ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.25 Resepsi Pernikahan


2 hari kemudian


Hari ini tepat di mana Bryna Sinaga gadis berusia 23 tahun akan segera resmi menjadi istri dari CEO muda yang dingin yaitu Devan Nuraga di Carletto Hotel.


Acara pernikahan di lakukan secara tertutup, Keluarga Nuraga hanya mengundang beberapa rekan bisnis nya dan juga kerabat dekat Nuraga.


Semua tamu undangan sudah datang dan sudah duduk di tempat duduk masing-masing.


Zevana duduk di samping Oma nya. Papa dan mama nya tidak jauh dari nya. Iya Nyonya Rina datang ke acara pernikahan putra nya Walaupun belum sepenuhnya menerima pernikahan ini.


Ayah Bryna duduk di bagian kanan keluarga Nuraga di belakang nya terlihat Jesica menahan tangis karena sahabat nya akan resmi menjadi istri untuk Devan Nuraga.


30 menit kemudian


Pintu utama ruang Resepsi Pernikahan Devan dan Bryna terbuka lebar dan nampak lah Wanita Cantik yang sudah mengenakan gaun pengantin wajah polos nya tertutupi make up tipis Bryna bak seorang putri raja yang akan menikah dengan pangeran yang di cintai nya.


Di samping nya ayah nya berdiri dengan tegap bryna menggandeng lengan ayah nya.


Di atas altar Devan yang sangat tampan sudah menunggu kedatangan nya untuk pengucapan janji suci pernikahan mereka.


"Cantik" gumam Devan


"Oma kak ipar sungguh cantik, aku harus mengambil gambar nya."


"Kau juga cantik sayang." jawab Oma nya


Bryna dan ayah nya mulai memasuki Resepsi Pernikahan Bryna mencoba untuk tersenyum bahagia namun senyuman itu sangat terlihat palsu di mata Devan.


Bryna menahan tangis nya ketika sudah sampai di depan Devan hanya dalam hitungan menit Dia akan resmi menjadi istri Devan yang arti nya hidup nya akan berubah.


Dia akan lebih jarang bertemu dengan ayah nya. Bryna ingat pernah berjanji dengan ayah nya jika dia menikah dengan pria yang di cintai nya Bryna akan membawa ayah nya ikut dengan nya. Tapi apakah Devan akan mengizinkan ayah nya untuk tinggal bersama.


"Ayah!" panggil Bryna


"Ayah percaya dengan Devan." ucap Ayah Bryna dengan menatap Devan serius


Devan tersenyum ramah dan tatapan nya mengatakan Ayah mertua harus percaya padaku.


Setelah pengucapan janji suci selesai sesi foto pun dilaksanakan Bryna dan Devan bergandengan tangan dan tersenyum ke arah kamera karena bagi Bryna juga pernikahan ini bukan lah sebuah permainan ini nyata.


para tamu memberikan selamat pada kedua mempelai.


"Lihat mereka sangat cocok."


"Tapi aku tidak pernah melihat ayah dari wanita itu di kalangan kita."


"itu tidak penting.. sebaiknya kalian jangan bergosip nikmati saja acara nya..dan ingat jika kalian ketauan oleh tuan Devan kalian pasti akan ada masalah besar."


"Baiklah."


para tamu sedang menikmati pesta nya Jesica menghampiri sahabat nya dan langsung memeluk nya erat.


"Bryna aku tidak tahu harus berkata apa pada mu..aku harap kamu bahagia bersama tuan Devan." ucap Jesica di pelukan Bryna


"Hei kenapa kau menangis.. walaupun aku sudah menjadi istri dari nya aku akan tetap sahabat mu begitu juga kamu tetap sahabat ku."


Jesica melepas kan pelukan nya lalu menatap ke arah devan.


"Tuan Aku harap kau menepati janji mu dan tanggung jawab sebagai suami..jangan berani kau lukai perasaan nya..jaga Bryna dengan baik." ucap Jesica


"Kau tidak perlu khawatir Nona Jesica." jawab Devan datar


"Kakak ipar dan kakak ku yang tampan selamat atas pernikahan kalian..aku sangat bahagia untuk kalian." ucap Zevana yang tiba-tiba datang menghampiri mereka bertiga


Jesica dan Zevana mengobrol sebentar dan bercanda yang sedikit menghibur Bryna.


