Heartstrings

Heartstrings
36.


Jam istirahat...


"Kamu mau beli apa?" Tanya Ayara pada Fatimah yang terlihat bingung memilih jajanan


"Apa ya bingung.. "


"Borong aja" Ucap Okta


"Iya sini pake uang kamu"


"Ayo mau beli apa entar tambah rame" Tanpa menunggu Fatimah lagi Ayara segera mengambil jajanan yang ia mau, begitupun Okta mulai mengambil makanan di depannya


"Sekarang kue ini jadi kecil ya, perasaan waktu dulu gak sekecil ini" Fatimah pun mulai memilih makanannya


"Mungkin aja bahan bakunya naik" Ucap Okta


"Fat Okta mau beli minuman? Biar sekalian" Ucap Ayara


"Iya aku kayak biasa" Ucap Fatimah


"Aku juga" Ucap Okta


Setelah itu mereka kembali ke kelas membawa makanan mereka.


Brak..


Padahal pintu kelas sudah terbuka lebar namun entah kenapa Yuli menggeplak pintu tersebut.


"Eh Okta..makan apaan nih" Yuli duduk di samping Okta


"Liat aja sendiri" Ucap Okta


"Sari.. Gundam.. "


"Gandum yul gandum" Ucap Laila


"Arghh.. Gue kesel banget hari ini" Ucap Yuli


"Kenapa?" Tanya Fatimah


"Biasa si Sarah ngajak ribut mulu, orang gue cuma mau ngomong bentar sama si Lukas dianya sensi"


"Katanya lo mau rebut si Lukas, kapan?" Okta mengangkat sebelah alisnya


"Masih proses"


"Lama amat"


"Sabar dong ngapain buru buru santai aja"


"Bilang aja lo gak bisa"


"Bisa. Liat aja entar"


"Jidat kamu kenapa?" Ayang melihat plester nempel di jidat Yuli


"Sakit"


"Gak, itu iseng aja biar keliatan gimana gitu.. " Ucap Laila


"Oh biar di kasihani ya?" Tanya Okta


"Siapa juga yang mau di kasih hani" Ucap Yuli


''Kasihan-i"


"Nggak" Ucap Yuli


"Hai gaessss" Firman memasuki kelas sambil merangkul Agustin


"Ngapain lo" Ucap Yuli


"Mau minta minum, Ay" Firman mengangkat alisnya


"Gak Ay buat gue aja" Yuli merebut minuman tersebut dan meminumnya


"Dih si b**gs*t" Ucap Firman


"Okta minta dong" Ucap Agustin


"Bentar" Okta meminum minumannya hingga hanya tersisa sedikit dan ia pun memberikannya pada Agustin


"... " Entahlah Agustus tidak tahu harus mengatakan apa


"Bagus" Yuli mengacungkan jempol pada Okta


"Fatimah.. " Firman hendak merayu Fatimah agar di beri minuman


"Apa?" Fatimah pura-pura tidak tahu


"Minta minum"


"Beli sana"


"Uangnya habis"


"Ngutang aja dulu"


"Ya udah nanti kamu yang bayarin"


"Iya sini pake uang kamu"


"Kan habis"


"Besok"


"Nggak deh minta aja kan gak boleh ngutang"


"Ya udah buangin sampah aku dulu"


"Iya entar sekali"


....


"Sini Gema!" Suara Yanto rendah namun menekan


"Jangan Gema jangan mau" Ucap Khair, saat ini Gema di pindahkan agar duduk bersama Khair tentu hal tersebut atas perbuatan Farhan


"Gema!" Karena kesal Yanto segera menghampiri Gema dan menarik lengannya


"Yanto jangan" Khair bangkit dari duduknya


"Diem lo" Yanto menunjuk Khair seolah mengancam


"Gema.. " Khair merasa kasihan


"Kenapa lo diem aja pas gue panggil hah?!" Yanto memojokkan Gema di dinding, saat ini kesal sepi dan ia akan berulah lagi


"Aku gak kedenger.. "


"Oh iya gue lupa lo budek" Plak.. Yanto menampar pipi Gema


"Yanto!" Kahir meninggikan suaranya


"Arghhh anj***" Yanto menendang kaki Gema, ia tidak berani berkelahi dengan Khair, walaupun Khair terlihat sedikit b*d*h ia akan jadi seperti orang yang berbeda jika berkelahi pukulannya kuat dan keras.


