Heartstrings

Heartstrings
38.


"Ay sini" Ucap Fadli dari ambang pintu


"Kenapa? Kamu yang ke sini" Ayara menoleh ke arah sumber suara, begitu pun Fatimah dan Okta


"Sini bentar"


"Apa sih" Dengan malas Ayara segera menghampiri Fadli. "Kenapa?"


"Sini dulu sini.. " Fadli menarik lengan Ayara, di luar terlihat sepi sepertinya anak anak masih menikmati waktu istirahat mereka di warung


"Ay entar kamu tanyain ke si Najwa, pacar dia siapa"


"Iya.. "


"Kamu jangan bilang bilang ke orang lain kalo aku suka sama si Najwa"


"... Iya.. " Padahal Ayara sudah terlanjur mengatakannya pada Fatimah dan Okta


"Makasih ya pokoknya" Fadli tersenyum dan menoleh pada Ayara


"... " Dia sesenang itu? "Iya" Ayara segera kembali ke kelas


...


Malam hari


"Bapak belum pulang bu?" Setelah sholat maghrib Ayara menghampiri ibu karena mendengar ibu sedang melakukannya sesuatu


"Udah tadi, tapi berangkat lagi katanya mau ke rumah temen"


"Ohh, ini buku buku apa?" Ayara melihat ibu tengah membereskan beberapa buku kecil yang sudah usang


"Buku buku pak Wahri mau ibu buang aja udah gak penting"


"Ohh, ini fotonya ya? Aku nyaris lupa wajahnya"


"Masih inget kan dulu suka di gendong pagi pagi masih gelap cuma mau beli sarapan ke warung"


"Iya inget.. "


"Kamu juga pernah marah sama dia (pak wahri) 2 hari gak mau ngomong"


"Bu, kebakaran warung waktu dulu juga karena dia kan?" Pak Wahri adalah bapak Ayara yang ke 2 atau bisa di bilang juga mantan suami ke 2 ibu Ayara


Mendengar itu, gerakan tangan bu Hati terhenti


"Iya kan?" Ayara memastikan sekali lagi ia memperhatikan gerakan ibunya yang mendadak berhenti


"... Kata siapa?"


"Aku pernah denger waktu ibu ngobrol sama bapak" Sejujurnya Ayara sempat tidak menyangka ia benar-benar terkejut, ada sedikit rasa kecewa di lubuk hatinya


"Jadi kamu udah tau.. Iya dia yang ngebakar warung" Sebenarnya bukan bu Hati ingin menutupi hal tersebut, namun ia berpikir untuk apa Ayara tahu? Ini bukan urusannya


"Kenapa? Kenapa dia melakukan itu?"


"Karena.. "


"Apa gara gara aku?"


"Loh? Kenapa gara gara kamu?"


"Aku masih inget dulu, waktu pak Wahri baru aja pulang dari kebun aku kekeh minta di ajarin sepeda karena aku mau benget bisa sepeda. Tapi aku gak tau kalo pak Wahri cape dan dia ngebentak aku, terus setelah itu ibu marah kan sama pak Wahri? Sejak hari itu pak Wahri mulai jarang pulang ke rumah"


"Bukan bu-"


"Hampir setiap malem aku nanyain dia ke mana tapi lagi lagi ibu bilang dia lagi kerja, sampai berbulan bulan berlalu dan terjadilah kebakaran itu, yang buat aku bingung.. Sebelum kebakaran itu terjadi ibu sudah dekat dengan bapak yang sekarang" Hati Ayara berdegup kencang jujur saja ia sebenarnya takut menanyakan hal tersebut


"Bukan karena itu, sebelum kamu di bentak sama Pak Wahri pun ibu udah berantem, beberapa hari kemudian nya dia pulang bawa surat perceraian"


"Bener bukan karena aku? Aku selama ini takut kalo ibu cerai waktu itu gara gara aku"


"Nggak, pokoknya bukan karena kamu. Iya sebelum kebakaran itu bapak udah ngedeketin ibu"


"Tapi kan bapak punya keluarga kenapa ibu..?"


"Pertama karena ada satu yang belum saatnya kamu tau sekarang, ke dua ibu butuh sosok buat bantu ibu kedepannya" Bu Hati tidak ingin membuat Ayara takut nantinya jika harus tahu fakta kenapa bu Hati menerima pak Madi.


