
Kamu dari MTS ya?"
"Iya.. "
"Aku pernah denger nama kamu loh"
"Eh iya?"
"Iya, udah agak lama. Katanya kamu deket sama si Fadli"
"....!" Apa!? Ada rumour seperti itu? Ayara tentu terkejut
"Hmm?" Najwa bingung melihat Ayara yang terdiam
"Ahhhhaha.. Jangan percaya rumor aku gak sedeket itu sama dia"
"Lohhh? Banyak kok orang yang bilang gitu"
"Aku sama Fadil cuma temenan biasa kok haha gak ada hubungan apa apa" Ayara sendiri merasa canggung ia benar-benar tidak tahu jika ada rumor seperti itu
"Ohh... Btw dia ikut paskibra juga ya" Mata Najwa terlihat antusias
"Iya.. " Ayara menoleh ke arah Fadil yang ternyata Fadil juga tengah menoleh ke arahnya. "..?" Ayara tidak tahu kenapa Fadil memperhatikannya seserius itu, ahh benar juga bukannya Fadil ada hubungan sesuatu dengan Najwa? Pantas saja ia menatapnya seperti itu, pikir Ayara
Najwa yang melihat mata Ayara terus mengarah ke kejauhan pun penasaran, ia ikut menoleh mengikuti arah mata Ayara yang ternyata tertuju pada Fadil.
"Dia bisa seganteng itu ya.. " Ucap Najwa tanpa sadar
"Haa?" Ayara melirik Najwa ia tidak mendengar dengan jelas ucapan Najwa
"Eh nggak..bukan apa apa" Najwa tersenyum malu
'Apa ya yang mau di Fadil omongin?' Ayara bertanya tanya dalam hati
"Perhatikan semuanya untuk segera berbaris sesuai kelompok masing-masing" Ucapan senior laki laki
Setelah itu satu per satu kelompok di suruh untuk meninggalkan lapangan dan segera menuju ke hutan.
Selama menjelajah hutan, mereka akan berhenti di beberapa titik pos. Di pos tersebut mereka akan di beri berbagai pertanyaan atau latihan dan bahkan soal. Setiap satu kelompok yang sudah memasuki hutan, mereka akan menunggu beberapa jeda waktu agar setiap kelompok tidak saling berdekatan.
"Nyebur ke sana sambil merangkak" Ucap senior perempuan di pos 3
"Ihh jorok banget.. " Ucap Mila melihat air sungai yang begitu coklat keruh
"Gak usah protes. Cepet masuk" Ucap senior
"Tapi kak.. " Mila enggan nyebur ke dalam sungai kecil tersebut
"Gak ada tapi tapian, cepet MASUK!"
Kelompok tersebut terkejut mendengar seniornya membentak tiba-tiba
Buru buru mereka mau tak mau segera merangkak di sungai tersebut dengan terpaksa, menahan rasa geli dan jorok.
"E.. Maaf kak apa aku boleh gak merangkak? Lagi datang bulan" Ayara tersenyum ragu
"Bener?" Senior tersebut mengerutkan alis menatap Ayara penuh selidik
"Iya.. Bener"
Senior tersebut tidak mengatakan apapun, ia menghampiri Ayara dan tiba-tiba memegang bok*ng Ayara.
Ayara tentu terkejut, ia membelenakan mata.
"Ehh!?" Ayara menatap senior di sampingnya dengan penuh tanya
"Saya hanya memastikan kamu gak bohong. Kamu boleh jalan biasa aja airnya gak terlalu dalem"
"I-iya kak" Ayara benar-benar merasa malu
"Kenapa?" Tanya Najwa yang sudah masuk ke dalam sungai
"Gak papa tadi cuma bilang aku lagi datang bulan jadi boleh gak merangkak"
"Oh, wahh beruntung huhuu airnya bau banget bisa bisa seluruh badan aku gatel gatel.. Harus cepet cepet mandi.. " Ingin sekali rasanya Najwa berlari kabur
"Arrrghhh ada sesuatu yang kasar nyentuh tangan gue... " Teriak Mila ia buru buru berdiri karena terkejut. "Bisa gil* gue harus begini"
"Ada apa ribut-ribut?"
"Itu tadi ada uler" Mila panik dan juga kesal
"Gak ada uler di sini! Sana cepet jalan lagi"
"Beneran tadi ada.. "
Senior tersebut menatap tajam Mila
'B**gs*t' ucap Mila dalam hati ia benar-benar ingin marah dan berkata kasar. "Tunggu" Mila menoleh ke belakang ke arah Ayara, ia mengerutkan alis heran.
