ONLY YOU MY GIRL

ONLY YOU MY GIRL
Bab.41 Rumah sakit NRG


Sampai di rumah sakit Devan langsung membawa Bryna ke UGD di bantu beberapa perawat.


"Tolong tolong istri saya." bentak Devan


"apa kalian berkerja di sini seperti ini.. istri saya butuh bantuan sekarang." bentak Devan lagi


karena melihat perawat dan para dokter yang menangani pasien darurat tidak cekatan.


Ketika bryna sudah di baringkan ke brankar perawat dan dokter langsung membawanya ke UGD sedangkan Devan duduk terdiam di depan ruang UGD di temani Rio. dan beberapa pengawal lain nya.


"Cari siapa mereka.?" titah Devan


"Baik tuan." jawab Rio dan langsung bergegas pergi dari hadapan Devan


Tak lama ponsel milik Devan berdering dan terdapat panggilan tak di kenal. Devan pun langsung menjawab panggilan itu.


"Bagaimana tuan Devan Nuraga..ingat ini masih awal, bisa saja tadi aku membunuh istri mu.."


"Brengsek sialan, siapa kau?"


"Ahh kau tidak tahu diri ku..sayang sekali..kau tahu aku mencari keberadaan Bryna sejak dulu..ah bukan diri ku tapi Ayah ku."


"Kau Simon?"


Tut Tut Tut


Panggilan terputus Devan membanting ponsel nya sampai hancur berkeping-keping membuat perawat yang lewat terkejut dan tak berani menegur nya.


"Simon Arga..kau salah membuat masalah dengan seorang Devan kau akan tahu akibat nya." gumam Devan menahan amarah nya.


Setelah 1 jam penanganan Bryna .. Devan langsung memindahkan Bryna ke ruang rawat VVIP dan menempatkan 2 pengawal di depan pintu. Devan menggenggam erat tangan Bryna. Dia merasa sangat bersalah karena lalai untuk melindungi Bryna.


"Seharusnya aku tidak mengizinkan mu pergi bee.."v


Bi Ani datang dengan membawa barang-barang untuk Devan Bryna.


"Tuan muda.. sebaiknya tuan ganti pakaian tuan..biar bibi yang jaga Nona muda."


"Aku akan menjaga nya.. sebaiknya bibi kembali ke mansion."


"Tuan muda.."


"Bi aku akan menjaga istri ku." Potong Devan


"Baik lah tuan..jika butuh sesuatu hubungi bibi."


Devan tidak menjawab dia memandangi wajah Bryna yang penuh luka memar.


Bi Ani pun langsung pergi dan kembali ke mansion.


Flashback on


Sebelum nya Bryna masih bercanda ria dengan Jesica tanpa mereka sadari dari luar Cafe sudah ada yang mengamati Bryna.


Ketika bryna akan pulang salah satu dari mereka mengambil alih Kemudi mobil yang membawa Bryna. Supir pak jo di Bius dan di biarkan tergeletak di Toilet Cafe.


ketika bryna memasuki mobil Bryna tidak sadar jika yang mengendarai mobil bukan pak Jo.


Sampai Devan menghubungi nya dan ponsel nya mati..Bryna baru menyadari jika bukan pak Jo yang mengemudi.


Dari situ Bryna mulai panik karena semakin jauh kendaraan pengawal di belakang dan mereka pun kehilangan jejak mobil yang membawa Bryna . Hingga sudah sedikit jauh dari keramaian mobil itu berhenti.


"Siapa kalian.?" Tanya Bryna mencoba untuk tidak takut


"Ah ternyata Nona muda sudah menyadari nya." ucap sang supir yang tak lain adalah komplotan penculik itu


"Hentikan mobil nya..kalian salah mangusik Devan jadi ku mohon hentikan mobil nya." ucap bryna memohon


"Sebaiknya Nona diam saja..ada yang sangat ingin menemui Nona."


Tiba-tiba mobil yang membawa Bryna berhenti dan ini kesempatan Bryna untuk kabur namun belum juga melarikan diri sesuatu seperti jarum suntik menusuk di leher jenjang nya. Bryna pun seketika tak sadarkan diri.


"Cepat pindahkan ke mobil Tuan." perintah seseorang pria lain


"Baik tuan."


Mereka pun membawa Bryna ke mobil yang sudah di siapkan sedangkan mobil milik Devan di tinggalkan begitu saja.


flashback off


Sudah 4 hari Bryna di rawat di rumah sakit dan sudah sadar dari koma nya selama 3 hari.


Membuat Devan tidak terawat karena mengkhawatirkan istri nya yang terluka karena diri nya kurang melindungi istri nya.


"Maafkan aku..maafkan aku." ucap Devan sambil menggenggam tangan Bryna erat


"Kau tidak perlu meminta maaf suami ku..lihat aku sudah bersama mu sekarang..aku sangat senang ketika kamu datang menyelamatkan ku." ucap Bryna sambil mengelus rambut Devan.


