My "angry bird" girl

My "angry bird" girl
Your name...


Ini sudah hari ketiga sejak aku sadar, Rafa, Rafi dan Rara masih setia nemenin aku.


Mereka disini setiap saat, bergurau dan tertawa bersaman.


Sekarang mereka sedang keluar, Rafi dan Rara sedang membeli makanan.


Sedang Rafa pulang sebentar untuk berganti pakaian.


Tidak ada yang berubah dari kami, kami masih saja seperti dulu saat SMA.


Suster mengganti preban di pundak kananku.


Luka bakarnya pun sudah kering, dan hampir sembuh total.


Tidak terlalu parah.


Tidak ada lagi yang di preban selain pundak dan wajahku.


Tapi entah kenapa suster tidak pernah mengganti preban diwajahku.


Aku ingin melihat seburuk apa wajahku, aku ingin tau.


"Preban yang di muka ga di gantikah sus?" tanyaku pada suster yang mengganti prebanku pada suster untuk kesekian kalinya.


"Dokter alin mengganti preban wajah mbak setiap malam, setelah mbak disuntik obat penenang" jawabnya.


Aku sedikit curiga karna itu, setiap aku bertanya jawaban suster pasti sama.


Apa wajahku seburuk itu?? Hingga aku akan shok saat melihatnya??.


Pasti karna alasan itu bukan, dokter yang di sebut dokter Alin mengganti preban wajahku saat aku tidak sadar.


"Permisi.. " terdengar sebuah suara dari luar pintu sebelum pintu di buka.


Suster yang telah selesai mengganti prebanku mundur Selangkah.


Seorang wanita muda, cantik dan tinggi masuk dan mendekatiku, dia pasti dokternya.


Terlihat jelas dari pakaian dan dua orang suster yang mengikutinya dari belakang.


Aku yakin dia jauh lebih tua dariku, namun entah kenapa begitu cantik dan terlihat jauh lebih muda dari usianya.


Aku belum pernah melihat dia sebelumnya, dia tersenyum cantik.


Pasti banyak laki laki yang ingin menjadi kekasihnya.


"Selamat pagi mbak elzy" sapanya padaku dengan senyum merona.


Rasanya tidak nyaman di sebut "mbak" oleh orang yang lebih tua, namun tak apalah untuk saat ini.


"*Sela**mat pagi dok*" jawabku.


"*Perkenalkan saya dokter alin, saya yang merawat and**a, bagaimana keadaan mbak elzy sekarang?? Sudah lebih baik*?" dia memperkenalkan diri dengan ramah, aku suka.


"Berkat dokter saya lebih baik, terima kasih" jawabku sebaik mungkin.


"sama sama mbak elzy, saya senang mbak sudah pulih"


"Bagaimana luka bakarnya sus?" Dokter alin bertanya pada suster yang tadi mengganti prebanku.


"Sudah lebih baik dok, besok atau lusa sudah akan pulih seperti sediakala" jawab si suster.


"Baiklah, kalian boleh keluar dulu, saya akan berbincang dengan mbak elzy sebentar" tutur dokter Alin pada suster yang lain.


Mereka pun pergi setelah berpamitan denganku.


Tentang luka diwajahku kah? Atau tentang hal lain?


Entalah....


Suster suster itu sudah keluar, tinggal aku dan dokter Alin di kamar inapku ini.


Aku menatap dokter Alin dengan tanda tanya??.


Dokter Alin memberikan sebuah kartu kecil padaku, kartu nama.


Aku menerimanya dengan tanda tanya dan kebingungan.


Untuk apa?? Dan apa maksud dari Kartu ini??.


Aku menatapnya, dokter Alin tersenyum lembut padaku.


"Itu kartu nama orang yang menolong mbak elzy, kebetulan dia teman SMA saya dulu" tuturnya.


Deg.... Deg..


Hatiku langsung berdesir, yah.. Aku harus berterimakasih padanya, pada orang yang telah menyelamatkan hidup ku.


"Terimakasih dok, saya akan berterima kasih pada teman anda juga" balasku.


"Sama sama, saya tinggal mbak elzy, semoga lekas pulih" dokter Alin pergi setelah aku mengangguk.


Aku melihat kartu nama yang dokter Alin berikan padaku.


"***Aksa delvin azry"


(0823 8833 ××××***)


Tidak ada alamat dikartu itu.


Tidak tercantum apapun selain nama dan nomer.


Kartu nama itu pun terlihat unik bentuknya dan berkelas.


Iiiiishhhhhh.....


Entah perasaan apa ini,??.


Aku senang, sangat.


Padahal sosok Aksa itu bagai mimpi.


Hatiku berdesir, aku berdebar debar.


Astaga....


dengan kondisiku yang seperti ini, seharusnya aku tidak bertingkah begini.


Rasanya aku seperti orang bodoh.


Tidak, tidak boleh begini.


Aku akan berterimakasih hanya itu.


**Sosok yang bahkan belum kau kenal terkadang bisa membuat mu bingung dan berdebar....


Pernakah kalian begitu**???