Sedangkan Oma menatap bahagia karena cucu pertama nya akhirnya memutuskan untuk menikah dengan gadis lain selain Wanita itu wanita yang sudah meninggal kan cucu Kesayangan nya tanpa pamit.


Tuan Julian dan tuan Aryo ayah Bryna mengobrol bersama sedangkan mama Devan sudah kembali ke mansion utama.


****


Setelah acara pernikahan, Devan membawa Bryna langsung kembali ke Mansion pribadi nya..acara pernikahan nya terbilang lancar dan tidak ada halangan apapun karena pernikahan ini di lakukan secara tertutup.


namun Devan sedikit kesal karena Salah satu rekan bisnis nya tidak datang ke acara pernikahan nya. Iya siapa lagi kalo bukan Lay Zhang.


setelah sampai di mansion Bryna akan memasuki kamar nya namun di tahan oleh Devan.


"Apa-apaan kau kita sudah menjadi suami istri Sekarang."


"Lalu?" tanya Bryna


"Lalu..apa kau bodoh tidak seharusnya kau kembali ke kamar mu itu..kamar utama sekarang kamar mu juga." bentak Devan


"Kenapa kau membentak ku lagi..aku membenci mu tuan jadi walaupun kita sudah menikah tidak ada kata kita tidur satu kamar apalagi satu ranjang." ucap Bryna dan langsung membuka pintu kamar nya namun lagi-lagi Devan menahan nya


"Bryna Sinaga!"


Bryna tersentak kaget mendengar suara bentakan Devan lebih keras lagi mungkin seluruh penghuni mansion ini mendengar nya.


"Ingat tidak ada kata penolakan..kau tahu kan siapa diri ku..jika kau tidak menuruti perintah ku, kau tau kan akibat nya." ucap Devan dingin


"AKU MEMBENCI MU DEVAN NURAGA." Teriak Bryna di depan Devan dengan berani nya dia berteriak seperti itu di depan seorang Devan


"Kau.."


"apa? aku tidak tahu apa yang kau pikirkan Selama ini tentang ku, aku tidak tahu apa yang rasakan ketika melihat ku, aku tidak tahu siapa yang kau cintai..dan itu tidak mungkin diri ku yang kau cintai..tapi kenapa kau menikahi ku kenapa kau menahan ku di sini..kenapa kau egois, kenapa kau melakukan ini pada ku, kenapa?" Ucap Bryna dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya.


Devan terdiam dia juga tidak tahu kenapa dia menahan wanita ini, kenapa dia menikahi wanita ini , bahkan dia masih mencintai wanita lain tapi kenapa dia menikahi wanita di depan nya ini.


Devan menarik tubuh Bryna ke dalam pelukan nya untuk menenangkan Bryna.


"Aku juga tidak tahu jawabannya Bryna." ucap Devan


akhirnya setelah perdebatan itu mereka masuk ke kamar utama milik Devan.


Namun ketika Bryna akan membuka gaun pengantin nya dia kesusahan untuk membuka resleting gaun nya yang berada di punggung nya.


ahh kenapa susah sekali tidak mungkin kan aku meminta bantuan dia. kesal Bryna


Bryna tetap berusaha membuka nya namun tetap saja usaha nya nihil tiba-tiba tangan besar sudah mengambil alih resleting gaun itu yang membuat Bryna menegang.


"lain kali jika butuh bantuan bilang padaku karena aku suami mu sekarang." suara berat Devan membuat Bryna semakin menegang


Devan membuka nya pelan sampai punggung mulus Bryna nampak jelas di penglihatan mata tajam devan. Bryna merasa alarm bahaya sudah berbunyi.


"Tuan jika sudah selesai bisakah kau menjauhkan tangan mu itu."


Devan tersadar dari lamunannya dan langsung menjauh kan tangan nya itu.


Bryna langsung berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


"Kenapa kau lucu sekali bee..aku suami mu sekarang." gumam Devan


Di dalam kamar mandi


"Huaaa Devan benar-benar membuat ku frustasi." ucap Bryna


****


HAPPY READING 🍓🍉