
Kenapa kalau aku punya julukan? Aku ga masalah.... Terserah... Toch memang aku pemarah....
"Elzy... Aku suka kamu!!! Aku mau kamu jadi pacar aku" ujar seorang lelaki dengan bunga mawar ditangannya.
Norak, itulah yang terlintas diotakku, siapa dia? Yang berani bilang suka aku.
" heh... Looo siapa??? Berani banget nembak gua??? Apa loo anak derektur?? Apa nilai ujian loo di atas 80? Apa loo punya kemampuan?? Kalau loo cuma anak kacang!! anak petani!! Anak orang miskin!!, yang hidup pas pasan,!! jangan pernah deketin gue, jangan mimpi juga, gue akan nerima loo"
Itu jawabanku, aku melangkah lagi, menjauh, menjauh tanpa memerhatikan raut wajahnya, menjauhi orang orang ga penting kaya dia.
"Dasarrrr pelacur sombongggggg..... "
Wah.. Apa itu?? Sebuah kata kata yang langsung menghentikan langkahku seketika. Brengsek,, anak kepala sekolahpun aku ga takut, apalagi anak kacung.
Aku membalik badanku, melangkah kembali pada jalan yang telah ku lewati, amarahku memuncak keubun-ubunku, menatap laki laki kurus didepanku dengan tajam, dengan tatapan maut siap membunuh.
Bunga mawar yang dia pegang tadi terjatuh dilantai, dia gemetar, hingga tidak bisa melangkah.
"Praaaaakkkk..... "
tamparanku melayang dengan keras, Sampai tangankupun nyeri rasanya.
"Itu karna loo udah berani menghina gue" ujarku padanya tajam.
"Praaaakkkkkkk..... "
tamparanku melayang lagi dipipi sebelahnya.
"Dan itu, karna loo udah berani suka sama gue, sebelum loo ngaca, siapa loo dan siapa gue!! " ucapku sebelum berbalik melangkah meninggalkannya, yang terlihat gemetar.
"Huuuuuuuu.... "
suara suara sorakan dari teman teman yangku dengar, diiringi tepukan tangan. Aku ga peduli.
"Wahhh loo masih aja kaya angry bird" ujar seorang pria yang menyusul dan merangkulku dari belakang, rafi, sahabatku.
"Gue kasih loo nilai plesss" susul rafa saudara krmbar rafi, yang juga sahabat ku sejak kecil, aku diam cuek, setelah memandang nya sebentar.
"Elzyyy.... " kulihat rara berlari kearahku, sahabat prempuan ku satu satunya.
Rara langsung menyingkirkan rafi dan mengambil tempat disebelahku, merangkulku, hingga rafi mengeluh pasrah, dan mengalah.
"Hebohhh luu" ujar rafa yang terdengar judes pada rara.
"Bodo'.... Gue ga perlu sama loo, gue perlunya sama elzy" balas rara dengan wajah mengejek, dan langsung berpaling ke arahku untuk berbincang.
"Loo kenal ga anak cowok jurusan seni kelas kita yang ganteng itu? , sekarang cewek cewek pada rebutin dia. katanya cewek yang bisa pacarin dia selama 3bulan akan diakui sebagai cewek paling cantik disekolah" ucap rara berbinar binar.
cowok yang katanya tampan, dan hanya berpacaran 1bulan dengan prempuan.
"Gue ga peduli" balasku acuh
"Ayolah zy.. Ga mungkin loo kalah sama putrikan!? " pujuk rara.
Putri adalah sainganku dalam segala hal, dia dan aku adalah prempuan paling unggul.
Saat aku peringkat pertama maka dia kedua, saat aku kedua dia yang pertama, terus begitu sejak kita sekelas tahun lalu.
Putri gadis yang memiliki kecantikannya tersendiri, begitu juga aku.
Aku aktif dalam segala bidang, dia juga.
Perbedaan aku dan dia yang membuat aku lebih unggul, adalah keluarga. keluargaku keluarga kaya.
hingga aku selain dijuluki angry bird aku juga punya julukan putri sempurna.
"Elzy bisa lebih unggul dari putri tanpa harus pacaran sama cowok ga jelas" sambung rafi.
"Diem luu" sanggah rara.
"Gue ga peduli soal putri" tegasku pada rara.
Aku ga suka putri, bukan karna dia sainganku, aku ga suka putri karna dia juga ga suka aku.
Ada rasa iri yang tercium dari hati putri padaku.
Dia membuat teman teman salah faham padaku, dia juga yang menjulukiku angry bird pertama kalinya, aku ga masalah.
Dia hanya tidak tau, keiriannya pada keluarga yang kumiliki adalah hal paling bodoh yang ku tertawa kan.
Dia hanya tidak tau seperti apa keluarga yang dia irikan!?
Seperti apa aku membenci keluarga itu?!
Sebesar apa aku ingin membuang mereka!?.
Bagiku dia hanya gadis bodoh yang ingin hidup sesak hanya demi harta, pujian dan pujaan, gadis yang tidak tau diri, gadis matre.
Tapi itu pulalah diriku, yang menilai semua dengan apa yang bisa ku lihat, kurasakan, kudengar, ku banggakan.
WALAU AKU TIDAK BAHAGIAAA
LUCUU BUKAN***!?????