Devan mendongakkan kepala nya dan menatap Bryna sendu dan rasa bersalahnya.


Devan memeluk istri nya erat dia tidak mau kejadian itu terulang lagi. Dia harus menjaga nya lebih ketat lagi.


"Aku Mencintaimu Bryna"


"Aku juga mencintaimu Devan."


~


Simon Arga adalah CEO dari perusahaan Alaxy Group yang tak lain adalah putra dari Ramon Arga. Ramon Adalah Paman dari Bryna Sinaga.


"Kenapa kau tidak membunuh nya?"


"Hahah papa kita harus bermain secara perlahan..Kau tahu aku juga ingin menghancurkan Devan juga." jawab Simon


"Bukan kah permainan seperti ini lebih baik di mainkan secara perlahan."


"Terserah kau saja..papa percaya kan pada mu Simon."


"Tentu saja..serahkan semua nya pada Simon."


Nyonya Arga yang tak lain Mama Simon datang menghampiri mereka di ruang kerja suami nya sambil membawa 2 cangkir teh hangat dan beberapa cemilan.


"Aku sudah bilang kepada mu Pah jangan libatkan putra mu ini dengan masalah Bryna."


"Mama ? apakah mama meragukan ku..lihat apa yang kemarin aku lakukan." Ucap Simon dia menunjukkan sebuah foto di ponsel nya


Nyonya Arga sungguh sangat terkejut setelah melihat foto itu..Bryna yang terluka parah.


"Apa yang kau lakukan pada nya Simon?"


"Aku hanya bermain-main dengan sepupu kesayangan ku yang sekian tahun tidak bertemu." jawab Simon santai


sedangkan Ramon hanya menyeringai melihat kelakuan anak nya seperti diri nya.


Dia semakin yakin jika Simon bisa menyelesaikan tugas nya dengan baik.


"Tapi Simon kau berurusan dengan orang yang salah..kau tahu bryna istri dari Devan Nuraga."


"Lalu apa hubungannya mah, siapapun suami nya bahkan seorang devan pun itu tidak akan menghalangi ku untuk menghancurkan Bryna."


"Aku tahu dia masih hidup sangat menggangu ketenangan ku selama ini yang aku nikmati."


"Pah, Simon.. mama mohon jangan lukai Bryna lagi..jika kita bicarakan baik-baik pasti Bryna akan memaafkan kita."


"Perusahaan yang selama ini kita inginkan akan dalam bahaya..mah! hanya Simon yang bisa meneruskan perusahaan Ellever bukan Bryna." ucap Ramon keras


sampai akhirnya nyonya Arga keluar dari ruangan kerja suami nya. meninggal kan suami dan putra nya kecewa.


~


Jesica datang ke rumah sakit karena di beritahu oleh rio..Devan yang sedang berbicara dengan Bryna tiba-tiba Jesica datang sambil memukuli punggung Devan.


bug bug bug


"Ahk.. Jesi apa yang kau lakukan?" ucap Devan


"Apa kau suami yang bertanggung jawab..lihat bagaimana bisa Bryna seperti ini..dan kau kejam sekali tidak memberi tahu selama 4 hari wahhh..kau benar-benar kejam tuan Nuraga." omel Jesica dengan mulut pedas nya itu


"Karena kau tidak perlu tahu..kau memukul seorang Devan..apa kau tidak takut dengan ku.?"


"Tidak..sudah sana sebaiknya kau pergi aku yang akan menjaga Bryna..kau sangat buruk dalam melindungi Bryna."


Devan hanya menahan emosi nya karena mendengar Omelan dari Jesica.


"Devan.. sebaiknya kau pergi ke kantor aku sudah ada Jesica di sini." ucap Bryna


"Aku bisa memantau perusahaan ku dari sini..kau tidak perlu khawatir sayang."


Devan pun duduk di sofa dengan laptop di meja nya..sedangkan Bryna dan Jesica mulai mengobrol seperti biasa nya. sesekali Devan melirik ke arah dua wanita itu..dia senang karena melihat tawa Bryna lagi. Dia sangat bersyukur karena Tuhan masih baik pada nya.


Terimakasih tuhan kau telah menyelamatkan nya..aku berjanji akan melindungi nya dengan segenap jiwa dan raga ku.! ~Devan


aku mencintaimu Bryna Ellever !


~


...**HAPPY READING!🍓...


MAAF KARENA UPDATE NYA NGARET BANGET..KARENA SELAMA INI AUTHOR AMATIR INI SIBUK BANGET AMPEK NGGAK SEMPET BUAT UPDATE..KALO MISAL ADA TYPO MAAF IYA.. AUTHOR BAKAL UPDATE LEBIH SERING.. TERIMAKASIH TELAH MEMBACA CERITA INI!🍓**