Heartstrings

Heartstrings
MOMMY SUSAN


HAPPY READING GUYS!!!


MOHON MAAF KALAU MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN NOVEL INI..


LAPYU


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YAA^^


***


Melukai perasaan seseorang adalah hal yang selalu Clara hindari sejak dulu. Betul memang sebagai manusia tidak bisa membahagiakan semua orang, tapi bukan berarti Clara bisa dengan mudah menyakiti.


Seperti saat ini tanpa dia sadari justru sudah melukai hati orang-orang yang disayangi. Hati yang selalu Clara jaga sejak dirinya tahu kalau dia bukanlah bagian keluarga Wijaya dan juga sejak menyandang status istri dari Reynaldi.


Yang ingin Clara lakukan sekarang adalah pergi untuk meminta maaf dan menjelaskan semua kesalahh pahaman ini.


Clara sudah berdiri di depan pintu rumah keluarga Wijaya. Clara meraup udara sebanyak mungkin sebelum melangkahkan kaki masuk ke dalam.


Kata ART bahwa daddy nya masih di kantor belum pulang walaupun sekarang langit telang berubah gelap, Kakaknya Ryan ada di kamarnya dan Mommy sejak kembali ke rumah belum keluar dari kamar.


Dengan berat Clara memaksa kakinya melangkah ke kamar mommy Susan.


Tok tok tok....


“ Mommy ini Clara, apa Ara boleh masuk?


Tidak ada jawaban dari dalam kamar.


Pelan-pelan Clara membuka pintu kamar mencari sosok wanita yang sekarang sedang kecewa atau mungkin saja terluka..


“Mom....” ucap Clara lirih.


Kalau saja sekarang situasinya tidak seperti ini mungkin ini adalah pemandangan yang menyenangkan. Susan nampak sedang melihat-lihat album foto keluarganya, menghiraukan panggilang Clara yang sekarang sudah berdiri di belakangnya.


Ragu-ragu Clara tetap menggapai pundak mommy Susan “ mom.....”


Clara tersentak ketika pemandangan berikutnya yang dia lihat adalah wajah mommy Susan yang sudah berlinang air mata. Demi apapun hatinya juga terluka melihat wanita yang sudah membesarkannya ini menangis.


“ Ini ara waktu umur 7 tahun....”  jemari Susan mengusap sebuah foto candid seorang gadis yang sedang tertidur memeluk boneka gajah kuningnya “ mommy masih inget waktu itu kamu nangis nggak mau naik kelas karena Ms Elena nggak ngajar lagi. Kamu maksa mommy sama daddy buat bawa Ms Elena pulang ke rumah temenin kamu main.” mata Susan menerawang kejadian belasan tahun lalu yang masih dia ingat.


“ Ryan sama Samuel sampai jadi korban kamu. Hahaha.. kalau diinget-inget lucu ya. Setiap sore kamu selalu ajak Ryan sama Samuel main rumah-rumahan”


Tawa yang garing, senyum yang dipaksakan Clara benci semua itu. Inikah perasaan orang tuanya saat Clara mencoba tampil baik-baik saja?


Kini Clara berlutut di depan mommy Susan sambil menggenggam kedua tangan wanita cantik itu “ Mommy, ara....-”


“ Tapi anak mommy berubah...”sergah Susan cepat “ anak mommy berubah waktu dia tahu kalau dia bukan lahir dari rahim mommy. Bertahun-tahun anak mommy menjelma menjadi anak yang baik, penurut dan tidak pernah membuat masalah, anak yang sangat sempurna. Saking sempurnanya mommy sampai tidak mengenalinya lagi”


Deg!


“Ara bersyukur jadi anak mommy dan daddy dan Ara hanya ingin menjaga keluarga ini. Maafin Ara kalau ternyata sikap Ara melukai hati mommy, daddy dan Kak Ryan. Ara...ara..” Clara tidak bisa melanjutkan kata-katanya.Dadanya terasa sesak seolah pasokan oksigen di ruangan itu sudah berkurang.


“ Tatap mata mommy nak” kedua tangan Susan menangkup wajah Clara, memposisikan mereka salih beradu pandang “ apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?”


“ Mommy, Ara bahagia...-”


Belum selesai kalimat yang akan Clara ucapkan, Susan sudah bangkit berdiri membelakangi Clara “ Ini salah mommy sama daddy yang maksa kamu menikah. Harusnya mommy paham kalau kamu masih muda, masih mau melakukan hal yang kamu inginkan.”


“ Maaf Ara...” suara lirih mommy Susan menyayat hati Clara saat ini. Ini salah paham, Clara harus meluruskan semuanya. Clara memeluk mommynya dari belakang, menyenderkan kepalanya dipundak ibu yang sudah membesarkannya selama ini.


“ Awal pernikahan kami memang tidak cocok, dan sepakat akan berpisah setelah 1 tahun. Tapi selama kami tinggal bersama akhirnya kami saling sayang dan memutuskan untuk tidak berpisah. Aku sayang Kak Rey mom..Sungguh aku sayang dia..”


“ Bagaimana dengan Rey? Apa dia menyayangimu juga?”


“ Iya ma..Kak Rey juga menyayangiku, aku yakin itu.” Tidak! Clara tidak sepenuhnya yakin sekarang.


“ Mom, Ara takut...Ara takut kalau Ara terlalu bahagia suatu saat kebahagiaan ini diambil dari Clara”


“ Kenapa kamu ngomong kaya gitu ra?” Kini Ibu dan anak itu sudah saling berhadapan, wajah mereka sudah basah oleh airmata masing-masing.


Entahlah mom...


Ara takut semua kebahagiaan itu dirampas lagi dari Ara..-Clara


“ Kenapa sayang? coba cerita sama mommy”


Clara menggelengkan kepalanya lalu memeluk Susan “ Ara cuma takut aja mom” Biarlah ini menjadi terakhir kali dia menyimpan kegundahannya sendiri.


“ Sayang, anak mommy yang cantik, namanya pernikahan pasti selalu ada badainya. Tapi ingatlah apapun yang terjadi ada mommy yang akan dukung kamu..”


“ Daddy juga!!”


“ Ryan juga!!”


Kedua pria kebanggaan keluarga Wijaya berhambur masuk memeluk Susan dan Clara. Ada perasaan lega di hatinya saat sudah bisa mengutarakan isi hatinya.


“ Udah ah pelukannya, kita kaya keluarga teletubies nih” ujar Ryan


“ Kakak nggak cocok jadi teletubies”


“ Kenapa? Terlalu ganteng ya?”


“ ckckkckck...Teletubies itu lucu, manis, imut. Sedangkan kakak amit-amit..”


****


Tungguin next updatenyaa yaaaa^^