
Sejak Clara berstatus sebagai istri Reynaldi Anggoro, dia mulai mengingat semua kebiasaan suaminya. Rey biasa bangun tidur jam 7 pagi. Untuk makanan Rey tidak pemilih tapi dia tidak suka minum kopi apalagi di pagi hari. Kalau tidak ada urusan di kantor, Rey lebih suka menghabiskan waktunya di kamar sambil main PS. Masih banyak hal lain yang berusaha diingat oleh Clara agar acting didepan kedua mertuanya terlihat alami.
Bagi keluarga Anggoro sendiri, kehadirian Clara membawa suasana hangat dan tawa yang selama ini seakan menghilang seiring berjalannya waktu. Sikap diam dan cueknya Rey adalah salah satu penyebabnya.
Tapi baru seminggu Clara tinggal bersama mereka, rumah itu mulai terasa ramai. Clara memanfaatkan waktunya sebelum mulai kuliah untuk menemani Kiran.
Malamnya Clara akan menyambut kedatangan Budi dan Rey yang baru pulang kerja dengan suaranya yang ceria.
“ Kak, besok aku sudah mulai masuk kuliah” ucap Clara saat Rey keluar dari kamar mandi mengenakan baju mandinya.
“ Hmmm..”
“ Besok pagi kakak anterin aku ke kampus kan ?”
“ Kamu kuliah jam berapa ?”
“ Jam 8 kak “
“ Oke”
Rey tidak jadi membuka ikatan baju mandinya karena ditahan oleh tangan Clara.
“ Kakak mau ngapain ?”
“ Mau tidurlah.. Ini sudah malem Clara” jawab rey menepis tangan Clara
“ Tapi..kakak pake baju dulu dong”Clara membalikkan badannya tidak mau menatap Rey “ Masa kakak tidur ngga pake baju?”
Rey sempat melongo mendengar ucapan istrinya, lalu berjalan pelan-pelan sambil membuka ikatan baju mandinya.
Dannnnn.....
“Waaaaa!!!!” Rey muncul di depan Clara dengan ikatan baju mandi yang terbuka membuat Clara terkejut dan segera menutup wajahnya
“ Kakak apa-apaan sih? Pergi pake baju sana!” suru Clara
Saat itu tawa riang keluar dari mulut Rey. Dia senang sekali melihat sikap dari Clara
“ Hei, buka matamu”
“ Nggak mau! “ Clara berusaha meronta saat Rey menarik tangannya agar tidak menutupi wajahnya “ Aku pakai baju Clara”
Tawa riang kembali terdengar.
Saat mendengar ucapan Rey, perlahan Clara menurunkan kedua tangan dari wajahnya dan melihat Rey memang mengenakan baju tidur.
Wajah Clara memerah malu bercampur marah. Melihat Rey yang tertawa riang itu tanpa sadar Clara menginjak kaki laki-laki didepannya. Membuat suara kesakitan keluar dari mulut Rey.
Kini tawa itu sudah berpindah ke mulut Clara. Gadis itu tertawa melihat kesakitan Rey yang memegang kaki kirinya.
“ Ini pembalasanku kak. Hahahah....” Clara tertawa sambil memegangi perutnya
Rey berjalan maju menghampiri Clara, melihat gelagat aneh dari Rey diapun berlari ke arah pintu balkon kamarnya. Saat akan membuka pintu balkon, lengan Clara ditarik oleh Rey. Kini mereka bertatapan. Rey melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Clara. Sedangkan Clara menggeliat berusaha melepaskan diri dari Rey
“ Kak, lepasin.. Ini sudah melanggar kesepakatan kita”
Seketika Clara diam dan memalingkan wajahnya. Jantungnya kembali berdegup kencang. Rey menatap Clara penuh kemenangan.
“ Kok diem? Ngga mau gerak-gerak lagi?”
“ Lepasin aku kak. Aku.. minta maaf sudah menginjak kaki kakak tadi”
“ Clara..kakak boleh peluk kamu?”
Clara terkejut dengan ucapan Rey. Saat dia menoleh, dia melihat wajah Rey ada tepat di depan mata hanya berjarak 5cm. Tidak ada jawaban dari Clara. Dia bingung harus menjawab apa.
“ Kalo diam berarti boleh “
Rey perlahan mendekatkan dirinya dengan Clara. Semakin dekat hingga akhirnya bisa memeluk dan meletakkan kepalanya diatas pundak Clara. Rey mendekap tubuh mungil Clara. Mungkin mereka berusaha menyalurkan rasa yang ada dihati lewat pelukan. Berusaha memahami satu sama lain tanpa kata-kata.
Clara mengangkat tangannya dan menepuk pelan punggung Rey berusaha menenangkan segala kegundahan dalam hati Rey. Walau Clara tidak tau pasti apa yang sedang Rey rasakan, dia hanya mengikut kata hatinya untuk menenangkan laki-laki itu.
Setelah sekian lama Rey melepas pelukannya.
“ Terkadang aku berpikir umurmu bukan 18 tahun”
Clara mengepalkan kedua tangannya lalu mengangkat sampai tepat depan wajahnya. Lalu dia menutup mata, tidak lama Clara membuka mata dan meniup kedua tangan itu. Dilanjutkan diarahkan ke depan mata Rey dan dibuka.
( semoga kalian bisa membayangkan yaa^^ )
“ Tadaaaa !!“ ucap Clara sembari tersenyum
Rey terpaku. Tepatnya terpesona dengan tingkat yang tiba-tiba dari Clara ditambah dengan senyumannya.
“ Aku doakan agar kakak selalu bahagia” Clara berjalan ke arah tempat tidurnya “ Ayo kita tidur kak, besok aku kuliah pagi”
Rey yang masih membisu akhirnya berjalan ke arah sisi lain tempat tidur. Sebelum menutup mata, dia tatap lagi wajah istrinya yang sudah terlelap. Terukir senyum di wajah Rey mengingat kembali tingkah lucu dan polos istrinya.
Bodohnya aku...
Hanya dengan tingkah lucunya saja sudah bisa membuatku tersenyum..- Rey
****
Haiii semua!!
Perkenalkan aku author novel ini, MaY.
Aku sangat berharap kalian semua bisa menyukai tulisanku.
Jangan lupa di like, comment and share yaa ke temen” kalian.
Comment apapun pastikan menggunakan bahasa yang positif.
Annyeong^^
MaY