
Aku duduk didalam mobil, terdiam, memikirkan bagaimana cara agar nenek tidak seegois ini, agar nenek bisa mengembalikan pekerjaan papa rafi dan rafa.
Apa mungkin saat aku membawa Vito bertemu nenek, nenek akan berubah fikiran?.
Mungkin harusku coba dulu, iya, aku yakin nenek akan mengizinkan hubunganku dan Vito saat nenek tau bahwa Vito juga bukan dari keluarga biasa.
Aku sudah bertekad sekarang, ya, aku harus membawa Vito sekarang juga, toh mungkin nenek akan menyuruh aku dan Vito untuk tunangan, dan itu tidak masalah bagiku.
Aku mengambil hpku, menelpon Vito.
"Kenapa? " suara Vito terdengar sedikit tidak menyenangkan.
"Lho dimana,?? Gue mau ketemu lho" ujarku langsung pada intinya.
"Gue sibuk" jawabnya singkat.
"Apa sebentar aja lho ga bisa??". Tanyaku, ini penting, sangat.
"Sorry, gue ga bisa" ujarnya, lalu mematikan panggilan sepihak.
Aku kesal sekarang, apa yang Vito lakukan sampai sesibuk itu?.
"Clinkk clienk"
Ada pesan masuk di WhatsApp ku, dari nomer yang tidak dikenal.
Aku membuka pesan itu, sebuah foto.
Hatiku berdesir, marah.
Foto Vito, bersama prempuan yang sangat tidak aku sukai, putri.
Mereka tampak mesra, sangat.
Putri dan Vito terlihat sedang berciuman mesra.
Aku terkejut.
Aku tersenyum, bukan senyum bahagia, lebih pada senyum kebencian dan amarah.
Aku benci, aku marah.
Airmataku ingin menetes.
Namun egoku tidak mengizinkan aku menangis, tidak boleh.
Tidak untuk orang lain.
Tidak ada yang boleh membuat ku menangis selain diriku sendiri.
Pantas selama ini Vito tidak percaya padaku, pada hubungan ku dan rafi, ternyata dia sendiri yang selingkuh.
Ku kira dia hanya cemburu, berapa bodohnya aku, percaya padanya.
Bukankah ini sebuah kejutan?!!.
hadiah yang sangat menyakitkan dari Vito,
Kita sudah tidak saling percaya, Vito menuduh dan marah padaku atas hal yang tidak aku lakukan, namun malah dia lakukan.
Ini bukan lagi kasih sayang, ini kecurigaan.
Aku tidak ingin merasakan hal yang seperti ini lagi di kemudian hari.
Sudah cukup, tidak akan ada lagi sakit seperti ini, tidak akan.
aku tau, sekarang impianku bersama Vito sudah hancur.
Aku bahkan tidak tau apa hubungan ini masih bisa disusun kembali atau di perbaiki?.!
Namun seperti nya ini memang yang terbaik diantara kami.
Aku masih merasakan rasa sayang pada Vito, rasanya berat, bahkan setelah dia berbuat seperti ini.
Tapi aku bisa apa?? saat rasa sayang ini sudah di lukai dan dibalut rasa sakit.
Aku butuh Vito sekarang, butuh Vito untuk menemui nenek, untuk membantu rafi dan menebus kesalahanku.
Namun apa? Vito berciuman dengan gadis lain?.
Dan tidak memperdulikanku!???
Bahkan kamipun belum pernah berciuman.
Aku fikir selama ini Vito menjaga dan menghormati diriku.
Namun aku salah, ternyata dia ada simpanan sehingga dia enggan menyentuh ku, bukankah begitu???.
aku bersyukur, setidaknya tidak ada apapun yang Vito dapat dariku.
aku tersenyum lebih lebar lagi dalam rasa sakit.
**Sekarang aku sadar..
Sandaran dan kenyamanan tidak cukup untukku mempertahankan hubungan ini,
Suasana nyaman yang diciptakan dan dengan adanya dia disisiku pun tidak cukup untuk mempertahankan hubungan ini.
Aku sadar....
Sebesar apa pun aku menyayanginya,!! sedalam apapun rasa sayang ku!!,
Jika tidak ada kepercayaan dihatinya untukku dan dihatiku untuknya, maka semua yang aku rasakan dan pertahankan akan menjadi sebuah hal yang sia sia.
Karna kepercayaan adalah hal paling penting,
Kepercayaan adalah akar dari sebuah pohon, jika akar dari sebuah pohon telah rusak, lalu bagaimana pohon itu bisa tumbuh??
Berbunga dan berbuah??.
Aku sadar...
Dalam sebuah hubungan kepercayaan adalah hal yang utama, dan memang harus diutamakan dan kami, aku dan Vito tidak memiliki itu**.