
"Lho ga boleh tunangan sama Rio" ujar Yuri padaku saat aku sedang berdiri di teras, menikmati angin malam.
"Kamu fikir aku mau??, aku juga ga mau tunangan sama Rio" balasku.
"Alahhh.. Itu alasan lho aja kan?? Siapa sih yang ga mau sama cowok tajir, mapan juga ganteng kaya Rio" cibir Yuri.
Aku ga tau seperti apa Rio, belum pernah bertemu, yang aku tau dia anak orang kaya, tajir, dan katanya tampangnya lumayan, selain keperibadiannya yang juga kurang enak didengar.
Sekarang aku semakin penasaran, apa yang membuat Yuri begitu menginginkan Rio?.
Selera Yuri biasanya sangat buruk, Rio mungkin ga sebaik itu dimataku nanti.
"Emang aku tau Rio kaya apa?? Enggak.. Aku bener bener ga minat sama Rio, lagian aku mau atau ga sama Rio itu bukan urusan kamu" tegasku.
"Lho denger ya, kalau dalam waktu sepuluh hari lho g batal tunangan sama Rio, lho akan tau akibatnya" ancamnya.
Yuri terlihat Sungguh sungguh, wajahnya menegang terlihat jelas karna kesal.
Ini lah tampang tampang pelaku kriminal.
Saat mendengar ancaman itu, entah kenapa rasanya aku ingin Yuri tidak bisa memiliki apa yang dia mau.
Aku ingin melihat wajah seperti apa yang akan Yuri tunjukkan saat aku dan Rio tunangan, pasti menyenangkan.
Aku tersenyum sinis pada Yuri membalas tatapannya, lalu mendekati Yuri pelan dan berbisik dengan wajah serius.
"Aku ga takut" bisikku lalu tertawa kecil dan pergi dari hadapan Yuri.
Sekarang, setelah ancaman itu, aku akan bertahan sementara waktu, diam, aku akan membuat Yuri sadar, bahwa aku bisa memiliki apa yang dia inginkan.
Aku akan diam dan bertunangan dengan Rio, tapi bukan berati aku akan mau menikah dengannya. Tidak akan.
Sementara waktu, memang rasanya lebih baik aku mengikuti apa kata nenek, agar sahabat sahabatku tidak nenek sakiti lagi.
Yah ini memang lebih baik....
Dan pasti menyenangkan melihat Yuri yang marah, tante yang putus asa dan om yang kecewa.
Aku ga sabar melihat ekspresi wajah mereka nanti.
/////////////////////////////////////////////////////
Hari ini udah hari ke 15 sejak pertemuan keluarga.
aku masih tetap menjalankan aktifitasku seperti biasa.
Aku juga tidak ikut campur tentang acara pertunangan, tentang pestanya, gaunnya, tempat atau apapun itu.
Aku hanya mencoba gaun itu pas atau tidak ditubuhku. Itu saja.
Aku tidak tau, apa aku akan bertunangan atau tidak.
Hatiku menolak keras, namun egoku memintaku untuk sombong dulu didepan Yuri dan tante.
Ahh..... Entalah..
Biarkan saja dulu begini, saat hari H tiba, baru aku akan berfikir dan bertindak.
Jika bisa kabur aku akan kabur, jika tidak mungkin aku akan loncat dari atap, aku tidak perduli.
Aku berbaring diatas kasurku dangan nyaman.
Mataku di hampiri rasa ngantuk, rasanya sebentar lagi aku akan terlelap.
"Kreeeteeekk"
Suara pintu dibuka, aku kaget dan langsung menoleh ke arah pintu.
Kesal, jelas, siapa pun yang membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu, itu tidak sopan.
Aku lihat tante Ratna di ambang pintu, disusul oleh mama di belakangnya.
Entah kenapa tante ada disini.
"Tante bisa ga sih, ketuk pintu dulu, ga punya sopan santun ya?? " sinisku kesal
"Anak baru lahir kemaren mau ngajarin sopan santun, makan aja masih belepotan.
Lagian kamu lebih ga punya sopan santun dari pada tante, dasar pembangkang" jawabnya dengan gaya lenggak lenggok, menyebalkan.
"Tante mau nyari ribut,??" aku mulai makin kesal.
"Elzy udah," suara mama menjadi penutup pertengkaran ku dan tante.
"Kenapa ke sini??" tanyaku langsung, singkat padat dan jelas, pada mama pun pada tante.
"Kamu ga siap siap ke pesta Rio?? Sebentar lagi pestanya dimulai, Rio barusan telpon mama, sopir Rio akan jemput kamu setengah jam lagi" tutur mama.
Aku lupa, ahhh.. Hari ini ada pesta, pestanya Rio.
Aku memang tidak niat kesana, malas.
Tidak ingin pergi ke pesta, aku hanya ingin istirahat.
Aku tidak sengaja mengalihkan pandanganku pada tante, melihat gayanya, aku muak.
"Terus kenapa tante ada disini??" tanyaku kesal.
"Tante kamu akan ikut ke pesta, Yuri juga, mereka akan berangkat dari sini, mendampingi kamu, mama sama papa masih ada metting" jawab mama.
Sial...
Kalau aku ga ikut Yuri dan tante pasti seneng banget, Yuri pasti akan mengambil kesempatan.
Aku harus ikut.
"Kayanya elzy ga enak badan dech!?? " ujar tante dengan suara menyebalkan pada mama.
"Keluar, elzy akan siap siap" jawabku langsung.
*Aku ga tau dan ga pernah ketemu sama Rio, aku bahkan ga penasaran dan mencari tau seperti apa tampangnya...
Aku ga tertarik*..
Aku benci....