Heartstrings

Heartstrings
Sisi Lain yang Tak Ingin Diketahui


Entah sudah berapa lama Clara ada di tempat peristirahatan terakhir orang tua kandungnya. Gadis itu datang dengan membawa mawar putih di tangannya lalu diletakan disebuah vas yang ada disamping nisan bertuliskan nama Santoso dan Marta.


“ Ini bunga favoritku ma. Aku sudah menanam bunga mawar di taman belakang rumahku, kalau sudah berbunga akan kubawakan untuk kalian”


Clara mendoakan orang tuanya kemudian dia duduk disamping nisan itu bercerita tentang hidupnya paska menikah dengan Rey. Terkadang dapat terdengar tawa dari Clara ketika menceritakan lelucon atau tingkah lucunya bersama dengan Rey. Untung saja tempat itu adalah daerah pribadi keluarga Salim, kalau tidak mungkin pelayat yang lain akan menganggap Clara sudah tidak waras.


Puas bercerita, Clara bangkit dari duduknya menatap kembali nisan didepannya. Senyum dan tawa yang sempat diperlihatkan kini berubah menjadi sendu.Dari sorot matanya, dapat terlihat sebuah rasa kesepian, kerinduan yang amat mendalam. Walau ada senyum tipis diwajahnya, tapi itu bukan sebuah tanda kebahagiaan, dia benar-benar merindukan kedua orangtuanya. Hatinya sakit ketika sampai sekarang dia tidak memiliki ingatan tentang kenangan dirinya dan orang tua. Saat orang tuanya meninggal, dia masih terlalu kecil untuk mengerti. Hanya album foto dari Susan saja yang bisa membuatnya merasakan kasih sayang orang tua.


Tiba-tiba ada sebuah tangan melingkar di piggang Clara “ menangislah kalau kamu ingin menangis” Tangan itu ternyata milik Rey. Rey sudah tiba beberapa saat yang lalu. Dia memberikan waktu untuk Clara sendiri. Namun saat dia melihat wajah sendu Clara, Sisi lain Clara yang tidak pernah ditunjukkan saat mereka bersama Rey reflek ingin memeluknya.


Berusaha menahan diri, tapi akhirnya pertahanan diri Clara runtuh. Matanya terasa panas, kristal bening sudah menumpuk di ujung matanya dan akhirnya mengalir deras. Tangis itu pecah di tengah kesunyian area makam.


“ Kamu kesini kok nggak bilang sama kakak” mereka sudah duduk di tempat yang tidak jauh dari makam, masih area keluarga Salim.


“ Waktu aku pergi kakak masih tidur, aku nggak tega banguninnya”


“ Iya badanku pegal semua karena ulahmu” ucap Rey seraya memijat-mijat bahunya sendiri


“ Kok aku? Emang aku ngapain kakak?”


“ Kamu lupa tadi pagi-pagi sudah mengajakku olah raga di kamar mandi? Bahkan aku harus memuaskanmu kembali di ranjang” bisik Rey seduktif.


Blusss


Wajah Clara sontak memerah mendengar ucapan Rey “ mesum mu itu jangan disini kak” ucapnya.


“ Kamu sering kesini?” selidik Rey


Clara diam menghirup udara yang sejuk karena hari sudah sore “ lumayan lah kak”


Sama Samuel? Pertanyaan yang hanya bisa Rey simpan dalam hatinya. Dia hanya memandang wajah Clara yang masih menikmati suasana saat itu. Sebenarnya banyak pertanyaan di kepala Rey, tentang sejauh mana hubungan Clara dan Samuel dulu walau Clara sudah mengatakan bahwa mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa.


“ Aku selalu kesini sendiri atau ditemani Kak Ryan. Bahkan mommy, daddy juga Kak Muel nggak tau kalau akusering kesini” ucap Clara seolah mengerti isi hati Rey “ setiap orang memiliki sisi yang tidak ingin mereka tunjukkan. Sebenarnya aku juga nggak mau Kak Rey tau sisiku yang seperti ini”


“ Kenapa?”


“ Aku hanya nggak mau Kak Rey kecewa dengan aku yang seperti ini”


Rey memeluk erat gadis pujaannya “ apapun itu selama aku bersamamu, itu bukan masalah bagiku. Lalu apa sekarang aku mengganggumu?”


“ Tidak...Aku senang kakak disini bertemu dengan orang tuaku. Apa kakak kenal mereka?”


“ Rey mengaggukan kepalanya “ Kenal..Aku sering bertemu mereka di kantor papa”


Clara, kalau kamu tahu penyebab kematian orang tuamu adalah aku


Apa kamu masih bisa mencintaiku?


Aku belum siap kehilanganmu..


Aku tidak sanggup merampas senyum manis dari wajahmu -Rey


“ Mereka adalah orang yang sangat baik, tante Marta sering menitipkan cemilan ke mamaku untuk diberikan kepadaku”


Rey menceritakan kenangan yang dia ingat saat bersama dengan Marta dan Santoso. Clara memperhatikan setiap ucapan Rey dengan smangat dan mata yang berbinar-binar.


“ Aku sering kesini karena ingin menciptakan kenangan baru bersama orang tuaku. Agar aku merasa bahwa mereka masih bersama-sama aku”


“ Aku tidak melarangmu kesini, tapi lain kali kalau mau kesini bilang sama aku, akan aku antar”


“ Kakak tau aku ada disini dari mana?”


“ Aku minta tolong Alex melacak sinyal HP terakhir ada dimana. Lalu kenapa HP mu nggak aktif?”


“ Lowbat kak” ucap Clara seraya menunjukkan HPnya yang memang sudah mati “ Pulang yuk kak”


Mereka jalan bergandengan tangan melangkah ke depan makam dan berpamitan pulang.


Mama..papa..


Aku mencintai pria yang berdiri disampingku ini


Aku sangat bahagia..


Tapi aku juga taku kalau suattu saat keahagiaan ini akan diambil lagi dariku -Clara


 


Mama..papa..


Aku mencintai putri kalian..


Aku tidak bisa kehilangannya..


Ijinkan aku menjaganya dengan nyawaku..-Rey