"Kenapa dia berdiri?" Mila menunjuk Ayara
"Aku lagi datang bulan" Ucap Ayara
"Alesan! Kamu bohong kan biar gak merangkak!?"
"Bener kok aku gak bohong"
"Hei kamu! Cepet merangkak!" Ucap senior tersebut pada Mila
"Cihhh!" Mila pun segera merangkak kembali ia benar-benar kesal tapi tidak bisa melawan senior
"Kamu gak papa?" Tanya Najwa pada Ayara
"Gak papa kok gak papa" Ayara tersenyum
...
Fadli masuk ke dalam kelompok akhir, yaitu kelompok 6 dan hanya beranggotakan 4 orang. Mereka saat ini masih berada di lapangan, menunggu kelompok 5 berjalan lebih jauh.
"Kak boleh minta minum?" Tanya Fadil pada beberapa senior di sana
"Kamu gak bawa minum sendiri?" Ucap senior perempuan
"Udah abis hehe" Fadli menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Nih.. " Senior itu memberikan satu aqua gelas
"Satu?"
"Nawar?"
"Nggak nggak makasih hehe.." Fadil segera meminum aqua gelas tersebut. "Masih lama kak?"
"5 menit lagi"
"Mmmmh.. " Fadil mengangguk
5 menit kemudian..
"Udah, kalian bisa jalan sekarang"
"Ohh? Kak boleh minta air lagi?" Fadli menyengir
"...!" Senior tersebut sepertinya mulai kesal dengan Fadil
"Satu aja kak pliss"
"Kasih vi kasian" Ucap senior lainnya
Senior yang di panggil vi tersebut memberikan satu aqua gelas lagi dengan ekspresi yang tidak ramah.
"Makasih kak" Fadil melambaikan tangan ia segera meninggalkan lapangan yang panas itu
"Dasar kecebong!"
"Sabar vi sabar.. "
"Eh katanya kelompok 1 udah sampe di depan kecamatan" Ucap senior laki laki
"Ya udah ayo kita ke sana"
Mereka segera meninggalkan lapangan dan kembali ke kantor kecamatan.
Beberapa jam kemudian satu per satu kelompok mulai berdatangan dengan wajah di penuhi lumpur dan baju yang basah nan bau. Mereka bergantian membersihkan diri di kamar mandi.
Setelah semua orang datang dan selesai membersihkan diri, mereka pun menunggu adzan dzuhur dan akan sholat berjamaah di mushola dekat bangunan kecamatan tersebut. Nantinya setelah sholat mereka baru di perbolehkan makan dengan bekal yang mereka bawa masing-masing.
"Kamu gak sholat?" Tanya salah satu senior perempuan pada Ayara. Sebenarnya ada beberapa anak yang juga datang bulan, namun mungkin karena mereka sudah ada teman jadi senior pun membiarkannya. Sedangkan Ayara terlihat duduk sendiri, menunggu teman temannya yang sedang sholat.
"Iya kak lagi datang bulan"
"Ohh, tadi cape gak? Past cape ya?"
"Iya hahaha"
"Wajar sih, kakak juga begitu dulu"
"Iya ya.. "
"Nama kamu siapa?"
"Aku Ayara dari MTS xx"
"Oh itu sama si Yuli Prili ya?"
"Iya sekelas juga"
"Ohhh gitu.. "
"Sok akrab lo Wi"
"Apa lo?"
"Eh dia siapa cantik banget?" Bisik senior lainnya
"Hahahaha dia temen gue. Kenapa lo pada iri ya?" Senior Dewi merangkul pundak Ayara, sedangkan orang yang di rangkul terlihat bingung dan tersenyum canggung rasanya Ayara malu tiba-tiba beberapa senior berkumpul di sekitarnya
"Apaan lo, baru kenal juga" Ucap senior lainnya
"Tau si Dewi sok akrab huhhh"
"Nama kamu siapa?"
"Aku Ayara"
"Kamu temen si Dewi?"
"Oh ini kak Dewi?" Ayara menunjuk Dewi di sampingnya
"Tuh liat dia aja baru tau nama lo"
"Ngarang lo"
"Btw kamu cantik banget, pasti entar jadi pemegang baki bendera"
"Iya lah pasti" Senior lainnya mengangguk
"Mau dong kulitnya, liat putih banget, beda ma punya gue"
"Eh lo pegang pegang sembarangan" Dewi menepis tangan temannya yang memegang tangan Ayara begitu saja