My "angry bird" girl

My "angry bird" girl
i am going...


Evin mengantar aku pulang saat kami telah selesai makan malam.


dia sempat mendarat kan kecupan di keningku.


membuat aku tersipu.


dia berpamitan dan pergi dengan mobilnya, menjauh, hingga tidak lagi terlihat oleh mataku.


aku melangkah menuju rumahku.


hah.... rasanya sudah rindu, walau baru saja bertemu.


aku tersenyum sendiri, entah apa yang lucu??.


mungkin ini yang dinamakan cinta??;!!.


Entalah....


aku membuka pintu rumah, terdiam, membisu. kaget.


siapa yang akan menyangka kalau nenekku sudah ada disitu, berdiri, di dampingi tanteku.


mama dan papa hanya diam membisu.


aku diam, masih terkejut, apa ini karna Yuri??!!


mungkin saja.


"kamu memenjarakan Yuri !??" tanya nenekku tegas.


benar bukan!?? karna Yuri.!!


Tante Ratna menangis, seolah sangat terpukul, seolah olah dia tidak terlibat dan tidak tau apa apa.


aku menatap nenek penuh berani.


"iyaaa, Yuri men......"


"praaaggg***" nenek menamparku keras.


rasa perih akibat tamparan itu menjalar di pipiku.


namun, hatiku lebih sakit.


"kamu mempermalukan keluarga, seumur hidup tidak pernah ada keluarga Tristan masuk dalam penjara" nenekku berujar sangat marah.


sebuah pertanyaan muncul???...


kenapa bisa aku yang di tuduh mempermalukan keluarga???..


bukankah aku korban?? dan Yuri penjahat nya?!!.


kenapa jadi aku yang salah??!


apa salah aku melaporkan penjahat pada polisi??!!


jika iya ?!! katakan di mana salah ku?!.


wajah tuanya memerah, dia menatapku lebih buas dari sebelumnya.


aku tidak gentar, bukan salahku.


"hiig.... higg... bebaskan Yuri, Yuri salah apa sampai kamu berbuat begitu elzy!!!?? heeee hee" Tante memulai sandiwara nya.


"elzy ga akan pernah bebasin yuri" tegasku.


"bebaskan Yuri" ujar nenek memberi perintah.


"ga akan pernah, bahkan Oma pun ga akan pernah bisa mujuk elzy" balasku.


"elzy, lepasin Yuri, kita bisa bicara baik baik kalau ada masalah" mama angkat bicara.


mamaku bahkan membela orang yang hampir saja membunuh anaknya.


"iya... kita bicara baik baik, bebaskan Yuri" papa ikut bicara.


tidak bisakah!!?? mereka bertanya dulu alasannya!??..


alasan aku memenjarakan Yuri, jika tidak karna rasa perduli, setidaknya mereka bisa basa basi.


apa aku anak pungut?? atau mamaku anak pungut?.


kenapa rasanya aku selalu di sepelekan?!!.


"engga mau, elzy ga mau, elzy ga mau bebasin yuri, ga akan walau pun mama dan papa sekalipun yang paksa elzy" tegasku, tetap dalam pendirian.


"elzy... setidaknya turuti orang tua kamu sekali saja, apa kamu mau jadi anak durhaka?!!" mama mulai menaikkan suaranya.


tenggorokan ku mulai kering, sebal dan kesal menjadi satu, hingga rasa pahit mengalir di kerongkongan ku.


"ga mau ma.. Yuri pantas di pen......"


"praaaaaggg" mama menamparku.


air mataku mengalir bersamaan dengan nyerinya tamparan mama di pipiku.


sakit, tapi hatiku lebih sakit.


"anak seperti elzy seharusnya dari dulu kita keluar kan dari kartu keluarga ma, anak durhaka, ga bisa di harapkan, yang ada cuma bikin malu keluarga, pulang malam ...mau jadi apa dia!?? ******* kah?!! dasar setan" Tante mulai memakiku tanpa arah, omelannya menuju ke berbagai hal yang tidak mengenakkan, dan tidak pernah aku lakukan, pun, tidak aku mengerti.


namun Omelan itu berhasil membuat ku terhina dan marah.


seolah direndahkan, fitnah.


"kalau kamu tidak membebasku Yuri, dan tidak mengakui pada semua orang dipesta bahwa semua hanya salah faham, Oma akan keluarkan kamu dari keluarga kita" ancam nenek.


aku tidak takut.


"mama, elzy pasti membebaskan Yuri dan minta maaf pada semua orang di pesta, iya kan elzy??!!" mama memandang ku memelas penuh permohonan.


demi apa ma?? harta kah??


semiskin apa kita sampai mama rela menukar harga diri anaknya demi uang?!!.


tapi itu tidak menyentuh hatiku.


"mama, mama tau !?? Yuri hampir membunuh elzy,?!! kalau saja saat itu ga ada Evin, elzy pasti sudah mati terbakar, dan mama minta elzy bebasin yuri??!! elzy ini anak mama sama papa apa bukan??!! apa elzy bukan cucu Oma??" ucapku dengan suara pelan agar mereka menyimak.


mereka tampak kaget, seperti tidak tau apapun.


mereka terdiam berfikir, meratap.


"dasar ******* tukang fitnah" suara Tante Ratna memecahkan ratapan mereka.


"tidak puas kamu masukin Yuri ke penjara malah tambah memfitnah Yuri." Tante Ratna membabi buta.


bukan hanya itu, Tante Ratna mulai maju dan mengamuk seperti orang gila, dia juga memakiku.


"pergi..." teriak nenekku.


tanpa menoleh aku pergi, melangkah menjauh.


aku berharap tidak akan pernah ketemu mereka lagi...


selamanya... sampai aku mati...