"Tapi kenapa..? Kenapa waktu itu pak Wahri minta cerai? Kenapa juga warungnya harus di bakar?"


"Entahlah ibu gak mau nginget inget kejadian itu, selain itu pihak keluarga pak Wahri juga gak suka sama ibu. Mungkin dia ngebakar warung karena warung itu buatannya sendiri, mungkin dia gak terima ibu pake warung itu sama bapak"


"... Apa pak Wahri di penjara? Nggak kan?"


"Bukan dia yang langsung ngebakar warung, tapi sepupunya. Ibu sengaja gak mau memperpanjang hal tersebut karena gak mau ada musuh nantinya"


"Ohh, sejujurnya aku takut mau nanyain hal ini, takut ibu kesinggung"


"Gak papa.. "


"Yah.. Ibu sempat kesal namun itu gak lama"


"Sekarang aku udah ngerasa lega.. "


"Kalo abis sholat kamu kirimin pak Wahri do'a"


"Iya.. "


Setelah itu ibu melanjutkan beberesnya, di bantu oleh Ayara. Buku buku usang itu tidak semuanya mengenai hal tentang pak Wahri, ada banyak buku buku bekas Ayara yang sudah tidak terpakai.


Setelah membantu ibu, Ayara pergi ke kamar ia teringat Fadli yang memintanya untuk bertanya pada Najwa lagi. Saat membuka whatsapp, Ayara melihat Najwa mengirim foto, Ayara pun segera membuka chat Najwa.


'Kapan ini? Aku gak tau kalo kelompok aku di foto' Ayara melihat fotonya bersama teman teman sekelompok nya tengah istirahat.


Ayara: Haha aku gak tau kalo kita di foto


Najwa: Itu aku dari grup, kak Sukma yang kirim


Ayara: Oh iya, aku baru buka whatsapp


Najwa: Ternyata kak Sukma di suruh fotoin kita, mana muka aku jelek banget^^


Ayara: Jelek apanya❓


Najwa: Muka akuuu


Ayara: Nggak tuhhh


Najwa: Iya tauu


Ayara: em.. Najwa aku di suruh nanyain 'siapa pacar kamu' sama Fadil


Najwa: Ohh, pacar aku sekelas sama aku dia Rangga orang dari desa S


Ayara: Ohh iya..


Najwa: Kamu tau?


Ayara: Nggak😁


Najwa: Udah? Dia minta kamu nanya itu aja?


Ayara: Iya


Najwa: Dia gak bilang apa apa lagi?


Ayara: Oh iya katanya dia suka sama kamu udah lama


Najwa: Yang bener?


Ayara: Iya, tapi karena malu dia gak berani deketin kamu sampe dia lupa kalo dia suka sama kamu


Najwa: Astaga.. Malu kenapa coba🤦‍♀️


Ayara: haha masa suka sama orang bisa lupa


Najwa: Mungkin tergantikan ya hahaha


Ayara: Gak tau tuh..


Najwa: Kamu sendiri udah punya pacar Ay?


Ayara: Gak punya


Najwa: Kenapa?


Ayara: Gak kenapa kenapa


Najwa: Kamu kan cantik masa gak punya


Ayara: Nggak ah biasa aja, aku juga lagi gak suka sama siapa siapa


Najwa: Masa?


Ayara: Beneran


Najwa: Entar juga pasti punya


Ayara: Mungkin..


Setelah itu Ayara hanya bermain sosmed, kali ini ia tidak bermain game karena malas dan bosan. Lalu ia tidur pada pukul 21.00 setelah selesai membereskan buku pelajaran untuk besok


Besoknya, Fadli menanyakan tentang bagaimana Ayara menanyakan siapa pacar Najwa pada Najwa semalam. Fadli meminta Ayara lagi untuk berbicara berdua di kelasnya, setelah mengatakan chat semalam dengan Najwa, Ayara pun segera turun ke bawah untuk menyusul Fatimah dan Okta.


Fadli sendiri sekarang tahu siapa pacar Najwa, ia tahu Rangga dari desa S. Ia hany ingin tahu saja, ia tidak akan melakukan apapun kok.