My "angry bird" girl

My "angry bird" girl
Fire...


Ini sudah jam 23:25.


Pesta ini akan berakhir jam 01:00.


Aku bosan, mereka sangat ramai didalam, dan berkerumun, menari.


Bukan lagi berdansa, tapi menari ala klap malam.


Bahkan di kolam renang ada sekelompok prempuan berbikini.


Menyebalkan, Rio memang benar benar tidak tau aturan.


Aku ada di halaman belakang, menjinjik mencoba mengambil buah apel.


Rumput yang ku injak terasa lembut, aku meletakkan sepatu hakku entah dimana??? Aku lupa.


Sejak 2 jam lalu aku ada disini, bermain air di pinggir danau, terkadang aku tertawa sendiri karna senang.


Aku tadi juga sempat menjerik saat pertama kali kakiku menyentuh air danau, airnya dingin hingga membuat aku kaget.


Bosan di danau, aku mencoba memetik apel.


Aku sudah memakan 2 buah apel.


Tapi rasanya aku masih ingin lagi.


Aku berhasil memetik buah apel akhirnya, menggosok buah apel itu agar tidak kotor sebelum aku makan.


Aku mendengar langkah kaki mendekat.


Namun aku terlalu sibuk memakan buah apel yang terasa manis dan lezat dilidahku, aku suka, sangat.


Aku menoleh..


"Praaakkk"


Sesuatu yang padat dan keras menghantam kepalaku.


Aku langsung merasa pening, terasa cairan hangat mengalir dari kepalaku menuju pelipisku.


Aku ambruk.


Aku melihat samar samar warna gaun Yuri, dan botol kaca minuman keras.


*Gelap...


Rasanya sakit berdenyut denyut di kepalaku tiada henti.


Dipadu dengan rasa nyeri tiada tara.


Aku ingin menjerik, namun lidah ku keluh.


Aku ingin marah, namun tiada tenaga.


Aku ingin bergerak, memukul dan mengamuk, tapi tidak bisa.


Rasa panas terasa memenuhi tubuhku.


Rasanya ada api yang meraung ingin membakar diriku.


Panassss*...


*Bahu sebelah kananku rasanya tertimpa sesuatu yang panas, terasa seperti kayu yang sudah akan berubah menjadi arang.


Mataku tidak juga ingin terbuka lebar.


Kesadaranku masih kurang.


Rasanya seperti mimpi dalam sakit yang nyata.


Rasanya sebentar lagi aku akan gila.


Aku merasa akan mati, dan aku takut.


Rasa sepi menyelimuti diriku, menghantuiku, aku takut.


Tidakkah ada yang mau menolongku??


Tolong...


Tolong...


Tolong akuu...


Mimpi....


Mimpi kah??


Kurasakan sebuah sentuhan dingin di tanganku.


Membuat tubuhku yang panas merasa nyaman.


Membuat rasa takut dan kesepianku hilang.


Rasanya tubuhku melayang.


Rasanya aku dipeluk dan didekap erat oleh dewa air..


Yah.. Ini dewa air, tubuhnya dingin.


Yah ini dingin, nyaman.


Panasnya api itu tidak lagi bisa membakar tubuhku.


Aroma tubuh itu terasa seperti buah apel yang pernah aku makan.


Aku mendengar suara bisikan indah.


Bisikan itu mencoba membangunkanku.


Suaranya indah...


Aku ingin bangun dan melihatnya..


Seperti apa dewa air itu??


Namun..


Rasa nyeri tidak ingin melepaskan ku.


Rasa panas di pundak kananku pun tidak ingin melepaskanku.


Aku tidak bisa bangun..


Bagaimana ini???


Apa aku akan mati??


Bagaimana ini??


Bisa tolong aku..!??


Aku tidak ingin mati...!!


Aku ingin hidup..


Aaaaaaaggggghhhhhhhhhhhhh........ .. .


Gelapppp...


Lelap...


......


"**kita akan ketemu lagi, cepet sembuh dan jaga diri**!!! " suara itu terdengar jelas.


Suaranya nyaman didengar, menenangkanku yang sedang gelisah.


Mimpi kah???


Gelap.... Gelap sekali... Aku takut..


Sentuhan hangat menyentuh jari jari tanganku.


Menghilangkan rasa takut ku...


Rasanya nyaman...


Aku ingin bangun...


Ingin melihat dia..!!??


Aku ingin membuka mata!!??


Bangunlah??!!


Bangun....


Bangun...


Bangun...


AaaaaaaaaaaAhhhh....


Apa aku sudah mati???


Benarkah???!!


Apa kegelapan ini abadi??


Apa aku mati*??