Bryna terakhir memberikan strawberry nya sebagai toping atas nya.


"Wah cantik juga..pasti ini sangat lezat."


Tanpa di sadari Bryna sejak tadi Devan memperhatikan kegiatan nya.


sebelum nya


Devan turun ke bawah dan langsung menuju ruang makan..karena Devan pikir Bryna sudah menunggu nya. tapi ketika sudah sampai di Ruang makan tidak ada sosok bryna hanya ada 2 pelayan Yang menuggu tuan nya turun untuk makan malam.


"Dimana Bryna.?" tanya Devan


"Nona Bryna berada di dapur tuan." jawab salah satu dari mereka sedikit takut karena mereka tidak membantu Bryna di dapur itu karena penolakan dari Bryna.


Devan pun menuju dapur dan melihat bi Ani yang sedang membantu Bryna. lalu Bryna memaksa bi Ani untuk istirahat saja.


"Keras kepala." gumam Devan


Ketika bi Ani akan berjalan keluar dapur langsung melihat Devan yang sedang berdiri menatap ke arah Bryna. Namun Devan langsung mengisyaratkan untuk diam agar Bryna tidak tahu kalo diri nya sedang menatap nya.


.....


Bryna memasukan salad buah buatan nya ke dalam kulkas..ketika dia akan menutup pintu kulkas yang begitu besar dan berat terkejut atas kehadiran Devan yang sudah di belakang pintu kulkas sedang berdiri dengan tangan sedakep di dada dan tubuh nya di sender kan ke kulkas.


"Kau membuatku terkejut tuan."


"dan kau membuat ku menunggu Nona Bryna." jawab Devan dingin


"Maaf.. sebaiknya ayo makan malam." ucap Bryna dan langsung berjalan terlebih dahulu meninggalkan Devan yang masih berdiri di dapur. Devan hanya menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Bryna ini.


Kedua pelayan pun melakukan pekerjaan nya mengambil kan nasi dan lauk pauk.namun belum juga menyentuh apapun Devan sudah memberhentikan nya.


"Biarkan calon istri ku yang melakukan nya." Ucap Devan


"Baik tuan." pelayan itu pun langsung mengundurkan diri


Bryna menatap ke arah Devan datar. Dia pun beranjak dari duduk nya dan berdiri di samping Devan lalu mengambil kan nasi, sayur, dan lauk pauk yang di inginkan devan.


"Silahkan di nikmati Tuan muda Devan." ucap Bryna dengan senyum di paksakan


Devan langsung melahap makanan yang sudah di siapkan oleh Bryna..begitu juga bryna. Di ruang makan itu hanya ada mereka berdua di temani keheningan malam yang membuat suasana semakin canggung.


beberapa menit kemudian Devan sudah menyelesaikan makan malam nya. ketika Devan akan beranjak Bryna ikut berdiri.


"Selesai kan makan malam mu."


"Tuan aku besok.." lagi-lagi ucapan nya di Potong oleh Devan


"Mulai besok kamu tidak aku izinkan untuk keluar dari Mansion..bahkan sejengkal pun aku tidak akan mengizinkan mu."


"Tapi aku ada.."


"Bryna jika kamu berani keluar dari Mansion ku bahkan jika baru 1 kaki mu yang sudah melewati batas pintu utama ucapkan selamat tinggal pada kaki mu itu." ucap Devan dingin sedingin kutub Utara


Devan sudah naik ke lantai atas sedangkan Bryna menyelesaikan makan malam nya.


setelah selesai kedua pelayan tadi langsung membereskan meja makan dan membersihkan peralatan yang habis di gunakan Bryna membantu mereka.


"Gina apakah tuan muda kalian begitu kejam..apakah dia pernah memukul kalian."


mereka tersenyum lucu ke arah Bryna mereka Melihat ekspresi Bryna yang lucu dan penasaran.


"Nona Bryna..tuan muda memang Dingin dan kejam..namun jika dia sedang marah besar atau kami semua melakukan kesalahan Tuan muda akan memecat kami dan membuat kami tidak mendapatkan pekerjaan apapun lagi." jelas salah satu pelayan


"Bagaimana bisa dia melakukan itu..jika sudah memecat nya iya sudah jangan membuat hidup orang lain semakin menderita.. Aku sangat tidak menyukai sifat nya." ucap Bryna


"Nona akan mengerti jika sudah memasuki kehidupan tuan muda, maka dari itu Sebaiknya Nona Menuruti Perintah tuan muda."


"Nona sebaik nya nona kembali ke kamar biarkan kami yang menyelesaikan semua nya..jika nona ingin kami tetap di sini." ucap Gina dengan ekspresi memohon


Bryna yang mengerti pun langsung meninggalkan dapur dengan sedikit kesal.


Pria itu benar-benar menyebalkan, seperti nya ketika dia mengatakan itu pada ku dia sangat serius.aku harus hati-hati mulai sekarang.


Bryna pun memasuki kamar nya dan mulai menyelesaikan tugas-tugas kampus nya.


***


Pagi nya Bryna sudah bangun lebih pagi dia akan keluar dari Mansion diam-diam sebelum Devan bangun..karena seperti nya jam 5 pagi Devan belum bangun karena masih terlalu pagi.


Bryna sudah bersiap dengan pakaian Casual nya dan langsung membuka pintu kamar pelan lalu menutup nya lagi pelan.


Di melihat ke arah pintu kamar Devan yang tidak jauh dari kamar nya.


"Seperti nya aman." gumam Bryna


Namun ketika Bryna akan menuruni anak tangga Devan keluar dari ruang kerja nya.


(tunggu apakah pria gila kerja itu tidak tidur semalaman)


"Seperti nya ada orang yang sudah bosan berjalan dengan kaki nya." ucap Devan dingin


deg


Bryna menghentikan langkahnya dan langsung membalikkan tubuhnya, Devan sudah berdiri di belakang nya.


"Tuan kenapa kau sudah bangun..?" tanya Bryna


"Karena tuan sudah bangun aku pamit untuk keluar sebentar." Ucap Bryna lagi dan langsung berbalik dan akan berlari namun belum sempat melarikan diri Devan sudah menarik topi Hoodie yang di kenakan bryna.


"Aku tidak mengizinkan mu Bryna Sinaga."


"Ingat aku tidak main-main dengan perkataan ku semalam."


Bryna hanya pasrah dan langsung berjalan memasuki kamar nya lagi di ikuti Devan.


"Kenapa kau kejam sekali tuan..bahkan dengan pelayan-pelayan di mansion ini kau benar-benar kejam..Aku membenci mu..sangat membenci mu." bentak Bryna


"Aku memang kejam tapi tidak dengan orang yang menurut dengan perintah ku."


"Sudah lah..aku akan sibuk sebaik nya tuan keluar dari kamar ku."


"Kau mengusir ku."


"Iya aku mengusir tuan."


"iya sudah aku akan tetap di sini.. supaya kau tidak kabur."


Bryna menghela nafas berat dan langsung berjalan menuju pintu kamar ketika Bryna akan membuka pintu Devan dengan cekatan sudah menutup pintu kamar dan langsung mengunci nya.


"Tuan apa yang anda lakukan.?"


"Kerjakan di sini..aku tidak akan menggangu mu."


Tuan berada di sini palah sangat menggangu konsentrasi ku.. walaupun anda hanya diam..itu sangat tidak nyaman.


"Suka memerintah." mendengus kesal Bryna


Devan tersenyum kemenangan dia pun duduk di pinggiran Ranjang Bryna dan tubuh di sender kan ke kepala ranjang..dan memainkan ponsel nya.


***


HAPPY READING 🍓🍉