My "angry bird" girl

My "angry bird" girl
Arranged marriage...


"Elzy... Dengerin mama, kamu akan bertunangan dengan Rio setelah kamu lulus sma"


Perjodohan...


Dengan anak sahabat papa,;!? jangan harap aku mau, seperti apapun dia, aku ga akan pernah mau dijodohkan, ga akan.


"Elzy masih sma!!!" belaku


"Ga sekarang, setelah kamu lulus sma" tegas mama.


"Kalau gitu Kenapa mama harus bilang sekarang?"


"Supaya kamu tau dan ga jatuh cinta pada laki laki lain selain Rio" tegas mama.


"Elzy ga peduli ma, kalau ini masalah bisnis, jangan harap elzy mau, elzy bukan saham atau properti yang bisa di tukar dan diperjual belikan, bahkan mama dan papa ga punya hak buat ngatur ngatur hidup elzy" tegasku.


"Jaga omongan kamu" bentak papa yang sedari tadi diam mulai angkat bicara.


"Yang seharusnya jaga omongan bukan elzy, tapi papa dan mama, kalian harus belajar saling menghargai dan berhenti bertengkar, kalian udah dewasa" ujarku tanpa takut seperti biasa.


"Kurang ajar" ucap papa.


Aku menatap papa tajam, papa mengangkat tangan nya ingin menamparku. Amarahku keluar.


"Kalau papa berani nampar elzy, liat apa yang akan elzy lakukan, bahkan jika harus membunuh papa pun akan elzy lakukan" ujarku tajam menusuk.


Tangan papa tampak gemetar dan terhenti, kaget, itu pasti, karna, anak mana yang akan berkata hal seperti itu pada orang tuanya sendiri, selain aku.


"Udah pa.. " ujar mama.


Aku berbalik dan pergi, menjauh, lelah rasanya berhadapan dengan mereka, lelah sekali.


Aku tidak mungkin benar benar membunuh papa, aku hanya sekedar bicara apa yang dikatakan egoku, yaaaa hanya ego.


Lagi pula, anak mana yang tega membunuh orang tuanya sendiri, bahkan jika orang tua mereka jahat dan kejam, tidak akan ada, kecuali anak itu sudah tidak memiliki hati nurani.


berbaring dikamar, diatas ranjang.


Tau apa yang kufikirkan?? Vito.


Ya laki laki itu sudah mulai mengambil tempat difikiranku, ciuman Itu rasanya masih membekas.


Masih terasa rasanya bekas bibirnya dipipi kiriku.


Aku menyentuh pipiku,!? Aneh, rasanya perasaanku bercampur aduk, kesal, marah, bete, dan ada rasa aneh yang diam diam masuk dalam hatiku.


Ahhh ciuman pertamaku, brengsek memang, rasanya tamparan saja tidak cukup untuk membalas rasa sakit hatiku.


"Deg..... "


*Apa ini?? Rasa apa yang muncul bersamaan dengan rasa kesal dan marahku?? Aneh.


Ada rasa aneh, rasa yang tidak aku mengerti.


Aku membuangnya jauh jauh... Hilang..


aku tidak ingin memikirkan Vito, harga diriku tersakiti hanya dengan memikirkannya.


Seperti biasa, egoku tetap tinggi, dan gengsiku tetap tidak ingin mengalah pada rasa aneh yang tiba tiba muncul entah dari mana.


Sebaiknya aku tidur, sebelum aku berfikir aneh dan perasaan aneh muncul lagi.


Aku memejamkan mataku, mencoba untuk tidur, namun kenapa lagi lagi senyum Vito muncul menggangguku*.


Ahhhhh brengsek.......


Kesal rasanya menyadari bahwa hatiku memunculkan Vito difikiranku, namun lagi lagi ogoku seolah sedang memaki diriku, fikiranku dan otakku.


Egoku benar benar tersakiti...


Aku menutup wajahku dengan bantal, kesal.


Baiklah....


Biarkan aku bercerita sedikit yang ku ketahui tentang Rio.


Apa???


*Bukan Bukan, aku bercerita tentang Rio bukan karna ingin melupakan tentang Vito yang sering kali muncul difikiranku, jangan salah faham,!!? nanti besok atau lusa Vito pasti tidak akan lagi ada difikiranku.


Aku elzy, aku mudah melupakan hal yang ingin ku lupakan, tidak masalah.


Rio anak sahabat papa, aku tidak pernah bertemu dengannya, tidak sekalipun.


Aku hanya pernah mendengar bahwa Rio playboy yang tampan, pemarah, pemalas, dan serba bergantung pada harta orang tuanya, dia juga tidak pintar apalagi pandai.


Dia anak pertama, dari istri pertama,


Aku dengar dia memiliki adik laki laki, anak dari istri kedua, dan istri ketiga.


namun tidak sekalipun aku mendengar tentang adiknya, tidak tau seperti apa dia, dan seperti apa sikap dan sifatnya.


mereka sedang bersaing, apalagi jika bukan karna ingin jadi direktur diperusahaan papa mereka.


Dan tentu saja papa dan mama ku bisa membantu.


Tidak berbeda jauh dari keluargaku*.


Kasiann sekali..... 😳