"Mana uang lo" Yanto hendak mencari uang Gema ke setiap saku baju dan celana


"Ehem.. " Farhan tiba di ambang pintu ia melihat Yanto tengah mengganggu Gema lagi


Namun sepertinya Yanto tidak mendengar batuk yang di buat Farhan. Farhan berjalan santai menghampiri Yanto


"Yanto berhenti!" Ucap Khair


"Di sini" Farhan mengangkat sebelah alisnya


Yanto menoleh dengan tatap kesal, namun begitu sadar orang di depannya Farhan ia seketika terkejut


Plak..


Farhan menampar pipi Yanto keras


"Rupanya lo masih belum ngerti ucapan gue"


Yanto tidak berani menatap Farhan, ia hanya menundukkan kepalanya


"Sana" Ucap Farhan pada Gema, Gema pun segera menghampiri Khair


"Kamu gak papa?" Tanya Khair


Gema hanya mengangguk


Bugh.. Bugh..


Farhan menonjok Yanto beberapa kali


"I-iya ampun gue ngerti.. Gue ngerti.. "


Bugh...


"Awas lo! Pergi sana" Farhan mendorong Yanto agar segera pergi, padahal ia ingin duduk tenang di kursi


"si Yanto kenapa merah merah gitu mukanya" Rena dan Yanti memasuki kelas


"Mana gue tau" Farhan sepertinya tidak ingin menjawab


"koh si Yanto kenapa?" Rena bertanya pada Khair


"itu.. tadi dia gangguin Gema terus Farhan.. "


"ohhh, dasar lo gak mau ngaku"


"Eh Ren, sini bentar" ucap Farhan


"Ati ati Ren dia mau malak" ucap Yanti


"Diem lo kembaran Yanto"


"cih.. "


"kenapa?" tanya Rena tanpa menghampiri Farhan


"sini dulu di bilangin"


"gak ah lo pasti mau malak"


"Enggak"


"Masa?"


"Iya sini"


"Apa?" Rena menghampiri Farhan walaupun ia tidak percaya jika Farhan tidak akan meminta sesuatu darinya


"Gue mau bayar utang nih" Farhan mengeluarkan uang dari sakunya


"Inget lo? tumben amat"


"Tapi gue mau pinjem lagi"


Rena mengerutkan alis, "Terus ngapain bayar?"


"oh jadi lo gak mau gue bayar, ya udah sini gue pinjem lagi"


"b**gs*t" Rena malas meladeni laki laki di depannya ia pun segera memutar tubuhnya dan duduk di samping Yanti


"bener kan apa gue bilang"


"cowok mata duitan"


"Eh katanya si Farhan sodaraan sama si Ayara?"


"Masa?"


"Iya kemarin kemarin gue baru denger"


"ohhh kasian si Ayara punya sodara kayak dia"


"hahaha"


...


Malam harinya Ayara berniat Chat Najwa, karena ia juga masuk Grup paskibra pasti nomor Najwa ada di sana.


'oh ada' ucap Ayara dalam hati, lalu ia menyimpan nomor Najwa dan Chat Najwa.


Cukup lama Najwa tidak membalas hingga pukul 20.00 barulah Chat dari Najwa masuk


Najwa: Siapa?


Ayara: Ini aku Ayara 😁


Najwa: Oh kamu.. pasti dapet no aku dari grup^^


Ayara: Iya😁


Najwa: oke aku save no kamu juga 🤭


Ayara: Okee


Najwa: Kenapa ngechat?


Ayara: Ada yang mau aku tanyain


Najwa: Apa?


Ayara: Kamu lagi apa?


Najwa: Lagi tiduran sama kakak aku


Ayara: ohh


Najwa: iya, kamu sendiri lagi apa?


Ayara: sama aku juga lagi tiduran^^


Najwa: Kemarin capek banget ya.. kaki aku sampe sekarang masih sakit sakit


Ayara: haha iya sama aku juga


Najwa: Minggu depan ngapain ya..


Ayara: iya ya, mungkin latihan gerak jalan


Najwa: Mungkin..


Ayara: em.. Najwa maaf ya kalo gak sopan, aku mau nanya kamu udah punya pacar? gak di jawab juga gak papa hehe..


Najwa: eh tanya aja kenapa gak sopan gak papa kok


Ayara: Takutnya gimana gitu.. kamu mikir aku aneh tiba-tiba nanya gitu


Najwa: (mengetik..)