Heartstrings

Heartstrings
Pesta Pernikahan


Ruang Pemberkatan


***


Pagi ini Clara dan Rey sudah bersiap-siap untuk pemberkatan. Rey yang sudah tiba duluan di tempat pemberkatan menunggu mempelai wanitanya.


Tak lama pintu ruangan terbuka dan tampaklah Clara berjalan menggandeng Haris. Clara terlihat sangat cantik dengan riasan yang terlihat natural dan gaun pengantin yang simple namun kesan mewah dan elegan tetap ada.


 Cantik!- Rey


“ Rey, saya serahkan anak perempuan saya satu-satunya ke tangan kamu. Tolong jaga dia “ Haris menyerahkan tangan Clara kepada Rey.


Sesudah itu mereka mengikat sumpah sebagai suami istri


“ Rey pasti akan menjaga Clara denga sepenuh hati dad” jawab Rey dengan yakin


Tuhan,


Entah aku harus senang atau bersedih dengan pernikahan ini..


Aku hanya ingin membahagiakan orang tuaku..


Maafin aku Tuhan karena mempermainkan sebuah pernikahan..-Clara


Hotel


***


Malamnya dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Sesuai keinginan Clara, resepsi itu hanya dihadiri oleh keluarga besar masing-masing pihak dan beberapa sahabat dekat keluarga. Tampak dalam resepsi itu dua orang sahabat Rey yaitu Alex dan Dave yang sejak awal memang mengetahui rencana perjodohan itu.


Senyum manis selalu ditunjukkan oleh Clara dan Rey setiap kali mereka menyambut para undangan. Beberapa orang tua juga memberikan wejangan kepada mereka. Resepsi pernikahan ini lebih mirip dengan acara kumpul keluarga besar saja.


“ Selamat ya bro akhirnya nikah juga” Alex mengajak Rey untuk cheers


“ Thanks yaa lo berdua udah dateng ke acara pernikahan gue”


“ Gue sih dateng bukan karena lo bro, tapi karena penasaran mau liat istri lo” Alex tertawa. Playboy cap tikus satu ini memang tidak bisa melihat perempuan yang bening. Tadi saat melihat Clara di acara pemberkatan, matanya nyaris copot melihat kecantikkan gadis itu.


Untung istrinya Rey,


kalo engga uda gue tikung itu.- Alex


Alex sadar sekalipun Rey tidak mencintai gadis itu, tapi sekarang kenyataannya gadis itu adalah istri dari seorang Reynaldi Anggoro. Kalau dia sampai macem-macem dengan gadis itu, bukan saja hanya menerima amukan Rey tapi yang pasti Budi juga akan mengamuk. Entah apa yang bisa dilakukan kedua laki-laki itu ketika mengamuk secara bersamaan. Membayangkannya saja Aelx tidak mau.


 


Tiba-tiba...


Deg!!


Clara mendengar suara yang sudah lama tidak pernah dia dengar dan sangat dirindukannya. Ketika Clara menoleh ke arah sumber suara itu, dia melihat sosok laki-laki itu. Laki-laki yang memiliki ruang dihatinya. Sejenak dia tidak percaya bahwa laki-laki itu sekarang berdiri didepannya. Masih dengan senyum yang sama. Air mata Clara pun akhirnya jatuh juga


“ Kak Muel!!” Clara berlari kearah Samuel dan memeluknya melepas semua kerinduan selama 3 tahun ini. Samuel membalas memeluk Clara.


“ Kak Muel kapan dateng? Kok ngga bilang-bilang Ara?” tanya Clara kegirangan


“ Maaf ya.. Kakak baru tiba tadi siang” Jawab Samuel sambil mengelus-elus kepala Clara “ Selamat ya atas pernikahan kamu “


Clara tersadar kalau saat ini dia adalah istri orang lain. Artinya dia harus melupakan laki-laki yang ada dihadapannya ini. Clara melepas pelukannya, menatap mata Samuel dengan maksud yang tidak dapat diartikan. Hatinya sakit saat memandang wajah Samuel.


Kak Muel,


Maafin aku..-Clara


 Kedua insan itu saling bertatapan seolah tidak ada lagi yang memandang mereka.


Sedangkan disisi lain Rey melihat adegan itu dengan tatapan panas. Bukan cemburu melainkan merasa harga dirinya sebagai laki-laki sudah diinjak-injak. Bagaimana bisa didepan matanya sendiri istri yang baru beberapa jam lalu dia nikahi sudah memeluk laki-laki lain ?


“ Bro, lo kenal itu cowok ?” tanya Dave


“ Engga” Rey seperti menahan amarahnya


“ Apa itu mantan pacar istri lo ?” tanya Alex kali ini


Tanpa menjawab pertanyaan itu, Rey bangkit berdiri dari kursinya berjalan kearah dua pasang mata yang masih bertatapan.


Berikutnya Rey langsung memeluk pundak istrinya itu dan berhadapan dengan Samuel. Clara yang belum terbiasa dipeluk oleh Rey berusaha melepaskan, tetapi tenaga Rey lebih kuat memeluk bahunya.


“ Kak Rey, kenalin ini kak Samuel. Kak Muel kenalin ini Kak Rey “ Clara memperkenalkan dua pria itu.


“ Samuel “ Samuel memajukan tangannya


“ Rey “ Kedua laki-laki itu berjabat tangan dan saling bertatapan “ Silahkan menikmati pestanya “


Tidak lama Susan dan Haris datang menyapa Samuel. Mereka bertiga terlibat percakapan sambil sesekali tertawa karena sudah lama mereka tidak pernah bertemu dengan Samuel.


Clara dan Rey kembali berjalan menyapa kerabat yang lain. Sesekali Clara mencuri pandang hanya untuk menatap Samuel. Tatapan itu terasa kosong dan terpancar kesedihan dari sinar bola mata Clara.


Sampai pesta berakhir Clara selalu ada disamping Rey menebar senyuman ke semua keluarga besar yang hadir. Meyakinkan dirinya bahwa semuanya baik-baik saja.


Pesta pernikahan itu berjalan lancar, begitulah yang ada dipikiran semua orang termasuk Clara. Tapi tidak dengan Rey.